Platform pasar prediksi Polymarket menunjuk veteran keuangan Warren Jenson sebagai Chief Financial Officer (CFO) baru, di tengah upaya perusahaan memperluas bisnis sekaligus mengejar ketertinggalan dari rival utamanya, Kalshi.
Berdasarkan laporan Reuters pada Kamis (10/9/2026), Jenson membawa pengalaman lebih dari tiga dekade di bidang keuangan dan pernah menduduki posisi CFO di sejumlah perusahaan besar, termasuk Amazon, Electronic Arts, Delta Air Lines dan Nielsen.
Jenson nantinya akan melapor langsung kepada Pendiri sekaligus CEO Polymarket, Shayne Coplan. Ia diproyeksikan mengambil peran penting dalam perencanaan jangka panjang perusahaan ketika Polymarket memperbesar operasinya di AS maupun pasar global.
“Pengalamannya [Jenson] akan sangat krusial bagi segala hal yang kita bangun ke depannya,” ujar Coplan.
Penunjukan tersebut datang ketika persaingan industri prediction market semakin memanas. Data Piper Sandler menunjukkan volume gabungan dua platform teratas di sektor ini mencapai sekitar US$48,4 miliar sepanjang Agustus.
Dari jumlah tersebut, Kalshi mencatat sekitar US$40 miliar. Itu berarti volumenya nyaris lima kali lebih besar dibandingkan Polymarket dalam periode yang sama.
Dari Amazon hingga Ripple, Polymarket Bawa Masuk Veteran Keuangan
Jenson bukan nama baru di lingkungan perusahaan teknologi besar. Selain pernah menjadi CFO Amazon, Electronic Arts, Delta Air Lines dan Nielsen, ia saat ini juga duduk di jajaran Direksi Dropbox.
Keterkaitannya dengan industri kripto bahkan sudah berlangsung beberapa tahun. Berdasarkan pengumuman resmi Ripple, Jenson bergabung dengan Dewan Direksi perusahaan blockchain tersebut pada Mei 2023 dan sekaligus ditunjuk sebagai Chair of the Audit Committee.
Halaman kepemimpinan Ripple saat ini juga masih mencantumkan Jenson sebagai salah satu anggota dewan perusahaan.
Masuknya Jenson memperpanjang daftar perekrutan eksekutif berpengalaman oleh Polymarket. Perusahaan sebelumnya mengangkat mantan eksekutif Uber dan Pendiri Bird, Travis VanderZanden, sebagai Chief Growth Officer.
Langkah tersebut menunjukkan Polymarket sedang memperkuat struktur kepemimpinannya saat bisnis prediction market tumbuh semakin besar dan persaingan memperebutkan pengguna semakin ketat.
Kejar Kalshi di Tengah Bisnis yang Terus Membesar
Meski tertinggal dari Kalshi dalam volume perdagangan terbaru, skala bisnis Polymarket sendiri telah berkembang pesat.
Pada Juni lalu, Reuters melaporkan bahwa annualized revenue Polymarket telah menembus lebih dari US$1 miliar, menurut sumber yang mengetahui kinerja perusahaan.
Popularitas prediction market meningkat seiring pengguna memperdagangkan kontrak berdasarkan berbagai peristiwa dunia nyata, mulai dari pemilu dan olahraga hingga kebijakan ekonomi dan pergerakan pasar.
Polymarket juga semakin agresif mencari modal untuk mendukung pertumbuhannya. Pada Agustus, perusahaan dilaporkan tengah mencari pendanaan sekitar US$1 miliar dengan valuasi lebih dari US$20 miliar.
Dalam putaran sebelumnya pada April, Polymarket disebut telah menghimpun US$1 miliar pada valuasi US$15 miliar, termasuk investasi US$600 juta dari Intercontinental Exchange (ICE), perusahaan induk New York Stock Exchange.
Di AS, fondasi regulasi Polymarket juga semakin jelas. Catatan resmi Commodity Futures Trading Commission (CFTC) menunjukkan QCX LLC kini beroperasi dengan nama Polymarket US dan berstatus sebagai Designated Contract Market.
Kombinasi ekspansi regulasi, tambahan modal dan perekrutan eksekutif senior menunjukkan Polymarket sedang memasuki fase pertumbuhan yang lebih agresif.
Namun, angka volume Agustus memperlihatkan tantangan yang dihadapi tidak kecil. Dengan Kalshi yang menguasai sekitar US$40 miliar dari US$48,4 miliar volume dua pemain terbesar, tugas Jenson bukan hanya membantu Polymarket tumbuh, tetapi melakukannya ketika rival utamanya sudah membangun keunggulan yang cukup jauh.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.


