Jejak Whale Bitcoin di Binance Berubah Drastis, Sinyal Jual Mulai Redup?

Aktivitas whale Bitcoin di bursa kripto Binance menunjukkan perubahan signifikan pada Oktober 2026, setelah dominasi transaksi deposit berukuran besar mengalami penurunan tajam.

Indikator Exchange Whale Ratio yang sempat mendekati 0,7 pada awal bulan kini turun menjadi 0,39, menandakan berkurangnya porsi transaksi besar terhadap keseluruhan arus masuk Bitcoin (BTC) ke bursa tersebut.

Perubahan ini terjadi ketika harga Bitcoin bergerak relatif stabil di sekitar US$83.000. Pada awal Oktober, sepuluh transaksi deposit terbesar sempat menyumbang sekitar 70 persen dari total arus masuk BTC ke Binance.

Namun, porsi tersebut kini menyusut menjadi 39 persen, sehingga komposisi deposit tidak lagi didominasi transaksi berukuran besar seperti sebelumnya.

Whale Bitcoin Mulai Menepi, Tekanan Jual Akan Berkurang?

Analis on-chain R3N, melalui publikasi di CryptoQuant, menjelaskan bahwa Exchange Whale Ratio digunakan untuk mengukur seberapa besar kontribusi sepuluh transaksi deposit terbesar terhadap keseluruhan Bitcoin yang masuk ke bursa kripto.

Bitcoin whale 11 okt

Menurutnya, pembacaan indikator yang tinggi menunjukkan bahwa sejumlah transaksi besar mendominasi aliran aset ke bursa. Sebaliknya, angka rendah mencerminkan distribusi deposit yang lebih merata di antara transaksi berukuran lebih kecil.

Sepanjang periode pengamatan, indikator tersebut bergerak dalam rentang sekitar 0,2 hingga 0,87, dengan fluktuasi harian yang cukup tajam. Kondisi itu membuat satu lonjakan rasio belum cukup untuk memastikan perubahan perilaku whale Bitcoin, karena pola pergerakan yang berulang dinilai lebih relevan dalam membaca potensi tekanan pasar.

IKLAN
Urban Stretch Centre Medan
BACA JUGA:  Michael Saylor Comeback? Transaksi Bitcoinnya Kembali Jadi Sorotan!

R3N menyoroti aktivitas paling intens pada pertengahan Februari 2026, tidak lama setelah Bitcoin mengalami penurunan harga pada awal bulan tersebut. Saat itu, Exchange Whale Ratio dua kali mendekati 0,86 ketika BTC diperdagangkan pada kisaran pertengahan hingga akhir US$60.000.

Penumpukan deposit besar ketika harga sedang melemah dinilai mencerminkan pola yang lazim dikaitkan dengan tekanan dari sisi penjual. Namun, perkembangan pada pertengahan Agustus memperlihatkan kondisi berbeda.

Ketika itu, indikator kembali melonjak mendekati 0,7 bersamaan dengan pergerakan Bitcoin di sekitar titik terendah siklus US$63.000. Alih-alih melanjutkan penurunan, harga BTC justru menguat menuju kisaran US$70.000 beberapa hari kemudian.

Perbedaan tersebut memperlihatkan bahwa peningkatan aktivitas whale Bitcoin di bursa tidak selalu berujung pada pelemahan harga. Karena itu, R3N menekankan pentingnya membandingkan kondisi terkini dengan riwayat pergerakan indikator.

Dalam pengamatannya, Exchange Whale Ratio umumnya berfluktuasi di sekitar 0,45. Dengan posisi terbaru sebesar 0,39, kontribusi transaksi besar terhadap arus masuk Binance kini sedikit lebih rendah dibandingkan tingkat yang lazim terlihat.

Meski demikian, penurunan rasio tersebut dapat dipengaruhi dua kondisi berbeda, yakni berkurangnya deposit berukuran besar atau meningkatnya jumlah Bitcoin yang masuk melalui transaksi lebih kecil.

BACA JUGA:  The Fed Soroti AI Agent yang Bisa Bayar Sendiri, Stablecoin Ikut Masuk Peta

“Deposit bukanlah penjualan,” ujar R3N.

Ke depan, R3N akan mencermati kemungkinan Exchange Whale Ratio kembali melampaui 0,6 ketika harga BTC masih stabil di sekitar US$83.000. Menurutnya, lonjakan deposit besar sebelum harga mengalami penurunan akan memberikan indikasi distribusi yang lebih jelas dibandingkan satu pembacaan indikator secara terpisah.

BTC Bangkit dari Support Kunci, US$87.000 Mulai Dibidik

Di tengah perubahan aktivitas whale Bitcoin tersebut, analisis teknikal pada grafik empat jam menunjukkan bahwa BTC mulai membentuk pemulihan setelah memantul dari zona support utama US$80.500–US$80.600.

Berdasarkan pengamatan analis Batman, harga Bitcoin telah kembali menuju US$82.986 setelah sebelumnya mengalami penurunan tajam hingga mendekati zona support tersebut. Area US$80.500 menjadi perhatian karena sebelumnya berfungsi sebagai dasar pergerakan naik BTC.

BTC analisis 11 oktb

Pemantulan dari area itu membuat struktur harga BTC mulai menunjukkan pemulihan menuju area konsolidasi yang lebih tinggi. Pergerakan tersebut juga disertai sejumlah perubahan pada indikator momentum teknikal.

Relative Strength Index (RSI) tercatat berada di sekitar 46,95 setelah sebelumnya memasuki wilayah oversold. Pergerakan RSI yang kembali meningkat menunjukkan adanya perbaikan momentum setelah tekanan jual yang terjadi sebelumnya.

BACA JUGA:  Nekat Beli Kripto LAPTOP Hunter Biden Rp2,9 Miliar, Trader Ini Tahu Sesuatu?

Sementara itu, indikator Moving Average Convergence Divergence (MACD) telah membentuk bullish crossover, disertai perubahan histogram menjadi hijau. Kondisi tersebut mengindikasikan bahwa tekanan jual mulai melemah, sedangkan momentum pembelian menunjukkan tanda-tanda pemulihan.

“Jika momentum terus menguat, saya mengamati peluang pergerakan kembali menuju US$86.000–US$87.000,” ujar analis tersebut.

Area US$86.000–US$87.000 menjadi resistance utama berikutnya karena beberapa kali membatasi kenaikan Bitcoin pada grafik Batman. Namun, sebelum mencapai target tersebut, BTC terlebih dahulu perlu melewati area US$84.000–US$85.000 yang menjadi hambatan terdekat.

Di sisi bawah, support US$80.500 masih menjadi level penting untuk mempertahankan struktur pemulihan. Selama harga mampu bertahan di atas area tersebut, peluang penguatan menuju US$86.000–US$87.000 tetap terbuka.

Sebaliknya, apabila Bitcoin kehilangan support US$80.500, struktur pemulihan yang mulai terbentuk berpotensi melemah. Dengan demikian, perkembangan harga pada area support dan resistance tersebut menjadi faktor penting untuk mengamati kelanjutan pergerakan BTC dalam jangka pendek.

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait