Jangan lengah! Harga Bitcoin Masih Rawan Longsor

Bitcoin (BTC) kembali mencatatkan penguatan tajam hingga mendekati US$80.000, tetapi reli tersebut belum sepenuhnya menghapus risiko koreksi besar dalam beberapa pekan mendatang.

Pergerakan pasar saat ini memperlihatkan kontras antara momentum kenaikan yang kuat dan sejumlah indikator yang mulai mengisyaratkan potensi tekanan apabila minat beli tidak mampu mempertahankan level-level penting.

Pada saat artikel ini disusun, BTC diperdagangkan di kisaran US$78.836, setara Rp1,39 miliar. BTC menguat sekitar 1,72 persen dalam 24 jam dan telah melonjak 22,15 persen selama tujuh hari terakhir.

Kenaikan itu membawa aset kripto terbesar tersebut kembali mendekati area psikologis US$80.000 setelah sebelumnya bergerak jauh lebih rendah.

Level US$82.815 Jadi Batas Hidup Mati Reli Harga Bitcoin

Dari sisi analisis teknikal, analis Trading Heights menilai reli agresif Bitcoin kali ini memang melampaui perkiraan sebelumnya. Namun, kenaikan tersebut belum cukup untuk mengonfirmasi bahwa fase bearish yang lebih besar telah berakhir.

Bticoin analisis 25 ags

Dalam analisis wave pada grafik mingguan, US$82.815 ditempatkan sebagai resistance utama yang akan menentukan apakah reli dapat berkembang menjadi pembalikan tren atau hanya menjadi koreksi sementara.

Selama harga Bitcoin tetap berada di bawah US$82.815 dalam beberapa pekan mendatang, Trading Heights masih membuka kemungkinan terbentuknya fase penurunan berikutnya.

IKLAN
Urban Stretch Centre Medan

Struktur wave yang dipetakan memperlihatkan BTC dapat terlebih dahulu menyelesaikan pergerakan korektif sebelum memasuki Wave 3 bearish yang berpotensi menghasilkan tekanan jual lebih besar.

BACA JUGA:  Perusahaan Kripto Ini Siapkan Rp3,56 Triliun untuk Staking ETH, Ini Tujuannya

Pada proyeksi tersebut, Bitcoin masih dapat mengalami ayunan harga di sekitar kawasan US$70.000 hingga US$80.000 sebelum arah selanjutnya menjadi lebih jelas. Namun, kegagalan merebut sekaligus mempertahankan US$82.815 akan menjaga skenario koreksi tetap aktif.

Risiko terbesar menurut analisis itu berada pada September, ketika fase penurunan yang lebih dalam dapat mulai berkembang. Tekanan bearish kemudian berpotensi berlanjut pada Oktober dengan target ekstrem membawa harga Bitcoin ke bawah US$50.000.

Dengan demikian, jarak antara posisi pasar sekarang dan target tersebut menunjukkan potensi koreksi yang signifikan apabila struktur bearish benar-benar terkonfirmasi.

Setelah penurunan besar terjadi, Trading Heights juga membuka peluang munculnya Wave 4 sebagai fase pemulihan. Namun, struktur pada grafik bulanan menunjukkan proses rebound berikutnya kemungkinan tidak berlangsung cepat dan dapat membutuhkan waktu sekitar enam bulan atau lebih.

Skenario Bullish Kembali Terbuka di Tengah Ancaman Koreksi

Pandangan berbeda datang dari analis BehDark, yang mengubah outlook setelah momentum bullish terbaru Bitcoin berkembang jauh lebih kuat dibandingkan perkiraan awal.

Sejumlah area teknikal yang sebelumnya dinilai mampu membendung kenaikan telah ditembus, sehingga skenario menunggu penurunan besar tidak lagi menjadi pilihan utamanya.

BTC analisis terbaru 25 ags

BehDark kini menginterpretasikan struktur pasar sebagai pola triangle, dengan BTC diperkirakan masih menyelesaikan wave E. Pada grafik harian, zona demand sekitar US$68.315–US$75.152 menjadi area utama yang dipantau sebagai kemungkinan tempat penyelesaian fase tersebut.

BACA JUGA:  ETH dan SOL Makin Dilirik, Morgan Stanley Luncurkan Dua Produk Baru

Artinya, harga Bitcoin masih dapat mengalami pullback dan bergerak volatil di kawasan US$70.000-an setelah lonjakan menuju sekitar US$78.000. Selama koreksi mampu bertahan di dalam zona demand tersebut, struktur bullish dalam skenario BehDark masih dianggap utuh.

Batas terpenting berada di US$64.653, yang menjadi invalidation level bagi skenario triangle bullish. Penurunan dan penembusan level tersebut berpotensi melemahkan bahkan membatalkan proyeksi yang sedang dipantau.

Sebaliknya, apabila wave E selesai di zona demand dan pembeli kembali mengambil kendali, BehDark memperkirakan harga Bitcoin berpeluang bergerak menuju area supply US$90.000–US$93.000.

Perjalanan ke target itu diperkirakan tidak berlangsung lurus karena BTC masih dapat membentuk sejumlah ayunan di area US$70.000-an sebelum terjadi ekspansi harga berikutnya.

Futures Mulai Terlalu Panas, Reli Bitcoin Bisa Kehilangan Tenaga

Sementara itu, analis Boris di CryptoQuant menyoroti kondisi berbeda dari sisi pasar derivatif. Ia mengamati perubahan pada indikator Binance Perpetual-Spot Price Gap setelah Bitcoin melesat menuju area US$80.000.

Indikator tersebut mengukur selisih antara harga kontrak perpetual dan pasar spot di Binance untuk melihat pihak mana yang lebih dominan dalam mendorong pergerakan pasar.

BTC price gap 25 ags

Ketika harga spot lebih tinggi dibandingkan perpetual, struktur pasar cenderung menunjukkan permintaan spot yang lebih kuat atau stabil. Sebaliknya, ketika perpetual bergerak di atas spot, kenaikan dapat lebih banyak ditopang posisi long ber-leverage daripada pembelian organik pada pasar spot.

Menurut Boris, perubahan penting muncul pada 23 Agustus, ketika indikator tersebut melewati ambang kritis dan perpetual mulai diperdagangkan di atas spot. Kondisi itu menyebabkan bar hijau mendominasi indikator serta menunjukkan meningkatnya tekanan beli dari pelaku pasar futures.

“Momentum kenaikan saat ini didukung tekanan long ber-leverage yang berlebihan di pasar berjangka,” ungkap Boris.

BACA JUGA:  Narasi “Crypto is Dead” Meledak, Pasar Siap Berbalik Arah?

Struktur semacam itu perlu diperhatikan karena kenaikan yang terlalu bergantung pada leverage dapat meningkatkan kerentanan terhadap likuidasi ketika pasar bergerak berlawanan.

Tanpa dukungan permintaan spot yang memadai, ekspansi harga Bitcoin berpotensi membuka ruang bagi market maker untuk membersihkan likuiditas melalui sell-off atau pullback.

Dalam beberapa hari mendatang, kemampuan permintaan spot menyerap kondisi futures yang mulai memanas akan menjadi salah satu faktor penting bagi keberlanjutan reli. Selama BTC belum melewati US$82.815 dan leverage terus meningkat tanpa dukungan spot yang seimbang, risiko koreksi belum dapat dikesampingkan.

Sebaliknya, penguatan permintaan organik serta keberhasilan harga Bitcoin mempertahankan breakout pada resistance utama dapat mengurangi tekanan dari skenario bearish tersebut.

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait