Pembahasan rancangan undang-undang (RUU) kripto di AS dilaporkan telah memasuki tahap akhir, dengan hanya menyisakan dua hingga tiga isu utama yang masih diperdebatkan.
JPMorgan menilai bahwa proses legislasi kini telah beralih dari perdebatan luas menuju tahap finalisasi teknis. Perkembangan ini terjadi di tengah meningkatnya tekanan politik agar regulasi tersebut segera disahkan dalam waktu dekat.
Menurut laporan tersebut, kemajuan pesat dalam pembahasan RUU kripto terlihat dari berkurangnya jumlah isu yang sebelumnya mencapai lebih dari selusin poin menjadi hanya beberapa aspek krusial.
Salah satu topik yang sempat menjadi perdebatan utama adalah terkait stablecoin, terutama mengenai mekanisme insentif atau potensi imbal hasil. Kini, isu tersebut disebut telah menemukan pendekatan yang lebih dapat diterima oleh berbagai pihak, sehingga tidak lagi menjadi penghambat utama dalam proses penyelesaian.
Tekanan terhadap percepatan pembahasan RUU kripto AS kian meningkat setelah Senat AS kembali dari masa reses pada 13 April 2026. Dalam konteks ini, sejumlah pihak di parlemen menilai bahwa momentum saat ini menjadi peluang krusial untuk menyelesaikan regulasi tersebut.
Bahkan, terdapat pandangan bahwa kegagalan dalam periode ini dapat menyebabkan penundaan yang cukup panjang sebelum pembahasan kembali dilakukan di masa mendatang.
Deadline Ketat Jadi Penentu
RUU kripto tersebut dijadwalkan harus melewati tahap komite perbankan Senat sebelum pertengahan Mei 2026. Jika berhasil, dokumen tersebut berpeluang dibawa ke pembahasan penuh di Senat sebelum periode Memorial Day pada akhir Mei.
Namun, jika target waktu tersebut tidak tercapai, maka proses legislasi berpotensi tertunda, seiring dengan dinamika politik yang dapat menggeser prioritas pembahasan di parlemen.
Situasi ini menjadikan beberapa pekan ke depan sebagai periode yang sangat menentukan bagi masa depan RUU kripto AS.
Dengan sisa isu yang relatif sedikit, fokus kini tertuju pada kemampuan para pemangku kepentingan untuk mencapai kesepakatan dalam waktu terbatas. JPMorgan menilai bahwa meskipun progresnya cukup cepat, risiko penundaan tetap ada apabila kompromi tidak segera tercapai.
Dampak RUU Kripto Diprediksi Baru Terasa 2027
Meski RUU kripto AS diperkirakan dapat melaju pada 2026, dampaknya terhadap industri tidak akan langsung terasa.
Sejumlah analis memperkirakan bahwa implementasi penuh dari kebijakan tersebut membutuhkan waktu tambahan, terutama untuk penyusunan aturan turunan dan aspek teknis lainnya. Proses ini diperkirakan dapat berlangsung hingga sekitar 18 bulan setelah pengesahan.
Dengan demikian, efek nyata dari RUU kripto terhadap pasar dan ekosistem industri kemungkinan baru akan terlihat secara luas pada akhir 2026 hingga 2027. Hal ini mencerminkan bahwa meskipun proses legislasi hampir selesai, fase implementasi tetap menjadi tantangan tersendiri yang akan menentukan efektivitas kebijakan di lapangan.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.



