Polygon telah mengumumkan peluncuran hard fork Madhugiri, sebuah pembaruan besar yang dirancang untuk meningkatkan kecepatan transaksi, efisiensi konsensus dan kapasitas pemrosesan jaringan.
Hard fork ini berlangsung pada hari Selasa (9/12/2025) di block number 80084800 dan diberlakukan secara otomatis tanpa memerlukan tindakan dari pengguna maupun pengembang.
Langkah tersebut menandai upaya terbaru Polygon dalam memperkuat infrastruktur jaringan seiring meningkatnya aktivitas di ekosistem Web3 dan kebutuhan throughput yang lebih tinggi.
Menurut pengembang, hard fork Madhugiri membawa peningkatan throughput sekitar 33 persen dibandingkan kondisi sebelumnya. Dengan kapasitas lebih besar, jaringan tersebut dapat menangani lonjakan transaksi secara lebih stabil.
Pembaruan ini juga memungkinkan penyesuaian blocktime dilakukan lebih fleksibel tanpa hard fork tambahan, sehingga proses optimalisasi jaringan di masa mendatang dapat dijalankan lebih efisien.
Peningkatan lainnya terlihat pada kecepatan konsensus, yang kini dirancang untuk memberikan finalitas lebih cepat sekaligus meminimalkan risiko re-organisasi blok. Polygon juga menyederhanakan proses sinkronisasi node untuk meningkatkan stabilitas operasional.
Pembaruan ini termasuk dukungan terhadap sejumlah EIP dalam rangkaian “Fusaka,” yang sebelumnya telah diadopsi pada peningkatan jaringan Ethereum. Seluruh perubahan tersebut diintegrasikan untuk memastikan jaringan tetap kompetitif dalam menyediakan layanan blockchain berkecepatan tinggi bagi pengguna dan developer.
Pembaruan Teknis sebagai Respons terhadap Kebutuhan Skalabilitas
Peluncuran hard fork Madhugiri dilakukan setelah Polygon mengamati peningkatan aktivitas transaksi dari berbagai ekosistem, termasuk DeFi, NFT dan aplikasi berbasis kontrak pintar berintensitas tinggi.
Dengan meningkatnya jumlah pengguna, kebutuhan akan jaringan yang mampu menampung volume transaksi besar menjadi semakin mendesak. Polygon menilai kapasitas tambahan 33 persen pada throughput dapat memperbaiki kualitas layanan dan mengurangi kemungkinan kemacetan jaringan.
Selain itu, fleksibilitas dalam penyesuaian blocktime memungkinkan tim inti Polygon untuk merespons perubahan kondisi jaringan tanpa menunggu siklus hard fork berikutnya. Mekanisme ini dinilai strategis untuk menjaga stabilitas jaringan dalam jangka panjang, terutama pada periode peningkatan aktivitas pasar yang sulit diprediksi.
Pembaruan pada sinkronisasi node juga difokuskan untuk mendukung operator validator dalam menjaga keamanan dan kecepatan jaringan, sekaligus memastikan proses validasi dapat tetap berjalan lancar saat volume pemrosesan meningkat.
Bagaimana Hard Fork Madhugiri Mengubah Pengalaman Pengguna
Dari sisi pengguna, implementasi hard fork Madhugiri diharapkan meningkatkan kecepatan konfirmasi transaksi secara keseluruhan. Pengurangan potensi re-org dan finalitas yang lebih cepat memberikan tingkat kepastian lebih tinggi bagi transaksi keuangan maupun aktivitas dApps.
Bagi pengembang yang membangun aplikasi di atas Polygon, peningkatan ini memberikan ruang lebih luas untuk mengembangkan fitur yang membutuhkan kemampuan pemrosesan tinggi, termasuk aplikasi pembayaran dan protokol yang memerlukan interaksi kontrak pintar berulang.
Pembaruan ini juga menjadi lanjutan dari arah pengembangan jaringan tersebut yang sebelumnya merilis upgrade Rio pada Oktober 2025.
Pembaruan tersebut meningkatkan performa jaringan hingga mencapai 5.000 transaksi per detik dan memperkuat fondasi teknis Polygon dalam menghadapi persaingan layanan blockchain berkecepatan tinggi.
Hard fork Madhugiri memperluas upaya tersebut dengan menyasar peningkatan throughput serta kemampuan penyesuaian blocktime yang lebih maju.
Dengan perubahan ini, Polygon mempertegas ambisinya menyediakan jaringan yang dapat digunakan secara luas untuk transaksi berskala global.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.



