Jepang Siapkan Jalan untuk Bitcoin ETF, Gelombang Besar Segera Datang?

Jepang mengambil langkah besar yang berpotensi membuka jalan bagi kehadiran Bitcoin ETF spot setelah mengesahkan amendemen penting terhadap Financial Instruments and Exchange Act (FIEA) pada Rabu (15/7/2026).

Reformasi tersebut menjadi titik balik bagi pasar kripto Jepang karena membangun kerangka yang memungkinkan aset digital diperlakukan sebagai produk investasi dengan standar perlindungan investor dan pengawasan yang lebih kuat.

Analis on-chain XWIN Japan di CryptoQuant menilai perubahan regulasi tersebut dapat memperluas keterlibatan institusi keuangan tradisional, termasuk bank, perusahaan sekuritas, manajer aset dan investor institusional.

Meski undang-undang baru itu belum secara langsung menyetujui produk Bitcoin ETF, persiapan aturan terkait investment trust dinilai memberikan indikasi mengenai arah kebijakan Jepang menuju produk investasi aset digital yang lebih terregulasi.

Reformasi Keuangan Jepang Buka Peluang Bitcoin ETF

Dalam amendemen FIEA tersebut, Bitcoin dan Ethereum tidak diklasifikasikan sebagai sekuritas. Sebaliknya, aset kripto diakui sebagai produk investasi yang akan berada di bawah kerangka perlindungan investor, kewajiban pengungkapan informasi, dan pengawasan pasar yang menyerupai mekanisme di pasar keuangan tradisional.

Kerangka tersebut dirancang untuk menciptakan lingkungan yang memungkinkan lebih banyak lembaga keuangan memasuki pasar aset digital, sekaligus meningkatkan perlindungan terhadap investor.

Implementasinya akan dilakukan secara bertahap, dengan tanggal pemberlakuan dan ketentuan teknis lebih rinci dijadwalkan diumumkan dalam beberapa bulan mendatang. Reformasi perpajakan terkait aset kripto juga diperkirakan mengikuti proses tersebut.

BACA JUGA:  Bitcoin Menuju US$48.000? Data MVRV hingga Whale Picu Perdebatan

Salah satu dampak yang paling mendapat perhatian adalah meningkatnya kemungkinan peluncuran Bitcoin ETF spot di Jepang. XWIN Japan mencatat bahwa amendemen terbaru belum memberikan persetujuan resmi terhadap ETF kripto.

IKLAN
Urban Stretch Centre Medan

Namun, dokumen pemerintah menunjukkan regulasi investment trust juga tengah dipersiapkan, sehingga memberikan gambaran mengenai kemungkinan jalur regulasi menuju produk tersebut.

“Ini merupakan langkah pertama menuju pasar modal digital yang terregulasi di Jepang,” ujar XWIN Japan.

AS menjadi salah satu contoh yang disoroti dalam analisis tersebut. Sejak Bitcoin ETF spot diluncurkan di AS pada 2024, jumlah BTC yang dikuasai produk ETF telah tumbuh menjadi lebih dari satu juta BTC, tidak termasuk GBTC. Pertumbuhan tersebut didorong oleh permintaan institusional dan membawa sumber modal jangka panjang baru ke dalam pasar Bitcoin.

Bitcoin ETF jepang

Jika perkembangan serupa terjadi di Jepang, kehadiran Bitcoin ETF berpotensi memberikan jalur baru bagi modal institusional untuk memperoleh eksposur terhadap aset digital.

Partisipasi dari manajer aset dan lembaga keuangan lainnya juga dapat menciptakan sumber permintaan baru bagi Bitcoin, meski realisasinya masih bergantung pada aturan teknis dan persetujuan regulator pada tahap berikutnya.

XWIN Japan melihat perubahan tersebut dalam konteks yang lebih luas daripada sekadar peluncuran produk ETF. Reformasi FIEA dipandang sebagai fondasi awal bagi pembangunan pasar modal digital Jepang yang dapat mencakup stablecoin, tokenisasi aset dunia nyata (RWA), dan layanan keuangan on-chain.

Dengan demikian, potensi kehadiran Bitcoin ETF menjadi salah satu bagian dari transformasi regulasi aset digital yang lebih luas di negara tersebut.

BACA JUGA:  Catut Nama MUI, Modus Penipuan Fatwa Halal Kripto Rugikan Korban Rp1,8 Miliar

Likuiditas Bitcoin Masih Membuka Peluang Pergerakan Dua Arah

Di tengah perkembangan regulasi Jepang, trader Justin Bennett menilai struktur harga Bitcoin dalam jangka pendek masih sangat dipengaruhi oleh perburuan likuiditas.

Menurutnya, pendekatan trading bukan didasarkan pada upaya memprediksi secara pasti arah berikutnya, melainkan pada bagaimana pelaku pasar bereaksi terhadap struktur yang terbentuk pada grafik.

BTC analisis 18 jul

Sejak Juni, BTC dinilai berulang kali bergerak menuju kumpulan likuiditas di kedua sisi rentang perdagangan sebelum berbalik arah.

Pola tersebut dapat berlanjut selama Bitcoin masih berada dalam fase konsolidasi, sehingga pergerakan menuju salah satu sisi rentang belum tentu menjadi konfirmasi terbentuknya tren baru.

Berdasarkan struktur yang diamati Bennett, area US$64.704 hingga US$65.000 menjadi zona buy-side liquidity terdekat yang sebelumnya telah disentuh harga. Sementara itu, US$67.295 menjadi target likuiditas penting berikutnya apabila BTC kembali bergerak ke sisi atas.

Di sisi bawah, area US$61.309 menjadi sell-side liquidity terdekat, kemudian diikuti level sekitar US$59.279. Salah satu skenario yang dipetakan Bennett adalah kemungkinan Bitcoin terlebih dahulu turun menuju US$61.309 untuk memburu likuiditas, kemudian berbalik naik menuju US$67.295 sebelum kembali menghadapi tekanan jual.

BACA JUGA:  Ada Apa dengan Penambang Bitcoin? Data Ini Ungkap Tren Negatif yang Tak Kunjung Berakhir

Namun, skenario tersebut bukan proyeksi pergerakan yang dipastikan akan terjadi. Bennett menekankan pentingnya menunggu konfirmasi ketika harga mencapai area ekstrem dalam rentang perdagangan sebelum menentukan posisi.

Selama konsolidasi berlangsung, BTC masih memiliki kemungkinan bergerak ke kedua arah untuk mengambil likuiditas yang tersedia.

Pandangan itu menjadi relevan ketika pasar mempertimbangkan potensi katalis institusional dari Jepang. Prospek Bitcoin ETF dapat memperkuat narasi adopsi jangka panjang, tetapi dinamika harga dalam jangka pendek tetap bergantung pada struktur pasar, likuiditas dan respons pelaku pasar di level-level teknikal utama.

Bennett juga mempertahankan target bearish jangka lebih besarnya di US$44.000. Artinya, kenaikan menuju area likuiditas atas belum secara otomatis mengubah pandangan bearish yang lebih luas. Di sisi lain, perkembangan regulasi Jepang menuju kemungkinan Bitcoin ETF menambah katalis fundamental baru yang dapat menjadi perhatian pasar, terutama apabila reformasi tersebut pada akhirnya diikuti persetujuan produk investasi yang mampu menarik arus modal institusional baru ke Bitcoin.

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait