Cerita sukses di dunia kripto tidak selalu datang dari mereka yang gemar memamerkan hasil. Kebanyakan justru muncul dari sosok-sosok yang memilih berjalan senyap, namun diam-diam mencatatkan keuntungan yang fantastis. Salah satunya trader asal Indonesia yang berhasil meraup cuan hingga Rp442 miliar dari trading kripto.
Jejak Trader Crypto Low Profile yang Mendadak Disorot
Perhatian publik bermula dari sebuah utas yang dibagikan oleh akun X bernama Mickeymrdt pada Jumat (23/01/2026). Dalam narasinya, ia mengungkap keberadaan akun lain bernama 0x58bro yang selama ini bergerak di bawah radar publik.
“Gila sih, dengerin deh. Ada satu akun X namanya 0x58bro, followers-nya nggak sampe 250 orang, bener-bener under the radar,” tulis Mickeymrdt dalam utas tersebut.
Menurutnya, minimnya eksposur justru berbanding terbalik dengan performa trading crypto yang ditunjukkan. Ketertarikan semakin besar ketika ia menelusuri portofolio trader tersebut di platform perps DEX Hyperliquid.
Dari penelusuran itu, terlihat keuntungan yang jauh dari kata biasa. Strategi yang dijalankan disebut tidak mengandalkan sensasi atau popularitas, melainkan pembacaan pasar dan analisis yang presisi serta konsisten.

Strategi Short dan “Panen” Saat Pasar Berdarah
Salah satu sorotan utama dalam utas tersebut adalah posisi short besar-besaran yang diambil trader ini saat pasar altcoin melemah. Disebutkan, ia membukukan floating profit sekitar US$5 juta dari posisi short pada sejumlah aset kripto.
“0x58bro lagi floating profit US$5 juta hasil nge-short altcoins kayak ENA, ETH, dan LTC. Dia bener-bener panen besar di saat market kripto lagi berdarah,” tuturnya.
Langkah ini dinilai berani, tetapi tepat waktu. Ketika banyak ritel terpukul oleh koreksi pasar, strategi short justru menjadi sumber keuntungan. Pendekatan tersebut mencerminkan pemahaman yang kuat terhadap siklus pasar serta penerapan manajemen risiko yang disiplin.
Tidak hanya mengandalkan pergerakan, trader ini memanfaatkan mekanisme funding fee. Sambil menunggu posisi bergerak, ia memperoleh US$186 ribu dari funding fee trader di sisi berlawanan. Dalam istilah komunitas, kondisi ini disebut sebagai “dibayar untuk menunggu”.
Pendekatan ytersebut menunjukkan bahwa profit tidak selalu datang dari aktivitas keluar-masuk posisi secara agresif saat melakukan trading kripto. Optimalisasi struktur dan pemanfaatan instrumen derivatif justru menjadi kunci dalam strategi jangka menengah hingga panjang.
Profit Fantastis dan Pelajaran bagi Komunitas Kripto
Puncak dari semua sorotan itu adalah angka keuntungan kumulatif yang disebut mencapai US$26 juta atau setara sekitar Rp442 miliar. Nilai tersebut bukan hasil keberuntungan sesaat, melainkan akumulasi dari strategi trading crypto yang konsisten.
“Lifetime profit dia nyentuh US$26 JUTA. Ini bukan hoki setahun-dua tahun, tapi emang strategi trading kripto yang solid parah,” tegasnya.
Mengintip Portfolio Bizyugo, Whale Kripto Rp1,8 Triliun yang Kopdar Bareng Suli
Bagi komunitas, kisah ini menjadi refleksi penting. Di tengah maraknya konten sensasional dan janji keuntungan, performa trader yang bergerak senyap namun konsisten menunjukkan bahwa disiplin dan strategi matang jauh lebih menentukan dibandingkan popularitas.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [dp]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.



