Kenalan dengan Bitcoin Premium Income ETF dari BlackRock

Selama ini Bitcoin identik dengan aset yang mengandalkan kenaikan harga. Kini, BlackRock menghadirkan produk Bitcoin Premium Income ETF (BITA) yang menawarkan pendekatan berbeda dengan peluang memperoleh pendapatan tambahan dari investasi Bitcoin.

Apa Itu Bitcoin Premium Income ETF?

Popularitas Bitcoin ETF membuat semakin banyak investor bisa berinvestasi di BTC tanpa harus membeli aset kripto secara langsung. Produk ini menjadi jembatan yang memudahkan akses ke Bitcoin melalui pasar saham.

Namun, BlackRock menghadirkan pendekatan yang sedikit berbeda lewat Bitcoin Premium Income ETF. Produk ini tidak hanya mengikuti pergerakan harga Bitcoin seperti Spot ETF pada umumnya.

Sebaliknya, BITA juga memanfaatkan strategi covered call untuk menghasilkan pendapatan tambahan dari pasar opsi. Pendekatan ini membuat sumber potensi keuntungan tidak hanya berasal dari kenaikan harga Bitcoin.

Supaya lebih mudah dipahami, bayangkan Bitcoin Spot ETF seperti membeli sebidang tanah lalu menunggu nilainya naik seiring waktu. Selama itu, aset tersebut tidak menghasilkan pemasukan tambahan.

Sementara itu, Bitcoin Premium Income ETF mirip memiliki ruko yang berpotensi naik nilainya, tetapi tetap disewakan selama dimiliki. Dengan begitu, investor bisa memperoleh capital gain sekaligus passive income dari strategi yang dijalankan pengelola dana.

BACA JUGA:  Bitcoin Hanya 9 Persen dari Level Bottom Historis, Saatnya Serok?

Begini Cara Kerja Bitcoin Premium Income ETF (BITA)

Mungkin banyak yang bertanya-tanya, bagaimana ETF berbasis Bitcoin bisa menghasilkan pendapatan rutin bagi para investornya?

Jawabannya terletak pada strategi covered call option. Secara sederhana, pengelola dana memanfaatkan kepemilikan BTC untuk menjual kontrak opsi kepada pihak lain dan memperoleh premi dari transaksi tersebut.

IKLAN
Urban Stretch Centre Medan

Ibarat Punya Ruko yang Disewakan

Bayangkan kamu punya sebuah ruko di pusat kota. Kamu yakin harga rukonya akan naik beberapa tahun lagi sehingga tidak ingin menjualnya sekarang.

Namun, sambil menunggu kenaikan harga tersebut, ruko itu tetap disewakan sehingga setiap bulan menghasilkan pemasukan tambahan. Jadi, kamu memperoleh dua potensi keuntungan sekaligus.

Konsep inilah yang kurang lebih diterapkan oleh Bitcoin Premium Income ETF (BITA). BTC tetap menjadi aset utama, sementara volatilitas dimanfaatkan untuk menghasilkan pendapatan tambahan melalui premi opsi.

Simulasi Investasi Bitcoin Premium Income ETF vs Spot ETF

Setelah memahami konsep dasarnya, mari lihat ilustrasi sederhananya. Misalkan kamu memiliki modal investasi Rp100 juta dan sedang mempertimbangkan dua produk berbasis Bitcoin.

BACA JUGA:  5 Penyebab Harga NEAR Naik Drastis Sampai 60 Persen!

Jika memilih Bitcoin Spot ETF

  • Modal awal: Rp100 juta.
  • Harga Bitcoin naik 40 persen dalam satu tahun.
  • Nilai investasi menjadi sekitar Rp140 juta.
  • Tidak ada distribusi pendapatan tambahan.

Jika memilih Bitcoin Premium Income ETF (BITA)

  • Modal awal: Rp100 juta.
  • Harga BTC naik, tetapi kenaikan investasi tidak sepenuhnya mengikuti Bitcoin karena adanya strategi covered call.
  • Sebagai gantinya, investor berpotensi menerima distribusi pendapatan dari premi opsi yang dibagikan berkala.
  • Total investasi akan bergantung pada pergerakan BTC, volatilitas pasar, serta besarnya premi opsi yang berhasil diperoleh pengelola dana.

Simulasi di atas bertujuan memberikan gambaran sederhana mengenai perbedaan karakter kedua produk. Hasil investasi sebenarnya dapat berbeda tergantung pergerakan harga Bitcoin dan kondisi pasar.

Bitcoin Premium Income ETF atau Spot ETF, Mana Pilihan Terbaik?

Pada akhirnya, kedua produk ini memiliki tujuan investasi yang berbeda sehingga tidak bisa dibandingkan hanya dari sisi keuntungan semata.

Bitcoin Spot ETF lebih cocok jika:

  • Ingin mengikuti kenaikan harga Bitcoin secara maksimal.
  • Berorientasi pada pertumbuhan nilai investasi jangka panjang.
  • Tidak membutuhkan pendapatan rutin.
BACA JUGA:  Canggih! Beli Bitcoin Kini Bisa Langsung via ChatGPT

Bitcoin Premium Income ETF lebih cocok jika:

  • Tetap ingin memiliki eksposur terhadap Bitcoin.
  • Menyukai konsep passive income dari investasi.
  • Menginginkan kombinasi pertumbuhan aset dan distribusi pendapatan.

Secara umum, Bitcoin Spot ETF unggul saat harga BTC naik tajam. Sementara itu, BITA mengorbankan sebagian potensi kenaikan untuk memberikan pendapatan berkala melalui strategi covered call.

Pada akhirnya, Bitcoin Premium Income ETF dan Spot ETF memiliki karakteristik yang berbeda sehingga tidak bisa dibandingkan hanya dari sisi keuntungan. Pilihan terbaik tetap bergantung pada tujuan dan strategi investasi masing-masing.

Jika mengejar pertumbuhan harga BTC secara maksimal, Bitcoin Spot ETF bisa menjadi pilihan yang sesuai. Namun, jika menginginkan potensi pendapatan tambahan sambil tetap memiliki eksposur terhadap BTC, BITA dapat menjadi alternatif yang menarik.

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [dp]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait