Jaringan Base Sempat Alami Delay Transaksi, Ini Kronologinya

Jaringan blockchain Base sempat mengalami gangguan teknis berupa keterlambatan konfirmasi transaksi dalam beberapa waktu terakhir. Insiden ini menyebabkan sebagian transaksi pengguna tertahan lebih lama dari biasanya, bahkan ada yang tidak langsung masuk ke dalam blok saat terjadi lonjakan aktivitas jaringan.

Tim pengembang Base mengonfirmasi bahwa masalah tersebut telah diperbaiki dan kondisi jaringan kini kembali stabil.

Gangguan ini terjadi ketika jaringan Base menghadapi peningkatan beban transaksi, sehingga proses transaction inclusion tidak berjalan optimal. Meski demikian, pihak pengelola memastikan bahwa jaringan tidak berhenti beroperasi dan produksi blok tetap berlangsung selama insiden berlangsung.

Kronologi Gangguan Jaringan Base dan Dampaknya bagi Pengguna

Berdasarkan informasi dari halaman status resmi Base, gangguan mulai terdeteksi ketika sejumlah pengguna melaporkan waktu konfirmasi transaksi yang jauh lebih lama dibandingkan kondisi normal. Dalam beberapa periode kemacetan jaringan, transaksi tidak langsung masuk ke blok, tertahan di antrean, atau bahkan perlu dikirim ulang.

IKLAN
Chat via WhatsApp
BACA JUGA:  Pajak Kripto Tembus Rp1,96 Triliun hingga Februari 2026, Ini Rinciannya

Tim Base menjelaskan bahwa selama insiden berlangsung, jaringan Base masih memproduksi blok dan memproses transaksi, namun sistem mengalami hambatan dalam mengatur prioritas dan distribusi transaksi saat trafik meningkat.

Akibatnya, sebagian transaksi mengalami penundaan signifikan atau tidak terkonfirmasi dalam waktu yang diharapkan.

“Selama periode kepadatan jaringan, beberapa transaksi mengalami keterlambatan masuk ke blok, meskipun sistem tetap berjalan,” tulis tim Base.

Gangguan ini berdampak langsung pada pengguna aplikasi terdesentralisasi, pengirim aset digital, serta pelaku transaksi di ekosistem Base, yang mengandalkan kecepatan dan kepastian konfirmasi untuk aktivitas mereka. Beberapa pengguna melaporkan harus menunggu lebih lama atau mengirim ulang transaksi agar dapat diproses.

Peristiwa ini terjadi di jaringan utama Base yang beroperasi sebagai solusi layer-2 di atas jaringan Ethereum, dan digunakan secara luas untuk aktivitas DeFi, NFT, serta berbagai layanan berbasis blockchain.

BACA JUGA:  Cardano Rilis Standar Baru, Token Kini Bisa Punya Aturan Sendiri

Langkah Perbaikan dan Rencana Evaluasi Teknis

Menanggapi gangguan tersebut, tim pengembang Base segera melakukan investigasi internal dan menerapkan sejumlah perbaikan teknis. Setelah fix dirilis, pihak Base menyatakan bahwa stabilitas jaringan telah pulih dan performa transaksi kembali normal.

“Kami telah menerapkan perbaikan dan saat ini jaringan sudah kembali stabil. Tim akan terus memantau performa sistem untuk memastikan masalah serupa tidak terulang,” ungkap tim Base.

Selain pemulihan sistem, pengelola jaringan Base juga mengumumkan rencana untuk melakukan root cause analysis (RCA) atau analisis akar penyebab gangguan.

Evaluasi ini bertujuan mengidentifikasi faktor teknis utama yang memicu keterlambatan transaksi, termasuk kemungkinan masalah pada pengelolaan antrean transaksi dan mekanisme pemrosesan saat terjadi lonjakan beban.

Hasil RCA tersebut akan disusun dalam bentuk laporan post-mortem dan dipublikasikan secara terbuka dalam beberapa hari ke depan. Laporan ini diharapkan dapat memberikan transparansi kepada pengguna serta menjadi dasar perbaikan jangka panjang bagi pengembangan jaringan Base.

BACA JUGA:  Aster Chain Meluncur, Layer-1 Khusus Trading yang Cepat dan Bebas Biaya Gas

Dengan selesainya proses perbaikan awal, aktivitas di jaringan Base kini dilaporkan kembali berjalan normal. Namun, tim pengembang menegaskan bahwa pemantauan sistem akan terus dilakukan, terutama pada periode aktivitas tinggi, guna menjaga keandalan dan stabilitas jaringan.

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait