Jelang Natal, Bitcoin dan Ethereum Masih Terjebak Konsolidasi

Pasar kripto masih bergerak terbatas menjelang libur Natal dan penutupan tahun, dengan Bitcoin (BTC) dan Ethereum (ETH) yang berada dalam fase konsolidasi yang belum menunjukkan arah jelas.

Laporan terbaru dari QCP Asia menyebutkan bahwa pelemahan likuiditas pasar menjelang libur panjang serta aksi deleveraging institusional menjadi faktor utama yang membuat pergerakan harga dua aset kripto terbesar tersebut tetap berada dalam kisaran sempit.

Kondisi ini terjadi pada periode menjelang akhir tahun, ketika banyak pelaku pasar mengurangi eksposur risiko dan menutup sejumlah posisi perdagangan mereka.

Menurut QCP, pasar kripto saat ini berada dalam situasi yang tertekan oleh penurunan aktivitas perdagangan derivatif. Perusahaan tersebut mencatat bahwa open interest pada kontrak perpetual Bitcoin turun sekitar US$3 miliar, sementara kontrak perpetual Ethereum turun sekitar US$2 miliar dalam periode terbaru.

IKLAN
Chat via WhatsApp
BACA JUGA:  Trump Tuding Bank Hambat Genius Act dan Ambisi Kripto AS

Penurunan open interest tersebut menunjukkan berkurangnya penggunaan leverage dan minat spekulatif, sehingga pasar kehilangan dorongan kuat untuk melakukan pergerakan besar ke salah satu arah.

“Likuiditas yang melemah menjelang liburan dan aktivitas deleveraging institusional membuat pasar tetap berada dalam kisaran terbatas,” ungkap tim QCP.

Likuiditas Melemah Menjelang Natal dan Akhir Tahun

Situasi ini diperburuk oleh aktivitas yang lazim terjadi pada akhir tahun, termasuk potensi tax-loss selling atau penjualan aset untuk keperluan pengelolaan pajak.

QCP menilai langkah tersebut dapat memicu peningkatan volatilitas dalam jangka pendek, meskipun tidak serta-merta menghadirkan tren baru jika tidak disertai katalis kuat dari sisi fundamental maupun makro.

Dengan volume perdagangan yang menurun, pergerakan harga menjadi lebih sensitif terhadap transaksi dalam jumlah besar, sehingga lonjakan pergerakan dalam skala tertentu tetap mungkin terjadi di tengah kondisi pasar yang tipis.

BACA JUGA:  Analisis Kripto Harian: BTC, ETH, MNT, TRX, DOGE Masuk Fase Penentuan Arah

Hingga kini, pasar belum melihat tanda breakout yang jelas dari Bitcoin maupun Ethereum. Meskipun terdapat beberapa periode penguatan, keduanya masih kembali bergerak dalam rentang yang relatif sempit.

QCP menilai bahwa tanpa munculnya pemicu signifikan, baik dari faktor sentimen investor, kondisi ekonomi global, maupun arus dana institusi, pasar kemungkinan tetap berada dalam pola perdagangan yang tidak stabil namun terbatas hingga penutupan tahun.

Likuiditas Tipis Membuat Pasar Bergerak Hati-Hati

Dalam pandangan QCP, suasana pasar saat ini didominasi sikap berhati-hati. Banyak investor memilih menunggu kepastian arah pasar setelah periode libur Natal dan tahun baru berakhir, ketika aktivitas perdagangan biasanya mulai meningkat kembali.

Ketidakpastian jangka pendek membuat pelaku pasar lebih memilih bertahan daripada mengambil risiko agresif, terutama di tengah situasi likuiditas yang tidak mendukung.

BACA JUGA:  Struktur Pasar Bitcoin Berubah, Momentum Kenaikan Mulai Diuji

Situasi pasar kripto saat ini menggambarkan kondisi di mana QCP Asia menyampaikan analisis menjelang periode Natal dan akhir tahun, ketika pasar kripto global dihadapkan pada likuiditas yang melemah, aksi deleveraging institusi, serta potensi penjualan aset untuk keperluan pajak.

Kondisi tersebut berdampak pada Bitcoin dan Ethereum yang terus bergerak dalam kisaran sempit, sementara penurunan open interest dan volume perdagangan menjadi faktor teknis yang ikut menahan pergerakan harga keduanya.

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait