Pemerintah Kazakhstan sedang menyiapkan dana cadangan kripto nasional bernilai antara US$500 juta hingga US$1 miliar, yang rencananya akan diluncurkan pada akhir 2025 atau awal 2026.
Inisiatif ini menjadikan Kazakhstan sebagai salah satu negara pertama di Asia Tengah yang mengintegrasikan aset digital ke dalam kebijakan keuangannya secara terstruktur.
Berdasarkan laporan Bloomberg, dana tersebut akan menggunakan sebagian besar aset yang disita atau direpatriasi dari luar negeri.
Pemerintah berencana menempatkannya dalam Exchange-Traded Fund (ETF) dan saham perusahaan yang bergerak di bidang aset digital. Menariknya, Kazakhstan tidak akan langsung berinvestasi dalam mata uang kripto seperti Bitcoin atau Ethereum untuk menghindari risiko volatilitas tinggi yang melekat pada pasar kripto.
Rencana ambisius ini dipandang sebagai langkah strategis untuk memodernisasi sistem keuangan nasional dan memperluas sumber pendapatan negara.
Dengan menyalurkan dana ke sektor berbasis blockchain, Kazakhstan ingin memanfaatkan momentum pertumbuhan teknologi keuangan global tanpa harus terpapar langsung pada fluktuasi harga aset digital.
“Langkah ini menandai era baru bagi pengelolaan kekayaan negara di Asia Tengah, di mana aset digital mulai dianggap sebagai instrumen ekonomi yang sah,” ujar seorang pejabat pemerintah Kazakhstan.
Arah Baru Ekonomi Digital Kazakhstan
Langkah ini merupakan bagian dari upaya pemerintah Kazakhstan untuk memperkuat posisi negara di sektor keuangan digital global.
Selama beberapa tahun terakhir, Kazakhstan telah aktif mempromosikan transformasi digital dan memperkuat regulasi terkait aset kripto serta infrastruktur blockchain.
Pendirian dana ini diperkirakan akan dikelola secara profesional oleh lembaga investasi nasional dengan pengawasan ketat dari otoritas keuangan negara.
Sebagian besar alokasi dana akan difokuskan pada ETF berbasis perusahaan teknologi, platform blockchain dan penyedia infrastruktur aset digital, baik di tingkat lokal maupun internasional.
Meski belum ada pengumuman resmi mengenai mitra internasional yang akan terlibat, sejumlah analis memperkirakan Kazakhstan akan bekerja sama dengan manajer investasi global yang memiliki pengalaman dalam pengelolaan portofolio aset digital.
Pendekatan ini dianggap sebagai strategi mitigasi risiko sekaligus cara untuk memperluas jejaring keuangan negara di pasar global.
Selain mendukung pertumbuhan sektor digital, dana cadangan kripto ini juga diharapkan dapat menarik investasi asing langsung (FDI) dan memperkuat posisi Kazakhstan sebagai hub finansial baru di kawasan Eurasia.
Negara ini sebelumnya telah menjadi rumah bagi berbagai perusahaan penambangan kripto besar setelah Tiongkok melarang aktivitas tersebut pada 2021.
Memanfaatkan Aset Repatriasi untuk Masa Depan
Salah satu aspek paling menarik dari proyek ini adalah sumber pendanaannya. Sebagian besar modal awal dana tersebut berasal dari aset negara yang disita atau berhasil direpatriasi dari luar negeri.
Pemerintah melihat peluang untuk memanfaatkan kembali aset tersebut melalui instrumen investasi yang lebih produktif dan berorientasi pada masa depan.
Dengan memfokuskan investasi pada instrumen keuangan modern seperti ETF, Kazakhstan berupaya menciptakan keseimbangan antara stabilitas fiskal dan inovasi. Strategi ini memungkinkan negara untuk memperoleh eksposur terhadap pertumbuhan industri kripto tanpa harus menanggung risiko penyimpanan langsung aset digital.
Sebelumnya, Kazakhstan juga telah meluncurkan inisiatif serupa bernama Alem Crypto Fund, yang dikembangkan untuk mendorong inovasi blockchain dan mendukung startup lokal. Namun, skala dan cakupan dari dana cadangan kripto baru ini jauh lebih besar, menjadikannya proyek nasional yang strategis.
Langkah tersebut menunjukkan tekad pemerintah dalam melakukan diversifikasi ekonomi di luar sektor energi dan pertambangan. Dengan fokus baru pada teknologi finansial dan aset digital, Kazakhstan ingin memperkuat ketahanan ekonominya di tengah perubahan lanskap global.
Jika rencana ini berjalan sesuai jadwal, Kazakhstan akan menjadi negara pertama di kawasan Asia Tengah yang memiliki dana cadangan berbasis aset digital dengan struktur kelembagaan resmi.
Langkah ini tidak hanya memperkuat posisi Kazakhstan di kancah keuangan modern, tetapi juga menandai babak baru dalam hubungan antara pemerintah dan teknologi kripto.
Dengan demikian, inisiatif ini dapat menjadi model bagi negara lain yang ingin memanfaatkan potensi ekonomi digital tanpa harus terjebak dalam volatilitas pasar kripto.
Kazakhstan kini bersiap menjadi pionir dalam pengelolaan aset nasional berbasis teknologi blockchain, sebuah langkah yang disebut banyak pihak sebagai “terobosan ekonomi terbesar” di kawasan tersebut. [st]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.



