spot_img
spot_img

Kapan Robinhood Akan Jual Shiba Inu (SHIB), Setelah Menguat 1000 Persen?

Kapan Robinhood akan menjual kripto Shiba Inu (SHIB) mungkin adalah harapan terbesar para penggemarnya. Sebagian lagi berpendapat, SHIB tidak perlu Robinhood untuk menjadi lebih besar. Robinhood masih mempertimbangkan menambah kripto baru, setelah pekan ini memastikan kejelasan peraturan.

Walaupun begitu jumlah dukungan SHIB agar diperdagangkan di Robinhood semakin banyak. Setidaknya itu tercermin dari jumlah suara di petisi Change.org yang sudah mencapai lebih dari 400 ribu tandatangan.

Toh lagi, hasil jajak pendapat yang dilayangkan Robinhood sendiri, SHIB masuk 5 besar agar bisa masuk di aplikasi keuangan popular asal AS itu.

Sebelumnya pihak Robinhood menegaskan, bahwa mungkin perlu menunggu waktu dan tidak terburu-buru untuk membuat kripto ataupun saham baru.

Dilansir dari Reuters, Jumat (29/10/2021), sejumlah analis juga memperkirakan pertumbuhan pendapatan Robinhood datang dari arah lain, bukan sekadar dari kripto.

Shiba Inu adalah spin-off dari Dogecoin (DOGE). DOGE sendiri lahir sebagai sindiran dari kegilaan cryptocurrency pada tahun 2013, dan hampir tidak memiliki penggunaan praktis.

Sedangkan SHIB menyindir karakter sentralistik DOGE karena Elon Musk, namun harganya telah meroket sebanyak 1.000 persen dalam 30 hari saja. Capaian ini melampaui Dogecoin untuk menjadi kripto terbesar kedelapan di dunia dengan kapitalisasi pasar US$42 miliar. SHIB pun sempat mampu menggeser posisi DOGE di peringkat ke-10 versi Coinmarketcap. Hari ini terpantau SHIB berada di peringkat ke-9 dan DOGE berada di bawahnya.

Mengapa Harus Robinhood?

Investor dan trader sebenarnya bisa membeli SHIB di Coinbase, khususnya bagi warga AS. Hanya saja Robinhood berani menawarkan biaya yang lebih rendah, seperti yang mereka lakukan pada kelas aset lain. Hal lainnya, Robinhood sangat popular di kalangan Milenial AS, yang juga merupakan pangsa pasar terbesar kripto di banyak negara.

Asal tahu saja, Dogecoin ada di Robinhood sejak tahun lalu, mencapai 62 persen dari volume transaksi kripto pada kuartal kedua.

Robinhood juga memastikan minggu ini pihaknya berencana untuk menunggu lebih banyak kejelasan peraturan seputar kripto yang bisa diperdagangkan. Dalam hal ini Robinhood akan berkoordinasi dulu dengan Komisi Sekuritas dan Bursa (SEC), AS.

Robinhood Harus Waspada

Jika investor terus mencari kripto baru untuk prospek pengembalian yang lebih cepat, platform kripto harus tetap waspada agar klien mereka tetap senang, kata Mati Greenspan, CEO Quantum Capital, dilansir dari Reuters.

“Untuk bursa kripto lain mungkin melonggarkan jalur penerimaan mereka dengan mengurangi uji tuntas dan akhirnya mereka bisa secara tidak sengaja mencantumkan kripto yang tidak berguna, atau bahkan terkait scam,” katanya.

Sedikit bernada berbeda, Joseph Edwards, Kepala Penelitian di Enigma Securities di London mengatakan, perusahaan cenderung akan memfasilitasi perdagangan jika bisa mendapatkan keuntungan besar dalam jangka pendek.

Broker akan selalu mengejar tren dalam hal memfasilitasi akses pasar ke apa pun, demi profitabilitas jangka pendek mereka,” katanya.

Pendapatan Robinhood dari perdagangan kripto telah tumbuh sebesar 860 persen selama setahun terakhir, karena minat investor ritel dalam kripto meningkat, membawa jutaan pelanggan baru.

Tetapi pendapatan tersebut anjlok 78 persen dari kuartal kedua, kata perusahaan awal pekan ini, jauh lebih banyak dari penurunan volume perdagangan crypto di seluruh industri sekitar 35 persen.

Saham Robinhood jatuh minggu ini setelah broker ritel melaporkan pendapatan lebih rendah dari yang diharapkan.

Robinhood baru-baru ini mengatakan akan meluncurkan dompet kripto awal tahun depan, yang memungkinkan penggunanya untuk mentransfer kripto ke dan dari akun Robinhood. Mereka mengklaim pada Selasa lalu, lebih dari 1 juta orang telah mendaftar untuk layanan tersebut. [ps]


spot_img

Terkini

spot_img

Terkait