Kasus pencurian aset kripto yang melibatkan perangkat hardware wallet Ledger di Asia Tenggara kini membawa konsekuensi baru bagi distributor CryptoBilis. Produsen dompet kripto OneKey resmi mencabut status CryptoBilis sebagai reseller resmi sekaligus menawarkan penggantian perangkat gratis kepada pelanggan yang memenuhi syarat.
Keputusan tersebut diumumkan OneKey pada Senin (12/10/2026), menyusul laporan kehilangan aset dalam jumlah besar yang dialami sejumlah pengguna Ledger setelah membeli perangkat melalui distributor tersebut.
Dalam pernyataan resminya, OneKey menegaskan bahwa keputusan tersebut merupakan langkah pencegahan terhadap potensi risiko keamanan dalam rantai distribusi hardware wallet.
Meski demikian, perusahaan menyatakan belum menerima laporan kehilangan aset dari pengguna perangkat OneKey yang berkaitan dengan insiden CryptoBilis.
Dengan demikian, program penggantian perangkat tersebut bukan merupakan konfirmasi bahwa dompet OneKey telah dimodifikasi atau digunakan dalam pencurian yang sama.
Perkembangan ini menandai meluasnya dampak kasus Ledger, dari persoalan kehilangan aset pengguna menjadi perhatian terhadap keamanan distributor dan pengawasan perangkat sebelum sampai ke tangan pembeli.
OneKey Depak CryptoBilis, Pembeli Bisa Dapat Dompet Baru Gratis
OneKey menetapkan bahwa seluruh model hardware wallet miliknya yang dibeli melalui CryptoBilis sejak 1 Maret hingga 12 Oktober 2026 memenuhi syarat untuk mendapatkan penggantian gratis.
Program tersebut berlaku untuk perangkat yang belum diaktifkan maupun yang sudah digunakan. Pelanggan dapat mengajukan permohonan penggantian hingga 31 Desember 2026.
Menariknya, OneKey tidak mewajibkan pelanggan mengembalikan perangkat lama. Perusahaan akan mengirimkan unit baru dengan model yang sama secara langsung melalui toko resminya.
Apabila model perangkat yang dibeli sudah tidak tersedia, pelanggan akan memperoleh model yang lebih baru tanpa biaya tambahan.
Untuk mengikuti program tersebut, pelanggan diminta menghubungi layanan dukungan melalui situs resmi OneKey dengan menyertakan bukti pembelian, model perangkat, serta informasi mengenai status aktivasi atau penggunaan dompet.
OneKey juga mengingatkan pelanggan yang masih menyimpan aset kripto pada perangkat terkait agar segera memindahkan dananya ke dompet terpercaya yang menggunakan recovery phrase baru.
Langkah tersebut dinilai penting karena penggantian perangkat saja tidak cukup apabila recovery phrase lama telah diketahui pihak lain. Pengguna juga diminta tidak menggunakan kembali recovery phrase lama ketika mengaktifkan perangkat pengganti.
Selain mencabut otorisasi CryptoBilis, OneKey menghentikan sementara penerimaan reseller baru dan memulai pemeriksaan ulang terhadap seluruh mitra distribusi yang sudah terdaftar.
Pemeriksaan tersebut mencakup verifikasi badan usaha hingga identitas pemilik manfaat akhir atau ultimate beneficial owner. Distributor yang tidak dapat memenuhi persyaratan tersebut berisiko kehilangan otorisasi penjualan.
Salah satu aspek menarik dari keputusan OneKey adalah penetapan 1 Maret 2026 sebagai awal periode penggantian perangkat.
Tanggal tersebut dipilih berdasarkan informasi mengenai perubahan kepemilikan dan pengelolaan CryptoBilis pada awal tahun ini.
Dalam pernyataan kepada Tibane Labs, mantan Pendiri CryptoBilis, Arravind Prabu dan Vimalatheethan, menjelaskan bahwa perusahaan telah diakuisisi oleh pemilik baru dan seluruh tanggung jawab operasional, manajerial, serta administratif diserahkan pada Maret 2026.
Keduanya juga menyatakan tidak lagi memiliki akses terhadap sistem internal, database pelanggan, riwayat pesanan, ataupun komunikasi perusahaan setelah proses serah terima selesai.
OneKey menggunakan informasi tersebut untuk menetapkan cakupan program penggantian, sehingga pembelian sepanjang periode transisi kepemilikan turut dilindungi.
Namun, perubahan kepemilikan CryptoBilis belum dapat dianggap sebagai bukti bahwa pemilik atau manajemen baru terlibat dalam dugaan modifikasi perangkat maupun pencurian aset pengguna Ledger.
