Keren! Amazon dan Google Integrasikan Stablecoin untuk AI Agents

Penggunaan stablecoin kini mulai masuk ke level yang lebih serius. Bukan lagi sekadar alat transaksi di dunia kripto, stablecoin perlahan berubah menjadi “mesin pembayaran” baru bagi era kecerdasan buatan atau AI.

Pekan ini, Amazon Web Services (AWS), Google Cloud, Coinbase, hingga Solana Foundation meluncurkan infrastruktur yang memungkinkan AI agents melakukan pembayaran secara otomatis menggunakan stablecoin. 

AWS dan Coinbase Buka Jalan Baru Pembayaran Agen AI

AWS meluncurkan Amazon Bedrock AgentCore Payments pada Kamis (07/05/2026), sistem pembayaran yang dikembangkan bersama Coinbase dan Stripe. Teknologi ini memungkinkan AI agents membayar berbagai layanan digital secara otomatis menggunakan stablecoin.

Melalui sistem ini, AI agents dapat membeli akses ke API, konten web, server MCP, hingga layanan AI lainnya dengan lebih fleksibel. Pengembang juga bisa menghubungkan wallet Coinbase CDP atau Stripe Privy dengan batas transaksi tertentu.

“AgentCore dirancang untuk mendukung berbagai framework dan protokol. Fleksibilitas yang sama juga diterapkan pada Amazon Bedrock AgentCore Payments, sehingga developer tidak perlu mengikuti protokol pembayaran yang berkembang atau terpaku pada satu standar,” jelas perusahaan.

BACA JUGA:  178 Perusahaan Singgung Stablecoin, Tapi Kenyataannya Bikin Kaget
Sistem Amazon Bedrock AgentCore Payments di AWS
Sistem Amazon Bedrock AgentCore Payments di AWS

AWS menegaskan bahwa pengguna memiliki kontrol penuh terhadap dana yang digunakan oleh agen AI. Sistem hanya mengizinkan transaksi sesuai limit dan otorisasi yang telah ditentukan sebelumnya.

Di balik infrastrukturnya terdapat protokol x402 yang dikembangkan Coinbase dan kini berada di bawah Linux Foundation. Dengan memanfaatkan jaringan Base dan stablecoin USDC, proses settlement diklaim dapat berlangsung sekitar 200 milidetik dengan biaya rendah.

Lewat integrasi MCP di AgentCore Gateway, AI agents juga dapat mengakses lebih dari 10.000 endpoint berbasis x402, mulai dari layanan pencarian data, evaluasi, hingga backend service secara otomatis.

IKLAN
Urban Stretch Centre Medan

Google Cloud dan Solana Ikut Masuk Perlombaan AI

Tak hanya AWS dan Coinbase, Solana Foundation lebih dulu memperkenalkan Pay.sh yang dibangun bersama Google Cloud pada Selasa (05/05/2026). Platform ini memungkinkan AI agents membayar layanan API berdasarkan penggunaan USDC di jaringan Solana.

BACA JUGA:  Pasar Kripto Merah Membara, BTC Sasar Koreksi Hingga 77.755

Pay.sh mendukung berbagai layanan Google Cloud seperti Gemini, BigQuery, hingga Vertex AI. Selain itu, platform tersebut juga telah terhubung dengan lebih dari 50 penyedia API komunitas lainnya.

Dalam sistem ini, wallet Solana milik agen AI berfungsi sekaligus sebagai identitas dan alat pembayaran. Artinya, pengguna tidak lagi membutuhkan akun billing, API key, ataupun sistem langganan tradisional yang selama ini menjadi hambatan otomatisasi AI.

“Berkolaborasi dengan Google Cloud, kami memperkenalkan Pay.sh, layanan gateway yang dirancang untuk menjembatani kesenjangan antara agen otonom dan infrastruktur enterprise,” jelas mereka.

Makin Canggih, Agen AI Kini Bisa Belanja Sendiri Pakai USDT

Meski hadir dengan pendekatan berbeda, AWS dan Google Cloud mencoba menyelesaikan masalah yang sama. Keduanya ingin membuat AI agents dapat bekerja dan bertransaksi secara lebih mandiri tanpa bergantung pada campur tangan manusia.

BACA JUGA:  Harga XRP Masih Tertahan, Indikator Penting Ini Beri Sinyal Positif

Saat ini AI agents sudah mampu melakukan berbagai tugas otomatis. Namun, prosesnya sering terhenti saat harus melakukan pembayaran. Karena itu, stablecoin dinilai cocok sebagai solusi untuk transaksi otomatis.

Langkah AWS, Google Cloud, Coinbase, dan Solana ini menunjukkan bahwa integrasi stablecoin ke dalam sistem artificial intelligence bukan lagi sekadar eksperimen. Lomba membangun infrastruktur pembayaran untuk agen AI kini mulai memasuki fase nyata.

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [dp]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait