Jepang Sambut Stablecoin Yen Pertama dari JPYC

Langkah Jepang dalam dunia keuangan digital menandai era baru di mana blockchain mulai menembus sistem pembayaran tradisional. JPYC hadir sebagai stablecoin pertama yang dipatok 1:1 pada yen, membuka jalan bagi inovasi finansial.

JPYC Luncurkan Stablecoin Yen Pertama

Dikutip dari pengumuman resmi yang dirilis pada Jumat (24/10/2025), Jepang resmi memiliki stablecoin pertama yang dipatok pada yen dan akan diterbitkan mulai Senin ini. JPYC menjelaskan bahwa mata uang digital ini sepenuhnya didukung oleh simpanan serta obligasi.

“Nilai penerbitan didukung oleh yen Jepang, baik dari simpanan maupun obligasi pemerintah, dengan jaminan lebih dari 100 persen dari seluruh saldo yang beredar,” seperti tercantum pada pengumuman resminya.

Stablecoin JPYC awalnya akan diterbitkan di tiga blockchain utama: Avalanche, Ethereum, dan Polygon, serta nantinya dapat diperluas ke jaringan lain sesuai kebutuhan pengguna.

IKLAN
Chat via WhatsApp
BACA JUGA:  Tak Sekadar Stablecoin, Tether Bangun Imperium Bisnis di Banyak Sektor

Selain itu, mereka juga akan meluncurkan platform penerbitan dan penebusan, JPYC EX, untuk mempermudah penggunaan sekaligus memastikan fleksibilitas dalam transaksi stablecoin.

Langkah JPYC ini menandai awal dari penetrasi stablecoin di negara tersebut. Tiga bank besar Jepang juga dikabarkan tengah menyiapkan rencana penerbitan stablecoin, yang menunjukkan bahwa aset digital mulai menembus arus utama sistem keuangan.

Tiga Bank Raksasa Jepang Siap Bikin Stablecoin Global Baru

Regulasi, Kekhawatiran, dan Pandangan Bank Sentral

Meski peluncuran stablecoin JPYC menghadirkan inovasi, sejumlah pembuat kebijakan tetap berhati-hati. Mereka khawatir stablecoin dapat digunakan untuk memindahkan dana di luar sistem tradisional, yang berpotensi mengurangi peran bank komersial dalam perekonomian.

Salah satunya terlihat di Tiongkok, yang menegaskan pendekatan hati-hati terhadap aset digital. Ant Group, yang didukung Alibaba, serta JD.com, dilaporkan menunda rencana peluncuran stablecoin mereka.

BACA JUGA:  Analisis Terbaru Altcoin Hyperliquid, Injective dan Dogecoin

Langkah itu dilakukan setelah regulator Tiongkok, termasuk PBoC dan CAC, menginstruksikan perusahaan untuk menunda proyek mata uang digital mereka. Kekhawatiran utama adalah potensi munculnya mata uang swasta yang dapat menyaingi otoritas nasional.

Tekanan Beijing Bikin Ant Group dan JD.com Tunda Rencana Stablecoin

Di sisi lain, pandangan berbeda datang dari Wakil Gubernur BoJ, Ryozo Himino, yang melihat stablecoin sebagai inovasi yang tak bisa dihindari. Menurut Himino, aset ini akan mengubah cara sistem pembayaran, sehingga regulator harus menyesuaikan diri.

Stablecoin mungkin akan menjadi pemain utama dalam sistem pembayaran global, sebagian menggantikan peran simpanan bank. Regulator telah melakukan banyak hal di bidang ini, tetapi masih banyak yang perlu dilakukan,” tegas Himino dalam GZERO Summit Japan 2025, dikutip dari Reuters, Selasa (21/10/2025).

Kondisi ini memperlihatkan adanya perbedaan pandangan terkait penggunaan dan adopsi stablecoin. Meski mata uang digital seperti JPYC menjanjikan efisiensi dan juga inovasi, pengawasan langsung oleh pemerintah tetap krusial untuk menjaga stabilitas dan keamanan sistem keuangan. [dp]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait

Iklan Bitget Blockchain Media Indonesia