Keren! BMH Sulsel Terapkan Blockchain untuk Pengelolaan Zakat

Kepercayaan donatur menjadi fondasi utama dalam pengelolaan zakat. Menjawab kebutuhan transparansi yang kian tinggi, Lembaga Amil Zakat Nasional Baitul Maal Hidayatullah Sulawesi Selatan menghadirkan inovasi berbasis blockchain. Teknologi ini memungkinkan setiap aliran dana zakat dipantau secara terbuka dan akuntabel.

Zakat Bisa Dipantau Umat Berkat Blockchain

Dikutip dari laporan TribunMakassar pada Sabtu (28/02/2026), Lembaga Amil Zakat Nasional Baitul Maal Hidayatullah Sulawesi Selatan mulai mengintegrasikan blockchain dalam sistem pengelolaan dana Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS).

Manajer Sekretaris dan Kelembagaan BMH Sulsel, Aditya, menjelaskan bahwa sistem ini memungkinkan masyarakat memantau langsung alur distribusi dana yang mereka tunaikan. 

“Masyarakat yang menunaikan zakatnya bisa memantau sudah sampai di mana saja penyalurannya,” ujar Aditya dalam siniar bertema Bahagia dengan Berzakat di kantor Tribun, Makassar.

IKLAN
Chat via WhatsApp

Blockchain merupakan teknologi buku besar terdesentralisasi yang mencatat transaksi secara aman, transparan, dan permanen. Data disimpan dalam blok yang saling terhubung membentuk rantai.

Apa Itu Ledger Crypto? Sistem Pencatatan Blockchain yang Wajib Kamu Tahu!

Setiap catatan tidak dapat diubah tanpa persetujuan jaringan. Dengan mekanisme dasar yang terdapat pada blockchain, risiko manipulasi data dapat ditekan seminimal mungkin.

BACA JUGA:  TVL Solana Melesat Sendirian, Tembus US$9,3 Miliar

Bagi Aditya, transparansi bukan sekadar laporan administratif. Lebih dari itu, ia menilai terdapat sebuah dimensi psikologis yang ingin dibangun melalui keterbukaan tersebut.

“Dengan mengetahui dampak nyata dari zakatnya, muncul ketenangan dan kebahagiaan bagi mereka yang memberi. Inilah tujuan kita, sesuai dengan tema bahagia dalam berzakat,” jelasnya.

Perluas Relawan, Perkuat Dampak Sosial

Selain memperkuat sistem digital lewat inovasi blockchain, BMH Sulsel juga memperluas jaringan relawan. Saat ini, terdapat 12 titik relawan di Kota Makassar yang menjadi penghubung langsung antara lembaga dan masyarakat.

Menurut Aditya, kebutuhan relawan masih terbuka lebar. Antusiasme warga untuk berkonsultasi secara tatap muka tetap tinggi, sehingga kehadiran relawan menjadi elemen penting dalam menjaga kedekatan tersebut. 

“Relawan kita masih butuh, terutama untuk mengisi titik-titik di Kota Makassar. Bagi masyarakat yang ingin bergabung, bisa menghubungi media sosial kami,” ungkapnya.

BACA JUGA:  Peran Perempuan Indonesia Kian Kuat di Siber dan Blockchain

Di sisi lain, Manajer Program dan Pemberdayaan BMH Sulsel, Basori Sobirin, menegaskan bahwa penyaluran zakat difokuskan pada delapan golongan atau asnaf sebagaimana merujuk pada Surat At-Taubah ayat 60.

Delapan golongan tersebut meliputi fakir, amil, mualaf, memerdekakan budak, gharimin, fisabilillah, dan ibnu sabil. Fokus ini menjadi pijakan utama dalam menentukan arah distribusi dana.

Muhammadiyah Mulai Kaji Teknologi Blockchain dan Kripto

Penyaluran juga diarahkan pada program yang lebih spesifik dan kontekstual, seperti menyasar ibu hebat atau single mom, penanganan anak stunting, hingga ustaz yang menjadi penggerak masyarakat.

Dengan memadukan inovasi digital dan pendekatan sosial, BMH Sulsel menjawab tantangan zaman. Teknologi blockchain memastikan akuntabilitas, sementara relawan menjaga kedekatan dengan umat, sehingga transparansi dan kebermanfaatan berjalan beriringan.

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [dp]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait

Iklan Bitget Blockchain Media Indonesia