Kalimasada Sebut TAO Bisa Jadi “The Next Zcash”, Apa Alasannya?

Bittensor (TAO) mulai mencuri perhatian pendiri Akademi Crypto, Kalimasada. Di balik narasi AI yang sudah cukup ramai, ia justru melihat kombinasi lain yang membuat aset ini berpotensi mengikuti jejak reli Zcash.

Kalimasada Sebut TAO Bisa Jadi “The Next Zcash

Pandangan tersebut disampaikan Kalimasada dalam podcast di kanal YouTube Xander Crypto pada Senin (14/09/2026), ketika pembahasan mulai beralih dari perkembangan Robinhood Chain menuju potensi Bittensor.

Saat ditanya mengenai TAO, Kalimasada tidak menutupi pandangannya. Ia mengaku masih cukup optimistis dan bahkan melihat Bittensor berpeluang mengikuti pola yang sebelumnya terlihat pada Zcash.

“Saya relatif bullish juga ya. Saya mah juga ngerasa kayak dia bisa jadi the next Zcash (ZEC) juga, I think,” ungkap Kalimasada ketika membahas prospek Bittensor.

Kalimasada Ungkap Narasi Crypto Paling Menarik 2026, Sektor Apa yang Masih Early?

Perbandingan tersebut bukan muncul begitu saja. Partner Timothy Ronald dalam membangun Akademi Crypto itu melihat keduanya sempat bergerak cukup lama tanpa banyak sorotan. 

BACA JUGA:  Polymarket Diguncang Dugaan Insider Trading, CFTC Buka Tiga Penyelidikan Baru

“Karena Zcash kan juga udah tidur lumayan lama ya. Bittensor juga relatif lama,” ujarnya, menjelaskan salah satu kemiripan yang membuat TAO mulai masuk ke dalam radarnya.

Bukan Cuma AI, Ada Narasi Privacy dan Smart-Money

Bukan hanya soal pola harga, Kalimasada juga melihat TAO membawa kombinasi narasi yang kuat. Bittensor menurutnya berada di persimpangan antara AI, komputasi terdesentralisasi, dan privacy.

IKLAN
Urban Stretch Centre Medan

“Kenapa? Karena dia juga ada narasi privacy. Dia juga kayak decentralized computing AI,” jelasnya ketika membedah alasan Bittensor masih menarik untuk diperhatikan pada kondisi pasar sekarang.

Narasinya semakin menarik setelah Kalimasada menyinggung Barry Silbert. Ia melihat ada irisan smart money antara Bittensor dan Zcash yang menurutnya layak diperhatikan lebih jauh oleh pelaku pasar kripto.

“Terus saya ngerasa smart money-nya juga sama ya. Ada juga Barry Silbert juga di dalamnya, salah satu investornya Zcash,” lanjut Kalimasada langsung dalam pembahasan tersebut.

BACA JUGA:  8 Bulan Berlalu, Bagaimana Perkembangan Kasus Timothy Ronald?

Ia turut menyoroti perhatian terhadap teknologi Bittensor dari nama besar industri AI. Dalam percakapan tersebut, Kalimasada secara khusus membawa nama CEO Nvidia, Jensen Huang, dan konsep subnet.

“Kamu tahu yang Jensen Huang kan ngomongin Bittensor itu? Maksudnya itu juga dibahas juga ya tentang subnet-nya,” ujarnya, menambahkan alasan lain di balik ketertarikannya terhadap TAO.

Harga TAO Naik 14 Persen, Momentum Mulai Terbentuk

Menariknya, pandangan Kalimasada muncul ketika pergerakan TAO menunjukkan tenaga. Dalam sepekan terakhir, harganya menguat lebih dari 14 persen dan kembali bergerak di kisaran US$266.

Pergerakan Harga Bittensor (TAO) - CoinMarketCap
Pergerakan Harga Bittensor (TAO) – CoinMarketCap

Kenaikan ini membuat TAO kembali masuk radar trader di pasar crypto setelah sebelumnya bergerak lebih tenang. Momentum ini sekaligus membuat narasi AI dan Bittensor kembali mendapat perhatian.

Kalimasada sendiri menilai narasi AI belum selesai. Ia juga menyinggung posisi Bittensor dalam portofolio Grayscale, yang semakin menambah alasan di balik pandangan positifnya terhadap TAO.

BACA JUGA:  Kripto Hari Ini 8 September 2026: VIRTUAL, INJ, TAO, WLD dan ICP Ketuk Pintu Reli, Targetnya Nggak Kaleng-kaleng

Dengan kombinasi AI, privacy, decentralized computing, smart money, serta momentum harga yang kembali menguat, TAO menjadi salah satu aset yang tampaknya menarik untuk dipantau.

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita Bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [dp]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait