Jepang Siapkan Langkah Besar, Bitcoin Masih Berpeluang Menuju US$144.000

Jepang tengah bersiap melakukan perubahan besar dalam kerangka regulasi aset digital dengan memindahkan pengawasan kripto dari Payment Services Act (PSA) ke Financial Instruments and Exchange Act (FIEA).

Langkah tersebut dinilai sebagai pengakuan yang semakin kuat terhadap Bitcoin sebagai aset keuangan dan instrumen investasi, bukan lagi sekadar alat pembayaran digital.

Perubahan tersebut menjadi sorotan, di mana analis on-chain XWIN Japan di CryptoQuant menyebut bahwa perkembangan pasar global telah menunjukkan transformasi besar dalam peran Bitcoin.

Sejak persetujuan Bitcoin ETF spot di AS, kepemilikan institusional meningkat pesat dan mendorong integrasi aset digital ke dalam sistem manajemen aset keuangan yang lebih luas.

Bitcoin ETF 23 jn

Jepang Siapkan Era Baru, Kripto Diposisikan sebagai Aset Keuangan

Dalam analisisnya, XWIN Japan menjelaskan bahwa reformasi regulasi yang sedang disiapkan Jepang mencerminkan realitas baru di pasar aset digital. Menurut mereka, penggunaan kripto saat ini semakin didominasi oleh fungsi investasi dibandingkan fungsi pembayaran yang sebelumnya menjadi fokus utama regulasi.

Jika regulasi baru disahkan, aset kripto akan ditempatkan sebagai kategori produk keuangan tersendiri di bawah FIEA. Kerangka tersebut diperkirakan mencakup kewajiban keterbukaan informasi yang lebih ketat, pencegahan manipulasi pasar, pengawasan terhadap praktik insider trading, serta standar pengawasan yang lebih tinggi bagi penyedia layanan aset digital.

Perubahan ini juga dinilai berpotensi meningkatkan transparansi pasar dan perlindungan investor. Di sisi lain, sektor DeFi masih menjadi tantangan tersendiri karena sifatnya yang terdesentralisasi dan melibatkan berbagai pihak dengan tingkat kendali yang berbeda-beda.

IKLAN
Urban Stretch Centre Medan
BACA JUGA:  Polymarket Masuk Dunia Sepak Bola, Bidik 645 Juta Fans Jelang Piala Dunia 2026

XWIN Japan menilai regulator kemungkinan akan lebih fokus pada pihak yang memiliki kendali nyata terhadap pengguna dan aktivitas protokol dibanding sekadar melihat label desentralisasi yang digunakan suatu proyek.

Pengembang protokol, operator front-end, penyedia dompet digital, organisasi otonom terdesentralisasi (DAO), hingga penerbit token berpotensi menghadapi kewajiban regulasi yang berbeda.

“Peraturan di masa depan seharusnya berfokus pada fungsi dan kendali nyata, bukan sekadar label,” ujar XWIN Japan.

Menurut mereka, penerapan standar keterbukaan informasi yang lebih kuat, kepatuhan berbasis Know Your Transaction (KYT), serta model DeFi yang mengintegrasikan proses Know Your Customer (KYC) dapat menjadi jalan tengah untuk menjaga inovasi sekaligus meningkatkan perlindungan investor.

Bagi pasar yang lebih luas, langkah Jepang tersebut dinilai sebagai awal dari fase baru yang dapat mempercepat integrasi Bitcoin ke dalam sistem keuangan arus utama. Kondisi itu berpotensi membuka peluang yang lebih besar bagi investor institusional sekaligus memperluas penggunaan aset digital dalam ekosistem keuangan modern.

Peta Likuiditas Tunjukkan Peluang Menuju US$144.000

Di tengah perkembangan regulasi tersebut, sejumlah analis teknikal masih mempertahankan pandangan bullish terhadap prospek Bitcoin dalam jangka panjang.

Analis Celal Kucuker menyebut pergerakan harga sejauh ini masih mengikuti peta likuiditas yang telah disusunnya sejak beberapa bulan terakhir. Dalam pemetaannya, target kenaikan ke area US$125.000 berhasil tercapai sebelum pasar mengalami aksi jual tajam yang mendorong harga turun mendekati US$60.000.

BACA JUGA:  Tunggu Harga XRP Meledak? Grafik 13 Tahun Ini Katakan Hal yang Berbeda

BTC analisis 23 juni

Menurutnya, koreksi tersebut merupakan bagian dari fase pembersihan likuiditas sebelum pasar kembali mencoba membangun momentum baru. Setelah sempat mengalami relief rally menuju sekitar US$82.000, tekanan jual kembali muncul dan membuat pergerakan harga BTC menjadi lebih fluktuatif.

Meski demikian, Celal menilai struktur jangka panjang masih tetap konstruktif. Berdasarkan grafik mingguan yang dibagikannya, area US$54.000 hingga US$60.000 berulang kali berfungsi sebagai zona liquidity sweep. Yang lebih penting, harga masih mampu mempertahankan pembukaan dan penutupan mingguan di atas US$65.000.

Selama level tersebut tetap bertahan sebagai support utama, ia menilai struktur bullish belum mengalami kerusakan yang berarti. Dalam skenario tersebut, target berikutnya berada di rentang US$133.000 hingga US$144.000.

Bahkan, apabila momentum pasar terus berlanjut, grafik yang dibagikannya menunjukkan potensi ekspansi menuju area distribusi di sekitar US$158.000. Namun, Celal menegaskan bahwa proyeksi tersebut didasarkan pada pembacaan peta likuiditas, sehingga area US$65.000 tetap menjadi level krusial yang harus dipertahankan.

Arah Bitcoin Belum Jelas, Semua Mata Tertuju pada Dua Level Ini

Sementara itu, analis Ardi melihat kondisi jangka pendek Bitcoin masih berada dalam fase kompresi yang membuat arah pergerakan berikutnya belum terkonfirmasi.

BACA JUGA:  Kripto Hari Ini 3 Juni 2026: SHIB Tunggu Pemicu Reli, TRX Tunjukkan Tanda Kebangkitan

Bitcoin analisis 23 jun

Dalam time frame 4 jam, harga BTC terus bergerak di antara support sekitar US$62.500 dan resistance di kisaran US$67.000. Selama masih bertahan di dalam rentang tersebut, pasar dinilai lebih banyak melakukan perburuan likuiditas di kedua sisi dibanding membentuk tren baru yang jelas.

Ardi menempatkan area US$67.000 sebagai batas atas yang harus ditembus untuk mengonfirmasi kelanjutan pemulihan. Jika breakout berhasil terjadi dan harga mampu bertahan di atas level tersebut, momentum bullish berpotensi menguat karena struktur lower high sebelumnya berhasil ditembus.

Sebaliknya, level US$62.500 menjadi support utama yang menentukan arah pergerakan jangka pendek. Apabila area itu ditembus ke bawah, peluang pelemahan lanjutan dinilai akan kembali terbuka dan memicu tekanan jual baru.

Karena itu, Ardi menilai peluang terbaik Bitcoin saat ini berada pada dua titik ekstrem tersebut, yakni menunggu breakout di atas US$67.000 atau breakdown di bawah US$62.500. Selama harga masih bergerak di tengah rentang tersebut, risiko perburuan likuiditas dari kedua arah dinilai tetap tinggi sehingga belum memberikan keunggulan yang jelas bagi pelaku pasar.

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait