Wallet kripto yang dikaitkan dengan Pendiri TRON, Justin Sun, dilaporkan masih berada dalam daftar hitam World Liberty Financial (WLFI), sementara nilai token WLFI yang terkunci di wallet tersebut mengalami penurunan nilai pasar sekitar US$60 juta, setara Rp1 triliun, dalam tiga bulan terakhir.
Platform analisis on-chain Bubblemaps mengungkap bahwa pembekuan tersebut masih aktif hingga saat ini dan terus menjadi perhatian pelaku industri aset digital.
Status Blacklist Belum Dicabut
WLFI memasukkan alamat wallet yang dikaitkan dengan Justin Sun ke dalam blacklist pada September lalu. Sejak saat itu, dompet tersebut tidak dapat mengirim maupun menerima token WLFI.
Pembatasan ini mencakup token WLFI yang sudah terbuka maupun token yang statusnya masih terkunci. Dengan kondisi tersebut, seluruh kepemilikan WLFI yang berada di wallet terkait menjadi tidak dapat dipindahkan atau digunakan dalam aktivitas transaksi.
Kasus ini bermula ketika platform WLFI mendeteksi adanya perpindahan sejumlah besar token WLFI dari dompet yang dikaitkan dengan Justin Sun ke sebuah bursa kripto. Aktivitas tersebut menimbulkan kekhawatiran mengenai potensi terjadinya aksi penjualan besar-besaran yang dapat memengaruhi pergerakan pasar.
Sebagai langkah pencegahan, pihak WLFI kemudian memutuskan memblokir alamat tersebut dan menonaktifkan seluruh fungsi transaksi terhadap token yang dimiliki wallet itu.
Justin Sun sebelumnya telah memberikan klarifikasi terkait perpindahan token tersebut. Ia menyatakan bahwa aktivitas yang terpantau bukanlah upaya untuk menjual token WLFI dalam skala besar, melainkan hanya pengujian sistem deposit.
Meski demikian, pernyataan tersebut tidak mengubah keputusan WLFI yang tetap mempertahankan status blacklist hingga kini.
Dampak Penurunan Nilai dan Respons Industri
Data terbaru menunjukkan bahwa meskipun token WLFI milik Justin Sun tetap berada di dompet tersebut, nilai pasarnya menyusut signifikan akibat fluktuasi harga dalam beberapa bulan terakhir.
Penurunan sekitar Rp1 triliun itu terjadi karena token yang terkunci tidak dapat diperdagangkan ataupun dipindahkan sehingga tidak dapat dimanfaatkan dalam strategi pengelolaan aset, sementara harga pasar WLFI terus mengalami koreksi.
Situasi ini membuat kasus blacklist Justin Sun kembali disorot oleh komunitas kripto global. Selain karena melibatkan salah satu tokoh terkenal di industri blockchain, kasus ini juga berkaitan dengan mekanisme pengelolaan risiko proyek kripto terhadap aktivitas pengguna besar (whale).
Sejumlah analis menyebut bahwa langkah pembekuan tersebut menunjukkan bagaimana proyek dapat mengambil tindakan pembatasan teknis terhadap alamat tertentu melalui pengaturan internal mereka.
Hingga kini belum ada informasi resmi mengenai kapan atau apakah blacklist tersebut akan dicabut. WLFI tetap mempertahankan pembatasan akses dompet yang dikaitkan dengan Justin Sun, sementara nilai token WLFI di dompet tersebut terus mengikuti perkembangan harga pasar tanpa dapat dipindahtangankan.
Peristiwa ini menambah panjang daftar dinamika antara proyek kripto dan pemegang aset besar yang dinilai dapat memengaruhi stabilitas ekosistem.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.



