Kacau! Meteora Kena Tipu, Rp25 Miliar Berhasil Digondol Scammer

Kabar kurang menyenangkan datang dari proyek kripto Meteora. Mereka mengungkap telah menjadi korban penipuan besar yang menyebabkan kerugian hingga Rp25 miliar. Insiden ini terjadi di tengah upaya perusahaan melakukan buyback token mereka sendiri.

Modus Escrow Palsu, Rp25 Miliar Lenyap

Berdasarkan Q1 2026 Token Holders’ Report yang dirilis pada April, insiden ini terjadi pada 17 Januari 2026. Saat itu, Meteora tengah melakukan pembelian token MET melalui skema over-the-counter (OTC).

Di awal, transaksi tersebut tampak meyakinkan. Mekanisme escrow digunakan sebagai lapisan pengaman, sehingga prosesnya terlihat aman bagi kedua pihak yang terlibat.

Namun, situasi berubah saat scammer melancarkan aksinya. Dengan skema escrow palsu, mereka menipu kedua pihak secara bersamaan hingga Meteora tanpa sadar mengirim dana Rp25 miliar ke address penipu.

“US$1,5 juta telah hilang akibat penipuan OTC saat mencoba untuk melakukan buyback token kami,” sebagaimana tercantum dalam laporan tersebut.

BACA JUGA:  Apa itu Meteora Solana? Ini Cara Kerja dan Tutorial Menggunakannya!

Kondisi semakin sulit karena dana yang sudah dikirim kemudian dialirkan melalui exchange seperti KuCoin sebagai bagian dari proses mixing, sehingga peluang pelacakan maupun pemulihan aset menjadi terbatas.

Dalam beberapa waktu terakhir, KuCoin kerap disebut dalam berbagai kasus kejahatan kripto. Sebelumnya, dana hasil phishing yang menimpa seorang musisi dilaporkan mengalir melalui bursa ini, begitu pula pada kasus penyebaran aplikasi Ledger palsu.

Memahami Pasar Tersembunyi Bernama OTC di Dunia Kripto

Arus Dana Terungkap, Kerugian Tak Terhindarkan

Dalam laporan yang sama, Meteora mencatat total arus keluar terkait token MET mencapai US$2,5 juta. Rinciannya, US$1 juta digunakan untuk buyback token, sementara US$1,5 juta lainnya hilang akibat penipuan.

Meski terkena insiden, perusahaan menunjukkan cash flow yang sehat. Biaya operasional tercatat US$4,2 juta, sedikit lebih rendah dari rata-rata kuartal 2025 yang berada di US$4,7 juta. Sementara itu, belanja modal relatif kecil, sekitar US$388 ribu.

BACA JUGA:  Analisis Kripto: SOL Jadi Sorotan, 4 Altcoin Ikut Bersiap

Sebagai langkah lanjutan terkait penipuan tersebut, Meteora telah melaporkan kasus ini ke pihak berwenang. Namun, karena dana sudah melalui proses mixing, peluang pemulihan dinilai sangat kecil.

Kasus ini kembali menjadi pengingat bahwa transaksi OTC tetap menyimpan risiko besar. Tanpa verifikasi yang ketat dan transparansi yang jelas, bahkan proyek besar pun bisa menjadi korban.

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [dp]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait