Ketua The Fed AS, Jerome Powell, menjadi subjek penyelidikan kriminal oleh jaksa federal di Washington, D.C. Penyelidikan ini berkaitan dengan dugaan pernyataan yang menyesatkan kepada Kongres mengenai proyek renovasi besar-besaran gedung markas The Fed.
Berdasarkan laporan Bloomberg, fokus utama penyelidikan adalah proyek renovasi kompleks kantor pusat The Fed yang mencakup Gedung Eccles dan beberapa bangunan pendukung lainnya. Proyek ini dilaporkan menelan biaya sekitar US$2,5 miliar, jauh melampaui estimasi awal.
Jaksa federal tengah menelusuri apakah Jerome Powell menyampaikan keterangan yang tidak akurat atau menyesatkan saat memberikan kesaksian di hadapan anggota Kongres terkait skala proyek, fitur fasilitas, serta penggunaan anggaran.
Menurut laporan, penyelidikan tersebut telah disetujui sejak November 2025 oleh jaksa federal di Distrik Columbia. Proses hukum kini memasuki tahap pengumpulan dokumen, termasuk catatan internal The Fed dan transkrip kesaksian Jerome Powell di Kongres.
Sejumlah staf senior The Fed juga disebut telah menerima surat panggilan untuk memberikan keterangan.
Powell mengonfirmasi bahwa Departemen Kehakiman AS telah mengirimkan grand jury subpoenas kepada The Fed. Namun, hingga kini belum ada dakwaan resmi yang diajukan terhadap dirinya secara pribadi.
Proyek Renovasi Gedung The Fed Jadi Sorotan
Proyek renovasi gedung The Fed awalnya dimaksudkan untuk memperbarui fasilitas yang sudah berusia puluhan tahun, termasuk sistem keamanan, struktur bangunan dan efisiensi energi.
Namun, lonjakan biaya yang signifikan memicu kritik dari sejumlah anggota Kongres, terutama terkait dugaan adanya fasilitas yang dianggap terlalu mewah untuk lembaga publik.
Dalam kesaksiannya sebelumnya, Jerome Powell menyatakan bahwa proyek tersebut tidak mencakup elemen yang bersifat berlebihan. Ia menegaskan bahwa renovasi dilakukan demi keselamatan, ketahanan bangunan, dan kelangsungan operasional bank sentral.
Namun, beberapa dokumen perencanaan yang beredar di kalangan anggota Kongres menunjukkan adanya fitur tambahan yang dinilai tidak esensial. Perbedaan antara dokumen internal dan keterangan publik inilah yang menjadi dasar awal penyelidikan.
Seorang pejabat penegak hukum yang mengetahui proses ini mengatakan bahwa penyelidikan tidak hanya menilai isi kesaksian Powell, tetapi juga komunikasi internal The Fed terkait persetujuan anggaran renovasi.
Jaksa menelusuri apakah ada unsur penyampaian informasi yang tidak lengkap kepada lembaga legislatif.
Jeremy Powell Bantah Tuduhan, Tekankan Independensi The Fed
Menanggapi kabar penyelidikan, Jerome Powell menegaskan bahwa ia akan tetap menjalankan tugasnya sebagai Ketua The Fed hingga masa jabatannya berakhir. Ia menyebut bahwa tekanan hukum terhadap bank sentral merupakan hal yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah modern AS.
“Kami akan bekerja sama dengan proses hukum, tetapi independensi The Fed adalah prinsip yang harus tetap dijaga,” ujar Powell.
Pernyataan tersebut mencerminkan sikap resmi Powell bahwa lembaga yang dipimpinnya tidak boleh dipengaruhi oleh tekanan politik atau kepentingan pihak tertentu.
Kasus ini juga muncul di tengah ketegangan antara The Fed dan pemerintahan Presiden Donald Trump. Pemerintah sebelumnya kerap mengkritik kebijakan suku bunga The Fed yang dinilai terlalu ketat dan tidak sejalan dengan agenda pertumbuhan ekonomi. Meski demikian, para pejabat Federal Reserve berulang kali menegaskan bahwa kebijakan moneter ditetapkan berdasarkan data ekonomi, bukan tekanan politik.
Dampak dari kabar penyelidikan terhadap Jerome Powell juga terasa di pasar keuangan global. Nilai tukar dolar AS sempat melemah dari posisi tertingginya setelah laporan tersebut beredar, mencerminkan kekhawatiran investor terhadap stabilitas kepemimpinan bank sentral AS.
Sejumlah analis menilai bahwa ketidakpastian hukum yang melibatkan Ketua The Fed dapat memengaruhi persepsi pasar terhadap arah kebijakan moneter. Namun, mereka juga menekankan bahwa struktur kelembagaan The Fed memungkinkan kebijakan tetap berjalan meskipun ada isu yang menimpa pimpinan tertinggi.
Hingga saat ini, penyelidikan terhadap Jerome Powell masih berada pada tahap awal. Tidak ada tuduhan resmi maupun dakwaan yang diajukan, dan belum ada indikasi waktu penyelesaian proses hukum tersebut. Departemen Kehakiman belum memberikan pernyataan terperinci mengenai arah penyelidikan.
Sementara itu, The Fed menyatakan akan tetap menjalankan fungsinya secara normal, termasuk dalam pengambilan keputusan suku bunga, pengawasan stabilitas keuangan, serta pengendalian inflasi. Powell dijadwalkan tetap memimpin rapat kebijakan moneter berikutnya sesuai agenda resmi bank sentral.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.



