Kemenangan telak Jepang atas Tunisia di Piala Dunia 2026 pada Minggu (21/6/2026) tidak hanya mengubah persaingan di Grup F. Di balik pesta gol Samurai Biru, sejumlah trader di pasar prediksi Polymarket harus menelan kerugian besar.
Salah satu yang paling menjadi sorotan adalah akun VoidSlap. Trader Polymarket tersebut kehilangan lebih dari US$2 juta atau sekitar Rp37 miliar setelah beberapa posisi yang dipasangnya bertaruh melawan kemenangan Jepang berujung gagal.
Samurai Biru Tak Terbendung, Trader Boncos Rp37 Miliar
Pertandingan Jepang melawan Tunisia memang menarik perhatian sejak sebelum kick-off. Di Polymarket, volume taruhan yang masuk untuk berbagai pasar prediksi terkait laga ini mencapai sekitar US$35 juta.
Besarnya minat tersebut membuat banyak trader mencoba mencari peluang dengan mengambil posisi yang dianggap memiliki nilai lebih tinggi. Namun, strategi itu tidak berjalan mulus bagi sebagian peserta pasar.
Akun VoidSlap menjadi yang paling mencolok. Pada pasar prediksi mengenai apakah Jepang akan menang, ia memilih opsi “No” dan akhirnya mencatat kerugian sebesar US$915.503,47 setelah Jepang tampil dominan sepanjang pertandingan.

Kerugian itu belum menjadi akhir cerita. VoidSlap juga mengambil posisi pada pasar spread 1,5 gol dengan memilih Tunisia, bukan Jepang. Taruhan tersebut kembali berakhir gagal dan menambah kerugian sebesar US$765.817,31.
Masih belum cukup, trader Polymarket tersebut memasang taruhan bahwa laga Jepang melawan Tunisia akan berakhir imbang. Ketika Jepang terus mencetak gol dan mengontrol permainan, posisi itu ikut hangus dengan kerugian tambahan US$399.997,09.
Tiga taruhan yang berakhir meleset itu membuat VoidSlap kehilangan US$2,08 juta atau setara Rp37 miliar. Besarnya kerugian tersebut menjadikan akun tersebut salah satu korban terbesar di pasar prediksi sepanjang Piala Dunia 2026.
Jepang Terlalu Perkasa, Tunisia Terpuruk di Grup F
Di atas lapangan, Jepang tampil lebih siap dibandingkan Tunisia. Tim asuhan Hajime Moriyasu langsung mengambil inisiatif sejak awal pertandingan dan membuka keunggulan pada menit keempat melalui gol Daichi Kamada, yang mengubah arah permainan.
Gol tersebut membuat Tunisia dipaksa bermain lebih terbuka. Situasi ini dimanfaatkan Jepang untuk menjalankan tekanan tinggi dan serangan cepat yang menjadi ciri khas mereka. Ayase Ueda kemudian menggandakan keunggulan pada menit ke-31.
Dominasi Samurai Biru berlanjut setelah jeda. Junya Ito mencetak gol ketiga pada menit ke-69 usai menerima umpan dari Ueda, sebelum sang striker Feyenoord mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-83 untuk memastikan kemenangan telak Jepang dengan skor 4-0.

Hasil tersebut membawa Jepang mengoleksi empat poin dari dua pertandingan dan sejajar dengan Belanda di puncak klasemen Grup F. Sebaliknya, Tunisia semakin terpuruk setelah sebelumnya juga menelan kekalahan telak 1-5 dari Swedia pada laga pembuka.
Bagi Jepang, kemenangan ini memperkuat posisi mereka sebagai salah satu tim kuat di Piala Dunia 2026. Sementara itu, trader yang bertaruh melawan Samurai Biru harus menanggung kerugian jutaan dolar akibat hasil yang tidak sesuai prediksi.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [dp]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.


