Raksasa Wall Street, Morgan Stanley, kembali mengambil langkah baru dengan menjembatani keuangan tradisional dan kripto melalui inovasi berbasis stablecoin.
Solusi ini membuat stablecoin tidak hanya berfungsi sebagai alat transaksi, tetapi juga mampu menghasilkan imbal hasil, menandai integrasi TradFi dan aset digital yang semakin nyata.
Morgan Stanley Ubah Stablecoin Jadi Sumber Passive Income
Morgan Stanley mengumumkan pada Kamis (23/04/2026) peluncuran Stablecoin Reserves Portfolio. Produk ini memungkinkan penerbit stablecoin menempatkan cadangan mereka ke dalam dana pasar uang milik bank, sambil tetap memperoleh imbal hasil.
“Mengembangkan cara inovatif untuk bekerja sama dengan penerbit stablecoin adalah langkah lain menuju modernisasi infrastruktur keuangan,” ujar Amy Oldenburg, Head of Digital Asset Strategy di Morgan Stanley.
Cara Dapat Passive Income Rp5–10 Juta Per Bulan Modal Stablecoin
Dana ini merupakan bagian dari Morgan Stanley Institutional Liquidity Funds (MSNXX), yang dirancang untuk menjaga nilai modal tetap stabil serta menyediakan likuiditas harian bagi investor institusi.
Selain itu, dana ini juga mendistribusikan pendapatan dan mempertahankan nilai aset bersih di angka US$1, sehingga relatif stabil bagi pelaku institusional yang mengutamakan keamanan dana.
Namun, layanan ini hanya dapat diakses dengan investasi minimum sebesar US$10 juta. Biaya pengelolaannya pun tergolong cukup rendah, yakni sekitar 0,15 persen.
Dorongan Regulasi dan Ekspansi ke Kripto
Produk ini juga tidak hadir tanpa dasar regulasi. Morgan Stanley menyebut bahwa inisiatif ini selaras dengan GENIUS Act, regulasi stablecoin di Amerika Serikat yang mulai berlaku sejak Juli lalu.
Dampaknya sudah mulai terlihat. Sejumlah pemain TradFi seperti Western Union dan Zelle turut memperluas bisnis mereka ke sektor stablecoin. Artinya, ekosistem ini semakin ramai dan kompetitif.
Di sisi lain, Morgan Stanley juga memperluas eksposurnya terhadap kripto. Pada awal April lalu, mereka meluncurkan Morgan Stanley Bitcoin Trust (MSBT), yang langsung mencatat arus masuk dana bersih sebesar US$172 juta.
Tak berhenti di situ, perusahaan juga mengajukan produk Ethereum dan Solana ETF, serta mengurus izin bank kustodian kripto. Jika disetujui, mereka bisa menawarkan layanan penyimpanan, pembelian, hingga transfer aset digital klien.
Western Union Gandeng Crossmint untuk Mendukung Stablecoin Barunya
Pada akhirnya, langkah ini bukan sekadar inovasi biasa, melainkan sinyal bahwa stablecoin mulai bertransformasi dari sekadar alat lindung nilai menjadi bagian aktif dalam ekosistem investasi global.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [dp]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.


