UIN Sunan Gunung Djati (UIN Bandung) kembali mencatat sejarah dalam diplomasi halal dan inovasi. Bersama Institut Teknologi Bandung (ITB) dan perusahaan teknologi pangan asal Korea Selatan, FutureSense, kampus ini meluncurkan kerja sama untuk membangun sistem E-Halal berbasis teknologi blockchain.
UIN dan ITB Kembangkan Sistem E-Halal Berbasis Blockchain
Dikutip dari siaran pers yang dipublikasikan pada Rabu (29/10/2025), kerja sama ini menghadirkan sistem E-Halal berbasis blockchain untuk membuat sertifikasi halal lebih cepat, transparan, dan mudah ditelusuri secara real-time.
Blockchain memungkinkan setiap tahap rantai halal, mulai dari bahan baku hingga distribusi, tercatat secara aman dan bebas manipulasi. Sistem ini menciptakan jejak digital yang akurat, sehingga meningkatkan kepercayaan publik serta efisiensi proses sertifikasi.
Sistem juga akan terintegrasi dengan BPJPH, memastikan data halal nasional dapat diverifikasi secara digital dan diakui secara global. Pendekatan ini menggantikan sistem administratif lama dengan mekanisme berbasis data yang lebih efisien dan kredibel lewat blockchain.
Belajar Teknologi Blockchain untuk Pemula, Begini Penjelasannya!
Dalam kolaborasi ini, UIN Bandung berperan dalam riset, validasi, dan standardisasi sistem E-Halal. Dukungan dari Halal Center, Laboratorium Terpadu, dan Lembaga Pemeriksa Halal (LPH) memperkuat posisi kampus ini sebagai pelopor inovasi halal modern.
Pihak ITB nantinya akan menangani desain sistem dan pengolahan data, sedangkan FutureSense menghadirkan blockchain dan AI untuk melacak rantai nilai produk. Inovasi ini mendorong terciptanya trust economy berbasis kejujuran data dan akuntabilitas.
Konsep “Halalsphere University” menjadi wujud integrasi sains dan nilai keislaman yang diusung UIN Bandung. Melalui kolaborasi dan inisiatif ini, Indonesia kian mantap menuju posisi sebagai pusat rujukan halal dunia.
Integrasi Islam dan Sains Lewat Blockchain dan AI
Rektor UIN Bandung, Prof. Dr. H. Rosihon Anwar, M.Ag, menegaskan bahwa kerja sama ini merupakan langkah strategis menuju integrasi antara keilmuan Islam dan juga sains modern.
“Kolaborasi ini tidak hanya menempatkan UIN Sunan Gunung Djati Bandung sebagai mitra akademik global, tetapi juga memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat rujukan halal dunia,” ujar Anwar.
Senada dengan Anwar, Ketua Halal Center UIN Bandung Dr. Tri Cahyanto, M.Si menegaskan pentingnya peran teknologi dalam menjaga integritas. Prof. Acep Purkon, Ph.D dari ITB menambahkan, sinergi akademisi dan industri akan mempercepat terwujudnya sistem halal digital yang aman dan inovatif.
CEO FutureSense, Anda Mi, turut menambahkan bahwa Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi pemimpin dalam industri halal global melalui penerapan Digital Halal Standard berbasis AI dan blockchain.
Dengan kolaborasi lintas negara dan disiplin ini, Indonesia semakin mantap menuju era halal digital, sebuah masa depan di mana transparansi, teknologi, dan nilai keislaman berjalan selaras.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [dp]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.



