Jupiter Lend Kritis, Cadangan USDC Hampir Habis!

Jupiter Lend kritis karena pool USDC-nya nyaris kosong setelah satu penarikan senilai US$44 juta pada 29 Oktober 2026 menyedot 99,94 persen kas cadangannya, sementara para penabung masih mengantre untuk menarik dana sekitar US$416 juta. Kendati kondisinya saat ini sudah pulih, tingkat utilitas pool USDC Jupiter Lend masih tergolong tinggi.

Kabar Jupiter Lend kritis ini ramai dibicarakan karena angkanya mencolok sudah sempat membuat penarikan dibatasi. Dana yang tercatat milik para penabung mencapai ratusan juta dolar, tetapi yang bisa ditarik seketika hanya tersisa recehan. Yuk, kita bedah pelan-pelan supaya kamu paham apa yang terjadi dan apa artinya bagi kamu.

BACA JUGA: Mengenal Lazarus Group: Kelompok Perampok Pyongyang dengan Jejak Peretasan Miliaran Dolar!

Apa Sebenarnya yang Terjadi pada Jupiter Lend?

Melansir laman Bitquery, aplikasi pinjam-meminjam milik Jupiter di jaringan Solana ini memiliki dua sisi. Di sisi Earn, orang menyimpan USDC untuk mendapat bunga. Di sisi Borrow, orang lain menaruh aset kripto sebagai jaminan lalu meminjam USDC. Bunga dari para peminjam inilah yang dinikmati penabung.

Pada Kamis sore, 30 Oktober, Bitquery mencatat kewajiban kepada penabung USDC sebesar US$416,1 juta, sedangkan dana yang bisa ditarik hanya US$88,89. Sebelumnya, laporan Phemex menyebut angka yang lebih kecil lagi, yaitu US$3,35 pada pagi hari di Amerika Serikat. Intinya sama, pool sedang kering.

Kenapa Pool USDC Bisa Kehabisan Kas?

Cara kerjanya mirip bank kecil. Sebagian besar simpanan dipinjamkan, dan hanya sisa kas yang bisa ditarik langsung. Menurut Bitquery, sepanjang Oktober sekitar 90 persen simpanan di pool USDC Jupiter Lend sedang dipinjamkan, sehingga kas cadangan hanya sekitar 10 persen. Rata-rata hari itu, cadangan tunai berkisar US$49,1 juta dibanding US$475,5 juta yang menjadi hak penabung.

Bantalan setipis ini membuat pool rentan. Selama tidak ada yang menarik dana besar-besaran, semuanya tampak aman. Begitu ada penarikan jumbo, kas langsung ludes dan penabung harus menunggu peminjam membayar kembali atau penyimpan baru menyetor.

BACA JUGA:  Google Masuk Industri Kripto, Layanan Barunya Meluncur 2027!

Kronologi Jupiter Lend Kritis dalam Satu Malam

Melansir laman Bitquery, hari itu sudah padat. Penarikan dari Earn pada 29 Oktober adalah yang terbesar sepanjang Oktober. Pukul 21.14 UTC, kas pool tercatat US$29,7 juta. Seorang peminjam lalu melunasi sebagian pinjaman US$17 juta sehingga kas naik menjadi US$46,7 juta.

IKLAN
Urban Stretch Centre Medan

Kurang dari satu jam kemudian, pukul 21.56 UTC (sekitar 04.56 WIB pada 30 Oktober), sebuah dompet menarik US$44 juta dalam satu transaksi. Kas pool tersisa hanya US$24.405. Satu detik berselang, dompet lain dari kelompok yang sama mulai menarik USDC dari Kamino, aplikasi pinjaman Solana lainnya.

Kondisi Likuiditas USDC di Jupiter Lend yang Sempat Kritis
Kondisi Likuiditas USDC di Jupiter Lend yang Sempat Kritis. Foto: Bitquery.

Dalam waktu sekitar setengah jam, dana tersebut berpindah ke satu dompet yang lalu mengirimkannya ke Circle, penerbit USDC. Total US$70,9 juta tiba di Circle dalam sehari.

Pada pukul 09.01 UTC tanggal 30 Oktober, Jupiter Lend menyatakan bahwa ada krisis likuiditas yang menghambat penarikan. Jupiter juga menegaskan tidak memiliki eksposur ke Binance, yang saat itu sedang diguncang insiden peretasan senilai sekitar US$6,3 miliar.

BACA JUGA: Kronologi Lengkap Peretasan Binance 2026: Lebih dari Rp100 Triliun Raib dalam 4 Jam!

Paus dengan Rutinitas Tengah Malam

Yang menarik, Bitquery menemukan bahwa dompet di balik penarikan ini bukan pemain baru. Kelompok dompet milik seorang paus, istilah untuk pemegang aset sangat besar, tercatat memarkir USDC melewati tengah malam UTC selama 471 malam sejak Juli 2025.

Biasanya dana ditarik dari Kamino dan Jupiter Lend sekitar pukul 23.30 UTC, lalu dikembalikan beberapa menit setelah pukul 00.00. Total dana yang diparkir selama periode itu mencapai US$37,75 miliar, dengan nilai rata-rata sekitar US$59 juta per malam.