Jejak Dana ke Binance Dikoreksi, Kerugian Ledger Tembus US$100 Juta
Di tengah keputusan OneKey, perkembangan lain muncul dari investigasi aliran dana terkait pencurian aset pengguna Ledger.
Sebelumnya, Blockchainmedia dalam artikel berjudul Dana Kasus Ledger Terendus Masuk Binance, Jejak 195 Transaksi Terungkap yang diterbitkan pada Senin (12/10/2026) melaporkan temuan awal YFarmX mengenai sekitar 10,03 juta USDT dalam 195 transaksi menuju alamat deposit Binance.
Namun, perkembangan investigasi berikutnya mengubah kesimpulan mengenai asal dana tersebut setelah identitas sejumlah alamat perantara berhasil dipastikan oleh peneliti.
Dalam koreksi investigasi pada 12 Oktober, pukul 19.00 WIB, Bitquery menjelaskan bahwa empat alamat TRON yang sebelumnya diklasifikasikan sebagai kelompok transaksi OTC ternyata merupakan vault milik protokol pertukaran lintas blockchain THORChain.
Vault tersebut digunakan untuk menerima dan memproses aset dari banyak pengguna, sehingga transaksi keluar dari alamat tersebut tidak otomatis dapat dikaitkan dengan satu pihak tertentu.
Bitquery memastikan bahwa pelaku pencurian memang menggunakan THORChain untuk menukar USDT menjadi Ethereum (ETH). Namun, transaksi dari vault tersebut menuju Binance yang sebelumnya dihubungkan dengan pelaku ternyata merupakan aktivitas pengguna THORChain lainnya.
Karena itu, Bitquery secara resmi mencabut atribusi sebelumnya yang menghubungkan aliran dana tersebut dengan pelaku pencurian Ledger.
Penjelasan serupa tercantum dalam investigasi terbaru YFarmX, yang mengidentifikasi enam alamat TRON terkait sebagai vault aktif THORChain.
Menurut YFarmX, transaksi bertahap senilai 20.000 hingga 70.000 USDT menuju alamat deposit Binance berasal dari penarikan pengguna THORChain lainnya melalui akun perdagangan layanan tersebut.
Dengan demikian, angka 10,03 juta USDT dalam 195 transaksi yang sebelumnya diberitakan tidak lagi dapat diatribusikan sebagai dana hasil pencurian Ledger yang mengalir ke Binance.
Meski begitu, koreksi tersebut tidak berarti seluruh kemungkinan aliran dana terkait pelaku menuju Binance telah gugur.
YFarmX masih mengidentifikasi dua transaksi kecil, masing-masing sekitar US$50 dalam bentuk ETH, menuju alamat yang dilabeli sebagai deposit Binance melalui jalur berbeda di jaringan Ethereum.
Temuan tersebut memperlihatkan pentingnya membedakan transaksi yang benar-benar dapat ditelusuri ke alamat pelaku dengan aktivitas pengguna lain yang menggunakan layanan pertukaran aset yang sama.
Sementara itu, estimasi nilai kerugian akibat kasus Ledger terus meningkat setelah peneliti menemukan sejumlah alamat tambahan yang sebelumnya belum masuk dalam perhitungan.
Dalam pembaruan 12 Oktober, YFarmX memperkirakan sekitar US$103,4 juta telah dikuras dari 530 alamat pada tujuh jaringan blockchain.
Angka tersebut mencakup sembilan alamat TRON tambahan yang diketahui kehilangan sekitar 8,81 juta USDT pada 9 Oktober 2026, tetapi baru teridentifikasi dalam pembaruan investigasi berikutnya.
Bitquery juga melaporkan penambahan sembilan dompet tersebut, sehingga estimasi kerugian berdasarkan cakupan penelusurannya meningkat menjadi sekitar US$102 juta dari 324 dompet pada enam jaringan blockchain.
Perbedaan angka kedua peneliti mencerminkan cakupan alamat dan metode penghitungan yang tidak sepenuhnya sama. Keduanya merupakan estimasi independen, bukan total kerugian resmi yang telah dikonfirmasi Ledger.
Jumlah alamat yang teridentifikasi juga tidak dapat langsung disamakan dengan jumlah korban individu karena satu pengguna dapat mengendalikan beberapa alamat blockchain.
Ledger sebelumnya telah mengonfirmasi penemuan komponen perangkat keras tidak sah pada salah satu perangkat milik pengguna yang terdampak. Namun, penyelidikan belum memastikan bahwa seluruh kehilangan aset disebabkan oleh mekanisme kompromi yang sama.
Di tengah investigasi yang masih berlangsung, keputusan OneKey menunjukkan bahwa dampak kasus ini mulai mendorong pemeriksaan lebih ketat terhadap rantai distribusi hardware wallet, termasuk kejelasan kepemilikan reseller dan integritas perangkat sebelum diterima pelanggan.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.


