Kabar Kripto Minggu Ini: Dari Revisi UU P2SK Sampai Bitcoin Ferry Irwandi

Minggu ini, dunia kripto diwarnai berbagai kabar panas. Mulai dari polemik revisi UU P2SK yang bikin pelaku industri waswas, drama panas antara Arthur Hayes dan pendiri Monad, sampai kisah lama Ferry Irwandi yang kembali viral karena investasinya di Bitcoin sejak 2012. Berikut rangkuman lengkapnya.

Revisi UU P2SK Picu Polemik Industri Kripto

Tampilan Halaman Pertama Revisi UU P2SK

Revisi UU P2SK jadi sorotan besar minggu ini karena dianggap bakal mengubah arah industri kripto di Indonesia. Setelah sektor kripto menyumbang pajak hingga Rp1,71 triliun, pemerintah mulai mendorong aturan baru yang memindahkan pengawasan dari Bappebti ke OJK. Tujuannya diklaim untuk memperkuat pengawasan, tapi banyak pelaku industri justru merasa khawatir.

Masalah utama muncul dari rencana pembentukan sistem “bursa tunggal”. Jika aturan ini disahkan, semua perdagangan kripto akan dipusatkan di satu infrastruktur utama. Kondisi ini dinilai berisiko tinggi karena jika sistem pusat bermasalah, seluruh aktivitas perdagangan nasional bisa ikut lumpuh dalam waktu bersamaan.

IKLAN
Chat via WhatsApp

Selain itu, syarat pendirian bursa kripto baru dianggap hampir mustahil dipenuhi. Modal minimal Rp1 triliun, kewajiban 11 pendiri yang tidak saling terafiliasi, serta batasan kepemilikan saham yang sangat ketat membuat persaingan di industri ini terancam mati sebelum tumbuh. Akibatnya, pemain baru akan sulit masuk ke pasar.

BACA JUGA:  Bitcoin Merah? Robert Kiyosaki Bilang Ini Justru Fase Penting

Jika aturan ini diterapkan tanpa perubahan, Indonesia berisiko kehilangan inovasi di sektor kripto. Exchange lokal bisa kehilangan daya saing, investor bisa berpindah ke platform luar negeri, dan industri dalam negeri berpotensi mandek. Inilah alasan kenapa publik mulai mempertanyakan arah besar regulasi kripto di Indonesia.

BACA JUGA: Regulasi Kripto ala Revisi UU P2SK: Upaya Perlindungan atau Pengekangan?

Drama MON: Arthur Hayes vs Pendiri Monad

Tokenomics Monad (MON)
Tokenomics Monad (MON)

Drama panas terjadi di pasar kripto setelah Arthur Hayes menyebut token MON dari proyek Monad bisa anjlok hingga 99 persen. Pernyataan ini langsung jadi perhatian karena Hayes dikenal sebagai salah satu tokoh paling berpengaruh di industri kripto. Banyak investor langsung panik dan mulai mempertanyakan masa depan proyek tersebut.

Pendiri Monad, Keone Hon, tidak tinggal diam. Ia menjelaskan bahwa Monad punya teknologi yang serius, termasuk kecepatan transaksi tinggi dan sistem validator yang besar. Ia juga menekankan bahwa proyek ini tetap mengutamakan desentralisasi, bukan sekadar mengejar performa seperti data center chain.

Meski begitu, fokus kritik Hayes bukan pada teknologi, melainkan pada tokenomics, atau cara distribusi dan suplai token. Menurut Hayes, masalah terbesar ada pada potensi tekanan jual dari suplai token yang tidak seimbang dengan permintaan. Sementara Keone membantah dan menyebut inflasi hanya 2 persen per tahun serta distribusi token dibuat lebih adil bagi investor ritel.

BACA JUGA:  Berita Kripto Minggu Ini: Jejak Epstein, Crash Maut, hingga Sosok Misterius di Podcast!

Perdebatan ini membuat komunitas kripto terbelah. Sebagian percaya teknologi Monad menjanjikan, sementara yang lain merasa peringatan Hayes patut diperhatikan. Drama ini menunjukkan bahwa di dunia kripto, bukan hanya teknologi yang menentukan, tapi juga desain ekonomi token.

BACA JUGA: Drama MON Memanas! Pendiri Monad Tanggapi Tuduhan Hayes

Ferry Irwandi dan Kisah 400 Bitcoin Sejak 2012

Nama Ferry Irwandi kembali viral setelah kisah lamanya soal investasi Bitcoin muncul ke permukaan. Ia mengaku membeli sekitar 400 BTC pada 2012 saat harga masih sangat murah, sekitar US$6–US$7 per koin. Di masa itu, Bitcoin masih dianggap eksperimen dan belum dipercaya seperti sekarang.

Modal yang ia keluarkan saat itu terbilang besar untuk ukuran zamannya, sekitar US$2.400 atau puluhan juta rupiah. Keputusan ini tergolong sangat berani karena saat itu hampir tidak ada yang tahu apakah Bitcoin akan sukses atau justru menghilang. Namun Ferry tetap bertahan dengan keyakinannya.

Saat harga Bitcoin memuncak di 2021, nilai investasinya sudah berpotensi mencapai ratusan miliar rupiah. Bahkan jika masih disimpan hingga 2025 saat harga Bitcoin menyentuh level tertinggi baru, total nilainya bisa mencapai ratusan miliar hingga mendekati triliunan rupiah.

BACA JUGA:  Rungkad! Holder MANTA Asal Indonesia Loss Rp800 Juta

Kisah ini jadi contoh nyata bagaimana kesabaran dan visi jangka panjang bisa mengubah hidup seseorang. Banyak anak muda akhirnya terinspirasi, tapi di saat yang sama diingatkan bahwa hasil besar di dunia kripto biasanya datang dari keberanian mengambil risiko sejak awal.

BACA JUGA: Beli Bitcoin Sejak 2012, Segini Nilai BTC Ferry Irwandi Saat Ini

Pekan ini menunjukkan bahwa industri kripto tetap penuh dinamika. Regulasi makin ketat, proyek baru bermunculan dengan drama, sementara kisah investor lama terus jadi inspirasi. Mulai dari polemik regulasi, perang narasi antar tokoh kripto, hingga cerita sukses Bitcoin, semua jadi bukti bahwa dunia kripto masih jauh dari kata sepi.

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [msn]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait

Iklan Bitget Blockchain Media Indonesia