Jeffrey Epstein: Analogi Kripto Mirip Ciuman Rahasia di Pesta Topeng

Sebuah email lama kembali menyeret nama Jeffrey Epstein ke dalam diskursus kripto. Bukan soal investasi atau skema keuangan, melainkan sebuah analogi ganjil yang justru membuka cara berpikir Epstein soal kripto, blockchain, transparansi, dan anonimitas.

Analogi Aneh Jeffrey Epstein tentang Kripto

Email bertanggal 30 Mei 2018 dikirim oleh Jeffrey Epstein kepada Tom Pritzker dengan subjek crypto currency for Italians. Pesan tersebut juga diteruskan ke Steve Bannon, sosok yang dikenal luas di lingkaran elite politik dan finansial Amerika Serikat.

Dalam email itu, Epstein mencoba menjelaskan konsep transaksi kripto menggunakan analogi pesta topeng. Ia membayangkan sebuah masquerade ball di mana setiap tamu hadir dengan kostum berbeda dan berinteraksi tanpa membuka identitas asli.

Di pesta tersebut, setiap “ciuman” yang diterima seseorang dapat dilihat dan dihitung oleh semua orang yang hadir. Meski ciuman itu tidak berwujud sebagai benda fisik, jumlahnya bisa diverifikasi secara kolektif oleh para saksi.

IKLAN
Chat via WhatsApp
BACA JUGA:  Survei: 56 Persen Pengguna Stablecoin Siap Tambah Aset 2026

“Ciuman itu diibaratkan seperti Bitcoin. Ia tidak benar-benar ada sebagai sebuah ‘benda’, tetapi semua orang di dalam ruangan dapat memverifikasi berapa banyak yang kamu terima,” tulis Epstein.

Ia menutup analoginya dengan menyebut adanya rekaman video pesta yang dapat diunduh siapa saja. Video itu berfungsi sebagai open ledger, sementara identitas tetap tersembunyi di balik kostum dan urutan waktu, gambaran sederhana tentang cara kerja blockchain.

Epstein Files, MIT, dan Bayang-Bayang di Balik Bitcoin

Transparansi Tanpa Wajah, Nilai Tanpa Bentuk

Analogi tersebut terdengar ringan, bahkan jenaka. Namun di balik itu, Epstein menyoroti dua pilar utama kripto: transparansi dan anonimitas. Semua transaksi bisa dilihat, diverifikasi, dan dihitung, tanpa harus tahu siapa sebenarnya individu di balik alamat tersebut.

Epstein juga menekankan “ciuman” itu memiliki nilai dan bisa ditukar dengan hal lain. Sebuah kalimat singkat, namun cukup merepresentasikan konsep nilai dalam aset digital. Nilai tidak berasal dari bentuk fisik, melainkan dari konsensus kolektif para peserta sistem.

BACA JUGA:  AI Bikin Serangan Siber Makin Ganas, Zentara Angkat Suara

Email Epstein menarik bukan hanya dari isinya, tetapi dari pengirimnya. Selama ini, namanya lekat dengan jaringan elite tertutup dan transaksi senyap, namun ia justru menggambarkan kripto sebagai sistem terbuka yang dapat diaudit siapa saja.

Kini, bertahun kemudian, analogi “ciuman di pesta topeng” kembali mencuat. Bukan sekadar cara unik menjelaskan kripto, melainkan potongan kecil dari cara berpikir Jeffrey Epstein yang jejaknya terus membayangi sejarah awal pengembangan Bitcoin.

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [dp]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait

Iklan Bitget Blockchain Media Indonesia