Sentimen pasar kripto memasuki fase paling gelap setelah indeks Fear and Greed mencatat angka 10, menempatkan kondisi pasar di zona “Extreme Fear.”
Level ini menandakan mayoritas pelaku pasar menjual aset mereka karena kepanikan, sementara volatilitas meningkat dan kepercayaan investor melemah.

Menurut data CoinMarketCap, angka 10 pada indeks Fear and Greed menggambarkan situasi psikologis ketika pasar kripto didominasi rasa takut ekstrem.
Biasanya, ketika indikator berada di level tersebut, itu berarti investor bergerak dalam mode defensif. Mereka keluar dari pasar karena khawatir penurunan akan berlanjut.
Sentimen Merosot dan Tekanan Jual Menguat
Peristiwa ini terjadi setelah rangkaian penurunan harga yang melanda pasar kripto sepanjang paruh kedua 2025. Tekanan jual meningkat seiring memudarnya minat beli pada berbagai aset digital, terutama setelah puncak euforia yang tercatat pada awal dan akhir 2024.
Pada dua periode tersebut, indeks Fear and Greed sempat berada di zona “Greed” dan bahkan “Extreme Greed” sebelum pasar mengalami koreksi tajam.
Pengamatan historis menunjukkan bahwa fase “ketakutan ekstrem” bukan hal baru di pasar kripto. Kondisi serupa terakhir kali terlihat pada April 2015, sesaat sebelum pasar mengalami rebound signifikan.

Catatan ini kembali menjadi acuan bagi sejumlah pelaku pasar yang percaya bahwa siklus sentimen sering terulang dari waktu ke waktu.
Sepanjang 2025, pergerakan pasar kripto cenderung bergerak dalam ketidakpastian, dengan beberapa kali menyentuh zona “Fear” dan sesekali memasuki “Extreme Fear.”
Data dari komunitas pemantau sentimen menunjukkan bahwa sebagian besar investor ritel telah melepas posisi mereka, sementara pelaku jangka panjang memilih menunggu kepastian arah pasar.
“Ketika ketakutan mendominasi, banyak aset kripto turun jauh di bawah nilai fundamentalnya. Situasi ini biasanya dimanfaatkan investor berpengalaman,” ungkap seorang peneliti aset digital.
Peluang Kontrarian di Tengah Panik Kolektif
Meskipun situasi tampak suram, beberapa analis menilai kondisi ini membuka peluang bagi investor berprinsip contrarian, mereka yang membeli ketika mayoritas pasar menjual.
Pola historis memperlihatkan bahwa fase “Extreme Fear” pada indeks Fear and Greed kerap menjadi titik balik sebelum pasar kripto memasuki tren pemulihan.
Pelaku pasar menyebutkan bahwa strategi yang banyak digunakan adalah menilai kembali aset fundamental yang memiliki utilitas, teknologi matang dan komunitas kuat. Dengan harga yang tertekan, aset-aset tersebut dapat menawarkan rasio risiko dan potensi keuntungan yang lebih menarik dibandingkan situasi normal.
Namun, para analis juga menegaskan bahwa indikator sentimen tidak dapat berdiri sendiri dalam pengambilan keputusan. Investor tetap diminta melakukan analisis fundamental, manajemen risiko, serta mempertimbangkan horizon waktu investasi.
Sejumlah investor jangka panjang memanfaatkan situasi ini dengan melakukan akumulasi bertahap, khususnya pada aset yang dianggap memiliki prospek kuat di masa depan. Pendekatan tersebut dilakukan untuk mengurangi risiko volatilitas sambil memanfaatkan harga yang relatif lebih rendah.
Sementara itu, pelaku pasar ritel diperingatkan agar tidak mengikuti arus panik yang dapat mengakibatkan keputusan impulsif. Dengan pasar kripto yang sangat dipengaruhi emosi kolektif, fase ketakutan ekstrem seperti ini menjadi salah satu indikator penting untuk mengukur apakah tekanan jual sudah mendekati titik jenuh.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.



