Langkah mengejutkan datang dari pendiri Tron, Justin Sun. Ia resmi menggugat World Liberty Financial (WLFI) yang memiliki keterkaitan dengan keluarga Donald Trump. Gugatan ini menyita perhatian karena menyangkut pembekuan token hingga ancaman pembakaran aset.
Token Dibekukan, WLFI Digugat Justin Sun
Kasus ini bermula ketika Justin Sun menuduh proyek WLFI membekukan token miliknya tanpa alasan yang jelas. Ia bahkan menyebut adanya ancaman pembakaran token secara sepihak.
Melalui unggahan di X pada Rabu (22/04/2026), Sun mengonfirmasi bahwa gugatan telah diajukan ke pengadilan federal California. Ia menegaskan bahwa langkah ini diambil setelah upaya penyelesaian secara damai tidak membuahkan hasil.
“Saya telah mencoba dengan itikad baik untuk menyelesaikan masalah ini tanpa jalur hukum. Namun, tim proyek menolak permintaan saya untuk membuka token dan memulihkan hak saya sebagai pemegang token,” ujar Sun.
Justin Sun Masih Terblokir di WLFI, Nilai Token yang Terkunci Anjlok Rp1 Triliun
Ia pun menambahkan bahwa membawa kasus ini ke pengadilan menjadi satu-satunya pilihan yang tersisa. Hal ini menunjukkan bahwa konflik antara kedua pihak telah mencapai titik buntu.
Di sisi lain, pihak WLFI sebelumnya membantah tuduhan tersebut. Mereka menyebut klaim Sun sebagai “tidak berdasar” dan bahkan menantang balik, “Kami punya kontrak. Kami punya bukti. Kami punya kebenaran. Sampai jumpa di pengadilan.”
Governance Picu Polemik, Transparansi Dipertanyakan
Ketegangan sebenarnya sudah mulai terlihat sejak awal bulan ini. Sun sebelumnya mengkritik kebijakan lockup token WLFI yang dinilai terlalu panjang dan juga merugikan investor awal.
Sorotan utamanya tertuju pada proposal governance yang diajukan pada 15 April. Dalam skema tersebut, token pendiri, tim, dan penasihat akan dikunci selama dua tahun, lalu dilepas secara bertahap selama tiga tahun berikutnya.
Tak hanya itu, proposal tersebut juga mencakup mekanisme pembakaran 10 persen token. Bagi pemegang WLFI yang tidak menyetujui skema baru, aset mereka berisiko tetap terkunci tanpa batas waktu.
Sun menilai kebijakan ini berbahaya bagi komunitas. Ia bahkan mengungkap bahwa distribusi voting proposal tersebut tidak sehat, dengan 76 persen kekuatan suara hanya berasal dari 10 wallet.
“Proposal ini buruk bagi komunitas, tetapi karena token saya dibekukan, saya bahkan tidak bisa memberikan suara,” tegasnya.
Pernyataan ini memperkuat dugaan bahwa konflik bukan hanya soal aset pribadi, tetapi juga menyangkut tata kelola proyek secara keseluruhan.
Tetap Dukung Trump di Tengah Konflik WLFI
Meski tengah berseteru dengan proyek yang dikaitkan dengan keluarga Trump, Justin Sun menegaskan bahwa posisinya terhadap Presiden AS tersebut tidak berubah.
Ia menyatakan tetap mendukung upaya pemerintahan Trump dalam mendorong regulasi kripto yang lebih ramah. Namun, Sun juga menyindir bahwa ada pihak internal WLFI yang tidak sejalan dengan nilai-nilai tersebut.
“Sayangnya, beberapa individu dalam tim proyek justru menjalankan proyek dengan cara yang bertentangan dengan nilai Presiden Trump,” ujarnya.
Perseteruan Justin Sun vs WLFI Memanas, Ini Duduk Perkaranya
Menariknya, Sun juga diketahui sebagai salah satu pemegang besar meme coin TRUMP. Kepemilikan tersebut bahkan memberinya akses ke acara eksklusif, termasuk undangan makan malam gala kripto pada Mei 2025.
Kasus ini berpotensi menjadi sorotan besar soal hak investor dan transparansi di dunia kripto. Dengan kedua pihak sama-sama bersikukuh, hasil dari proses hukum nanti akan menjadi penentu arah konflik ini ke depan.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [dp]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.


