JPMorgan Perluas JPM Coin ke Ethereum, Bidik Pembayaran dan Tokenisasi

JPMorgan makin serius membawa bisnis keuangannya ke blockchain publik. Setelah lebih dulu meluncurkan JPM Coin di Base, bank raksasa AS itu kini memperluas token deposit tersebut ke Ethereum.

Langkah ini membuat JPM Coin masuk lebih dalam ke ekosistem kripto, sekaligus membuka jalur baru bagi pembayaran institusional dan penyelesaian transaksi aset yang di tokenisasi.

JPM Coin Kini Hadir di Ethereum

Dikutip dari laporan Bloomberg pada Senin (19/10/2026), JPMorgan akan menyediakan JPM Coin di jaringan Ethereum untuk klien institusional yang ingin melakukan transaksi berbasis blockchain.

JPM Coin sendiri merupakan deposit token yang mewakili simpanan dolar AS di JPMorgan. Dengan token ini, klien bisa mengirim dan menerima dana dalam hitungan detik selama 24 jam.

Sebelumnya, JPM Coin lebih dulu diluncurkan di Base pada 2025. Base merupakan jaringan blockchain yang terafiliasi dengan Coinbase dan cukup aktif digunakan dalam ekosistem kripto.

BACA JUGA:  Gokil! 95 Wallet Kompak Jual Memecoin FIGHT, Harga Ambruk 99 Persen

Kini penggunaannya diperluas. JPMorgan melihat JPM Coin dipakai perusahaan kripto besar hingga lembaga keuangan yang membutuhkan uang digital untuk pembayaran dan penyelesaian transaksi aset tokenisasi.

Emma Landriault, Kepala Global Kinexys Labs JPMorgan, juga menyebut token tersebut dapat digunakan sebagai alat penyelesaian maupun jaminan dalam transaksi yang melibatkan aset berbasis blockchain.

JPMorgan Rilis JPM Coin, Token Digital yang Siap Saingi Stablecoin

IKLAN
Urban Stretch Centre Medan

Wall Street dan Kripto Makin Menyatu

Masuknya JPM Coin ke Ethereum menjadi bagian dari perubahan yang lebih besar. Selama bertahun-tahun, bank cenderung bereksperimen dengan blockchain melalui jaringan privat yang aksesnya lebih terbatas.

Namun, blockchain publik menawarkan sesuatu yang berbeda. Ethereum memiliki likuiditas, aplikasi, pengembang, dan aktivitas pengguna yang lebih besar dibandingkan jaringan yang hanya dipakai oleh segelintir institusi.

Meski kepemilikan JPM Coin tetap dibatasi untuk pengguna tertentu, kehadirannya di Ethereum membawa JPMorgan lebih dekat ke infrastruktur yang selama ini menjadi salah satu pusat aktivitas kripto.

BACA JUGA:  Token Saham Apple hingga SpaceX Hadir di Indonesia, Ada Fakta Penting di Balik Kepemilikannya

Landriault melihat perkembangan tersebut sebagai bagian dari semakin dekatnya hubungan antara Wall Street dan industri kripto sepanjang tahun ini.

“Kita jelas berada dalam tahun ketika Wall Street dan kripto semakin menyatu,” ujar Landriault.

Menurutnya, pergerakan itu juga tidak hanya datang dari perusahaan keuangan tradisional. Pemain Web3 institusional mulai semakin aktif masuk ke ranah yang sebelumnya didominasi bank besar.

“Bukan hanya Wall Street yang mulai masuk ke blockchain publik, tetapi para pemain Web3 institusional juga semakin terintegrasi dan menjalin kemitraan dengan lembaga keuangan tradisional,” imbuhnya.

Masuknya JPM Coin ke Ethereum memperlihatkan bahwa batas antara keuangan tradisional dan kripto semakin tipis. Bagi JPMorgan, blockchain publik kini mulai diposisikan sebagai jalur nyata untuk pembayaran dan tokenisasi institusional.

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [dp]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait