New York Stock Exchange (NYSE) kembali menjadi sorotan setelah sebuah instalasi unik menghiasi kawasan tersebut. Sosok yang diabadikan bukanlah figur tradisional dunia finansial, melainkan pendiri misterius Bitcoin, Satoshi Nakamoto.
Kehadiran patung pencipta Bitcoin tersebut bukan hanya simbol perubahan zaman, tetapi juga menandai titik temu antara inovasi kripto dan pusat keuangan konvensional yang selama bertahun-tahun memandang industri ini dengan penuh keraguan.
NYSE Sambut Patung Satoshi Nakamoto
Berdasarkan unggahan di akun resmi X milik The New York Stock Exchange (NYSE) pada Kamis (11/12/2025), salah satu bursa terbesar di dunia itu kini resmi menjadi tuan rumah keenam instalasi patung “disappearing” Satoshi Nakamoto karya seniman Valentina Picozzi.
Kehadiran instalasi ini di pusat Wall Street menandai perubahan dalam cara industri keuangan memandang kripto. Beberapa tahun lalu, BTC dianggap tabu di lingkungan finansial tradisional, namun kini posisinya mulai diakui sebagai bagian penting dari lanskap keuangan.
“Rumah barunya menandai titik temu antara sistem yang berkembang dan institusi yang sudah mapan. Dari kode hingga budaya, penempatannya menjadi refleksi artistik tentang bagaimana ide-ide baru akhirnya menjadi bagian dari sejarah,” tulis mereka dalam unggahan tersebut.

Patung pembuat BTC ini dipasang oleh Twenty One Capital, perusahaan Bitcoin yang mulai diperdagangkan pada minggu ini. Keberhasilannya menempatkan karya Picozzi di lokasi seprestisius NYSE menjadi simbol bagaimana Bitcoin kini semakin diakui.
Dalam unggahan terpisah, sang seniman, Valentina Picozzi (Satoshigallery), mengungkapkan rasa bangganya. Ia menilai instalasi ini sebagai pencapaian penting sekaligus bukti bahwa Bitcoin semakin diakui oleh berbagai pihak.
“Ini adalah pencapaian yang luar biasa, bahkan dalam mimpi paling liar sekalipun kami tidak pernah membayangkan bisa menempatkan patung Satoshi Nakamoto di lokasi ini! Patung Satoshi Nakamoto ke-6 dari 21 akhirnya menemukan rumahnya di NYSE,” tulisnya, Kamis (11/12/2025).
Menariknya, momen ini juga bertepatan dengan peringatan peluncuran Bitcoin mailing list pada 10 Desember 2008, salah satu tonggak penting yang menandai awal perjalanan komunitas Bitcoin di seluruh dunia.
Rangkaian Patung Satoshi dan Filosofi di Baliknya
Instalasi di NYSE merupakan satu dari total 21 patung Satoshi Nakamoto yang direncanakan Picozzi untuk tersebar di berbagai penjuru dunia. Hingga saat ini, lima patung lain telah lebih dulu berdiri di Swiss, El Salvador, Jepang, Vietnam, dan Miami.
Pemilihan angka 21 bukan keputusan sembarangan. Angka ini merujuk langsung pada suplai maksimum Bitcoin yang dibatasi hanya 21 juta unit, sebuah simbol yang erat dengan filosofi kelangkaan.
Ada Patung Satoshi Nakamoto di Lugano: Desain Unik yang Penuh Makna
Setiap patung dirancang untuk mencerminkan identitas Satoshi yang misterius dan “menghilang,” menggambarkan bagaimana sang pencipta Bitcoin tetap anonim meski pengaruhnya terasa di berbagai penjuru dunia.
Desainnya menampilkan sosok hacker dalam posisi khas, duduk dengan laptop di pangkuan, sebuah penghormatan bagi para developer dan programmer yang telah membangun, menjaga, dan memperluas ekosistem Bitcoin hingga sebesar ini.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [dp]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.



