Ketahuan! Sultan Indonesia Nyicil Meme Coin Ini hingga Rp12 Miliar

Sebuah wallet misterius terdeteksi membeli meme coin TROLL senilai Rp12 miliar selama hampir dua bulan. Token tersebut kemudian dipindahkan ke wallet yang memiliki label Indodax, sehingga memunculkan spekulasi bahwa investor tersebut mungkin berasal dari Indonesia.

Akumulasi Sultan Kripto Indonesia yang Bikin Penasaran

Temuan ini pertama kali diungkap oleh akun analitik on-chain Stalkchain melalui unggahan di X pada Jumat (29/05/2026). Berdasarkan data yang dibagikan, wallet yang didanai dari Binance diketahui mengakumulasi TROLL secara bertahap selama hampir dua bulan.

Alih-alih melakukan akumulasi dalam satu transaksi, wallet tersebut membeli TROLL melalui ratusan transaksi senilai US$1.000 per pembelian. Strategi yang dikenal sebagai Dollar Cost Averaging (DCA) ini membuat wallet tersebut mengakumulasi TROLL sekitar Rp12 miliar.

Dollar Cost Averaging Crypto: Definisi dan Cara Melakukannya!

Yang menarik, setelah proses akumulasi, seluruh kripto dipindahkan ke wallet yang memiliki label salah satu crypto exchange terbesar di Indonesia. Hal ini memunculkan spekulasi bahwa pembeli tersebut mungkin berasal dari tanah air.

BACA JUGA:  Vitalik Buterin: Teknologi AI Akan Mengubah Dunia Kripto

“Setelah itu, seluruh meme coin tersebut dipindahkan ke sebuah crypto wallet yang memiliki label Indodax Deposit dan Fireblocks Custody,” tulis Stalkchain.

Wallet tujuan tersebut kini diketahui menyimpan sekitar 16,8 juta TROLL dengan nilai mencapai US$1,27 juta. Jumlah tersebut menjadikannya salah satu posisi terbesar yang dimiliki crypto wallet tersebut saat ini.

Kenapa Kripto TROLL yang Dipilih?

Pertanyaan yang muncul adalah mengapa investor tersebut memilih TROLL? Pasalnya, aset ini bukan termasuk kripto ternama seperti Bitcoin atau Ethereum yang lebih sering menjadi pilihan utama untuk investasi jangka panjang.

IKLAN
Urban Stretch Centre Medan

Saat ini, TROLL diperdagangkan di kisaran US$0,09-US$0,092 dengan kapitalisasi pasar sekitar US$90 juta. Ukurannya yang relatif kecil membuat aset ini memiliki potensi kenaikan yang lebih besar, tetapi juga disertai risiko yang tinggi.

Menariknya, akumulasi dilakukan saat kripto TROLL sedang mengalami tekanan. Berdasarkan grafik perdagangan, harga sempat turun dari area US$0,12 ke kisaran US$0,06 hingga US$0,07 sebelum kembali pulih ke sekitar US$0,09.

BACA JUGA:  CME Group Siap Luncurkan Futures Indeks Kripto Pertama, XRP hingga SOL Masuk
Grafik Harga dan Akumulasi Troll oleh Sultan Kripto Indonesia - Dexscreener
Grafik Harga dan Akumulasi Troll oleh Sultan Kripto Indonesia – Dexscreener

Pola tersebut mengindikasikan bahwa pembeli memanfaatkan periode pelemahan harga untuk menambah kepemilikan secara bertahap. Strategi ini sejalan dengan metode DCA yang digunakan selama proses akumulasi berlangsung.

Sementara itu, label Indodax pada wallet memicu munculnya narasi “sultan kripto Indonesia” di media sosial. Namun, dugaan tersebut masih bersifat spekulatif karena data on-chain tidak dapat memastikan identitas maupun asal pemilik wallet tersebut.

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [dp]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait