MEXC mencatat pencapaian baru di pasar derivatif. Berdasarkan laporan terbaru, platform ini berhasil menempati posisi tiga besar dunia dalam volume perdagangan perpetual futures, memperkuat posisinya sebagai salah satu pusat likuiditas penting di industri kripto.
Pencapaian ini terjadi di tengah meningkatnya minat investor terhadap perdagangan derivatif kripto. Produk seperti perpetual futures semakin populer karena menawarkan fleksibilitas strategi trading serta likuiditas pasar yang lebih dalam.
MEXC Masuk Tiga Besar Volume Perpetual Futures
Perpetual futures menjadi salah satu segmen dengan pertumbuhan tercepat di industri kripto. Instrumen ini memungkinkan trader membuka posisi long dan short tanpa tanggal kedaluwarsa, sehingga memberikan fleksibilitas lebih dalam menjalankan strategi trading.
Laporan CoinGecko yang menganalisis periode Agustus 2025 hingga Januari 2026 dan dirilis pada Selasa (03/03/2026) menunjukkan MEXC mencatat total volume perdagangan perpetual futures sebesar US$5,76 triliun.

Angka tersebut menempatkan MEXC di posisi ketiga secara global, tepat di bawah Binance dengan volume US$13,61 triliun dan juga bursa kripto OKX sebesar US$5,80 triliun.
Beberapa bursa lain yang masuk dalam daftar tersebut antara lain Bybit dengan US$4,77 triliun, Bitmart US$4,64 triliun, Gate US$3,98 triliun, serta Bitget US$3,60 triliun. Sementara itu, Toobit mencatat US$3,29 triliun, BingX US$1,88 triliun, dan Hyperliquid sekitar US$1,59 triliun.
Dengan pangsa pasar sekitar 11,8 persen, MEXC terus memperkuat posisinya di pasar derivatif kripto, sekaligus menunjukkan meningkatnya kepercayaan trader terhadap likuiditas dan infrastruktur perdagangan yang ditawarkan platform tersebut.
Dominasi Likuiditas Futures XAUT
Kinerja kuat MEXC di perpetual futures juga terlihat pada kategori aset tertentu, khususnya komoditas yang ditokenisasi. Dalam beberapa waktu terakhir, platform ini berkembang menjadi salah satu pusat likuiditas utama untuk perdagangan emas digital.
Data dari CoinGlass menunjukkan bahwa bursa kripto MEXC kini menempati peringkat pertama secara global dalam volume perdagangan 24 jam Tether Gold (XAUT) perpetual futures, dengan nilai sekitar US$1,2 miliar, mengungguli sejumlah pesaing.

Posisi ini menegaskan dominasi MEXC dalam perdagangan derivatif berbasis emas digital, sekaligus memperkuat perannya sebagai salah satu pusat likuiditas bagi aset komoditas yang telah ditokenisasi.
Peningkatan aktivitas perdagangan tersebut terjadi seiring dengan harga emas spot yang mencetak rekor tertinggi baru pada awal 2026, yang turut mendorong minat investor terhadap emas digital serta derivatif berbasis Real-World Assets (RWA).
Ekspansi Listing Token dan Hadiah US$1 Juta
Selain mencatat kinerja kuat di sektor derivatif, MEXC juga dikenal sebagai salah satu bursa yang paling aktif menambahkan token baru. Dalam periode sekitar 13 bulan, platform ini telah mencatat 1.281 token baru, atau rata-rata hampir 100 listing token setiap bulan.
Strategi ini memberi trader akses lebih awal ke berbagai proyek yang sedang berkembang. Dengan pilihan aset digital yang semakin beragam, pengguna memiliki peluang lebih besar untuk menemukan proyek baru sebelum menjadi arus utama di pasar.
“Kami ingin trader pemula maupun berpengalaman menikmati berbagai keunggulan, mulai dari biaya rendah hingga pilihan beragam kripto menarik, sehingga dapat bertransaksi dengan lebih nyaman di MEXC,” tegas mereka.
Selain itu, peserta juga bisa mengikuti berbagai program dengan hadiah hingga US$1 juta. Melalui kombinasi likuiditas derivatif yang kuat, biaya trading rendah, serta beragam pilihan token, bursa MEXC berupaya membuka lebih banyak peluang bagi trader untuk mengakses pasar kripto dan komoditas digital yang terus berkembang.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [dp]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.



