Kerjasama Ekonomi BRICS Melawan Ekonomi Barat

BRICS, sebuah kelompok pasar berkembang yang mencakup Brasil, Rusia, India, Cina, dan Afrika Selatan, telah secara bertahap meningkatkan upayanya untuk memperoleh pengaruh global yang lebih besar, seperti kerjasama ekonomi BRICS dan menantang Amerika Serikat dan memanfaatkan perubahan tatanan dunia​​.

Pada 2023, organisasi ini membuat kemajuan signifikan dalam arah ini di bawah kepemimpinan Afrika Selatan.

Untuk ketiga kalinya, Afrika Selatan memimpin BRICS, menggunakan kepemimpinannya bukan hanya fokus pada kerjasama di antara lima negara anggota asosiasi, tetapi juga untuk memperkuat interaksi antara BRICS dan Afrika​.

Kerjasama Ekonomi BRICS

Negara-negara BRICS membuat kemajuan yang mencolok dalam kerjasama ekonomi mereka.

Misalnya, hubungan antara Rusia dan Afrika Selatan ditandai dengan dialog politik aktif di tingkat tertinggi, dengan kedua negara menunjukkan sikap konstruktif untuk memperdalam kerjasama dalam tiga area kunci asosiasi: politik dan keamanan, ekonomi dan keuangan, serta pertukaran kemanusiaan, dikutip dari Bloomberg.

Mereka menunjukkan minat khusus dalam mengembangkan kerjasama dalam eksplorasi damai di ruang angkasa, teknologi tinggi, dan energi nuklir, serta meningkatkan perdagangan dan investasi, transfer dan pertukaran teknologi, serta kohesi sosial​​.

Salah satu perkembangan signifikan dalam hubungan Rusia-Afrika Selatan adalah pembentukan Dewan Bisnis Rusia-Afrika Selatan.

Dewan ini berfungsi sebagai platform untuk memperkuat kemitraan antara kedua negara dengan kerjasama ekonomi antara anggota BRICS, yang merupakan topik yang dibahas dalam sebuah pertemuan di Afrika Selatan​​.

Asosiasi ini terus mencari cara untuk meningkatkan kerjasama ekonomi, khususnya dalam sektor swasta, yang mereka percaya adalah area yang sangat besar untuk pertumbuhan potensial​.

Pada tahun 2023, KTT BRICS diadakan di Johannesburg, menandai pertemuan tatap muka pertama dalam empat tahun. Afrika Selatan memiliki jadwal yang ambisius sekitar 200 acara yang direncanakan seputar KTT, dengan beberapa arahan menteri sedang dikerjakan.

Ini termasuk pertemuan dengan menteri luar negeri BRICS, sebuah kesempatan untuk membahas masalah penting secara langsung untuk pertama kalinya dalam sekitar empat tahun​​.

Negara-negara BRICS juga memiliki pandangan mereka pada ekspansi dan potensi pembentukan mata uang bersama.

Sejumlah negara, termasuk Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Mesir, dan Kazakhstan, telah menyatakan minat untuk bergabung dengan kelompok ini, memperluas pengaruhnya dan menciptakan tantangan yang lebih kuat bagi tatanan dunia saat ini​.

Namun, masih ada area kerjasama yang belum dieksplorasi antara negara-negara BRICS. Misalnya, kerjasama ekonomi BRICS dengan Tiongkok dan India perlu dilakukan penelitian lebih lanjut.

Dalam konteks hubungan perdagangan antara negara-negara BRICS, dinamika antara Tiongkok dan India, dua ekonomi terbesar dalam kelompok ini, sangat signifikan.

Kesimpulannya, negara-negara BRICS membuat kemajuan signifikan dalam kerjasama ekonomi, menciptakan fondasi yang solid untuk pengaruh global mereka yang berkelanjutan.

Ekspansi potensial kelompok ini dan pembentukan mata uang bersama dapat lebih memperkuat posisi mereka di dunia, menandakan era baru kerjasama ekonomi dalam dunia yang semakin multipolar. [az]

Terkini

Warta Korporat

Terkait