Pekan ini, pasar keuangan fokus pada keputusan suku bunga Federal Reserve, yang bisa mengubah dinamika pasar. Data dari FedWatch milik CME Group menunjukkan bahwa The Fed berpeluang menurunkan suku bunga ke kisaran 3,75–4,00 persen dengan probabilitas 96 persen.
Menanggapi prospek ini, analis RLinda dalam unggahannya pada Senin (27/10/2025) menyoroti bahwa cut rate bisa melemahkan dolar, mendorong harga emas, dan memberi momentum bagi aset kripto seperti Bitcoin.

Dolar AS Bisa Tertekan Jika The Fed Melunak
Menurut RLinda, jika The Fed memangkas suku bunga dan memberi jeda atau pelonggaran, dolar AS diperkirakan akan melemah terhadap sebagian mata uang utama. Tekanan terbesar kemungkinan terjadi pada pasangan EUR/USD, GBP/USD, dan XAU/USD.
Cut rate menandakan bahwa bank sentral AS mulai mengendurkan kebijakan moneter setelah periode panjang suku bunga tinggi. Pelemahan dolar menjadi konsekuensi logis karena imbal hasil menurun, namun kondisi ini bisa berubah jika The Fed mengambil nada yang tegas.
“Jika The Fed mengambil nada lebih tegas (‘kami akan memantau, tapi siap menaikkan suku bunga lagi jika inflasi meningkat’), dolar bisa kembali menguat sementara setelah rapat,” jelas RLinda.
Meski begitu, ia memperkirakan tren utama tetap menuju pelemahan dolar hingga akhir pekan, khususnya pada Kamis hingga Jumat. Pergerakan ini dipantau ketat oleh investor yang menunggu sinyal lebih jelas dari kebijakan moneter AS.
Emas Siap Bersinar di Tengah Suku Bunga Rendah
Turunnya suku bunga dan imbal hasil obligasi merupakan kabar baik bagi emas. Ketika bunga menurun, biaya peluang untuk memegang aset tanpa imbal hasil seperti emas menjadi lebih rendah, sehingga logam mulia ini menarik perhatian investor.
Emas Jadi Tameng Negara, Bitcoin Pelan Tapi Pasti Jadi Tameng Rakyat
Selain itu, jika dolar melemah, harga emas berpotensi menguat karena hubungan keduanya yang secara historis berlawanan arah. RLinda juga menekankan pentingnya memantau perkembangan geopolitik yang dapat memicu volatilitas.
“Jika dolar AS memang terkoreksi, emas bisa kembali menguat, tetapi penting untuk memantau perkembangan perang tarif antara Amerika Serikat dan Tiongkok, serta pernyataan dari Trump,” tuturnya
Secara statistik, harga emas biasanya mengalami sedikit koreksi sebelum rapat The Fed berlangsung, kemudian berbalik naik dari posisi yang lebih menguntungkan setelah keputusan diumumkan.
The Fed Longgar, Bitcoin Siap Menguat
Sementara itu, Bitcoin berpotensi menjadi salah satu aset yang diuntungkan jika The Fed mengarah pada kebijakan yang lebih lunak. Secara historis, pelemahan dolar dan pelonggaran moneter sering kali menjadi katalis positif bagi pasar kripto.
“Bitcoin (BTC) secara tradisional merespons pelemahan dolar dan kebijakan The Fed yang longgar dengan pertumbuhan yang positif,” tulis RLinda.

Jika pemangkasan suku bunga (cut rate) dipersepsikan oleh pasar sebagai sinyal awal menuju kebijakan mirip Quantitative Easing (QE), Bitcoin bisa mendapatkan momentum kenaikan baru.
Dengan inflasi yang stabil dan sinyal pelemahan dolar, skenario moderat-bullish untuk Bitcoin hingga akhir pekan tampak cukup masuk akal. Kombinasi suku bunga rendah dan sentimen pasar yang membaik bisa menjadi bahan bakar bagi reli jangka pendek di pasar kripto.
Dengan prospek pemangkasan suku bunga, investor disarankan memantau pergerakan dolar, emas, dan Bitcoin secara cermat. Perubahan kebijakan berpotensi menciptakan peluang sekaligus risiko, sehingga strategi yang hati-hati menjadi kunci menghadapi dinamika pasar pekan ini. [dp]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.