Pada 29 Oktober, pola itu berubah. Dana ditarik lebih awal dan tidak kembali. Satu hal penting yang perlu kamu catat, Bitquery menegaskan bahwa catatan on-chain hanya menunjukkan dompet mana yang memindahkan uang dan kapan, bukan siapa pemiliknya. Bitquery juga tidak menuduh pihak mana pun melanggar aturan.

BACA JUGA: Mengenal Lazarus Group: Kelompok Perampok Pyongyang dengan Jejak Peretasan Miliaran Dolar!

Antrean Penarikan yang Terus Memanjang

Setelah kas habis, penabung lain berebut sisa dana. Menurut Bitquery, pada hari-hari biasa sekitar 287 dompet menarik USDC dari Earn. Pada 30 Oktober, hingga pukul 16.00 UTC saja sudah ada 508 dompet yang mencoba menarik, rata-rata 4,7 kali percobaan per dompet.

Nilai penarikan tengahnya turun dari US$1.000 menjadi US$200, karena kas yang muncul langsung diserbu begitu ada peminjam yang melunasi atau penabung baru yang menyetor.

Apakah Jupiter Lend Kritis Ini Termasuk Bank Run?

Belum tentu, dan urutan kejadiannya penting. Melansir laman Bitquery, bank run klasik dimulai ketika banyak penabung menarik dana serentak karena hilangnya kepercayaan. Di sini, urutannya terbalik. Satu penarikan raksasa menghabiskan kas tipis lebih dulu, baru kemudian banyak penabung menyusul.

Jadi, penyebab utamanya lebih terkait bantalan likuiditas yang tipis dan satu penyimpan yang sangat besar, bukan kepanikan massal.

Di atas kertas, penabung belum kehilangan dana. Nilai jlUSDC, token tanda terima simpanan di Jupiter Lend, tetap naik karena bunga terus mengalir. Yang hilang untuk sementara adalah kebebasan untuk menarik dana kapan saja.

Kondisi Terbaru Terkait Krisis Likuiditas Jupiter Lend

Pada pagi hari, 31 Oktober 2026, Jupiter Lend melalui akun X resmi mereka mengumumkan kondisi terbaru terkait krisis likuiditas yang terjadi di pool USDC mereka. Mereka mengklaim kondisinya sudah teratasi dan kini penarikan bisa dilakukan kembali.


Pantauan terbaru dari data likuiditas pool Jupiter Lend juga menunjukkan peningkatan cadangan USDC di dalam pool, dana yang bisa ditarik kini berada di kisaran US$31 juta, rasio utilitas mereka juga membaik ke angka 93,08 persen setelah sebelumnya sempat menyentuh angka 100,16 persen.

Utilisasi USDC di Jupiter Lend
Utilisasi USDC di Jupiter Lend.

Kendati demikian, jika dibandingkan dengan pool stable coin lain, angka 93 persen masih tergolong tinggi. Data dari Wallet Profit menunjukan, sebagian besar pool stablecoin Jupiter Lend memiliki tingkat utilitas di bawah 90 persen.

Kondisi Likuiditas Stablecoin di Jupiter Lend
Kondisi Likuiditas Stablecoin di Jupiter Lend. Foto: Walletprofit.

Kami juga membandingkan kondisinya dengan pool di platform lain sepeti AAVE, baru-baru ini pool USDC jaringan base mereka juga memiliki tingkat utilisasi yang sangat tinggi dengan peningkatan drastis dalam waktu singkat. Berdasarkan data Aave Tracker, angkanya mencapai 98,66 persen pada 30 Oktober 2026, lalu turun menjadi 97,26 persen pada 31 Oktober 2026, dan kondisi ini telah meningkat dari 89,02 persen pada 27 Oktober 2026 lalu.

Utilisasi USDC Jaringan Base di AAVE
Utilisasi USDC Jaringan Base di AAVE.
BACA JUGA:  Stellar Berhasil Uji Mesin Baru, Performanya Mengalahkan Solana?

Apa Pelajaran dari Krisis Likuiditas USDC di Jupiter Untuk Kamu?

Singkatnya, Jupiter Lend kritis karena kas cadangan USDC yang hanya sekitar 10 persen habis oleh satu penarikan US$44 juta, lalu penabung lain ikut mengantre. Dana penabung belum dinyatakan hilang, tetapi akses penarikannya bergantung pada pelunasan pinjaman dan setoran baru.

Kendati krisis likuiditas ini diklaim telah teratasi, kondisi serupa masih mungkin terjadi saat kamu menempatkan dana di platform lending crypto, hal utama yang harus selalu kamu perhatikan sebelum menaruh dana adalah bukan seberapa besar keuntungan yang mungkin didapat, tetapi apakah kamu bisa menarik modal dan keuntungan yang kamu dapat darinya.

Artikel ini bersifat informatif dan bukan saran keuangan, jadi tetap lakukan riset sendiri sebelum menyimpan dana di protokol DeFi mana pun.

Mau belajar crypto dan blockchain lebih lanjut? Yuk, pelajari selengkapnya hanya di Blockchain Media Indonesia! [msn]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait