Kilas Balik Token MANTA dalam Kasus Timothy Ronald

Laporan dugaan penipuan investasi kripto yang menyeret nama influencer keuangan dan kripto, Timothy Ronald dan Kalimasada, kini telah masuk ke tahap penyelidikan di Polda Metro Jaya. Kabar lain disebutkan bahwa Timothy Ronald pernah bertemu Tim Manta di acara Coinfest, di Bali pada 2024 silam.

Kasus ini mencuat setelah seorang pelapor berinisial Y (belakangan bernama Younger), mengaku mengalami kerugian besar akibat rekomendasi pembelian token MANTA yang disampaikan melalui komunitas Discord Akademi Crypto besutan Timothy Ronald.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Bhudi Hermanto, membenarkan adanya laporan tersebut.

“Benar, ada laporan terkait kripto oleh pelapor yang berinisial Y,” ujar Bhudi dalam keterangan resminya.

IKLAN
Chat via WhatsApp

Ia menjelaskan bahwa pihak kepolisian saat ini masih melakukan pendalaman terhadap laporan yang masuk. Proses penyelidikan dilakukan dengan mengumpulkan keterangan dari pelapor, memeriksa bukti-bukti awal, serta menelusuri pihak-pihak yang diduga terlibat.

Bhudi menegaskan bahwa seluruh tahapan hukum akan dijalankan sesuai prosedur yang berlaku.

Kasus ini menjadi sorotan publik karena melibatkan figur publik di dunia kripto Indonesia, sekaligus menyeret nama token MANTA yang sempat popular di kalangan komunitas trader sepanjang 2024.

Awal Mula Sinyal Token MANTA dan Klaim Kerugian Korban

Berdasarkan keterangan pelapor, kasus ini bermula ketika korban bergabung dalam sebuah grup Discord yang membahas aktivitas trading kripto. Grup tersebut terkait dengan komunitas Akademi Crypto.

Di dalam grup itu, anggota grup menerima berbagai rekomendasi atau “sinyal” transaksi aset kripto, termasuk token MANTA.

BACA JUGA:  Analisis Kripto Terbaru: POL, MANTA, ZEC, DASH dan ENA

Pada Januari 2024, korban mengaku mendapatkan sinyal untuk membeli token MANTA dengan janji potensi keuntungan sebesar 300 hingga 500 persen. Karena percaya dengan narasi tersebut, korban kemudian melakukan pembelian token MANTA dengan nilai mencapai Rp3 miliar.

Namun, setelah transaksi dilakukan, pergerakan harga MANTA justru berlawanan dengan ekspektasi. Nilai token tersebut terus mengalami penurunan signifikan. Pelapor mengklaim portofolionya tergerus hingga sekitar 90 persen dari nilai awal investasi.

Merasa dirugikan, korban akhirnya mendatangi Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Metro Jaya untuk membuat laporan resmi. Dalam laporan tersebut, korban menyebut adanya dugaan penipuan investasi yang dilakukan melalui penyebaran sinyal trading di komunitas Discord.

Pihak kepolisian menyatakan masih mendalami kronologi kejadian dan mengumpulkan bukti tambahan. Proses ini mencakup klarifikasi terhadap pelapor, penelusuran aktivitas digital di grup Discord, serta identifikasi pihak yang diduga memberikan rekomendasi investasi tersebut.

MANTA, Token Favorit Akademi Crypto di 2024

Pada awal 2024, token MANTA memang menjadi salah satu aset kripto yang ramai diperbincangkan di kalangan komunitas trader Indonesia. Token ini sering disebut sebagai “primadona” di antara member Akademi Crypto.

Popularitas MANTA meningkat seiring dengan momentum peluncuran dan mulai diperdagangkannya token tersebut di sejumlah bursa kripto pada Januari 2024. Di berbagai forum diskusi dan media sosial, MANTA kerap dipromosikan sebagai aset dengan potensi pertumbuhan besar, terutama karena narasi teknologi dan prospek ekosistemnya.

BACA JUGA:  Vitalik Buterin Ungkap Masa Depan Tanpa Uang, Diganti Sistem Baru Ini

Namun, seiring berjalannya waktu, sentimen terhadap MANTA berubah drastis. Berdasarkan data CoinMarketCap, harga token ini terus melemah hingga kini tercatat telah merosot lebih dari 98 persen dari level tertingginya.

Meski jumlah pemegang token masih berada di sekitar 209.450 alamat, nilai kapitalisasi pasarnya turun tajam dan kini hanya berkisar US$35 juta.

Kondisi tersebut membuat MANTA yang dulu dielu-elukan justru menjadi bahan perbincangan kritis di media sosial. Warganet kripto ramai-ramai menyoroti kontras antara janji keuntungan besar dan realita harga yang semakin terpuruk.

Tidak sedikit pula yang menjadikan MANTA sebagai contoh risiko tinggi dalam investasi aset kripto berbasis hype komunitas.

Token ini juga kerap muncul dalam unggahan bernada sindiran, meme dan kritik terhadap budaya “sinyal trading” yang menjanjikan cuan instan tanpa penjelasan risiko yang memadai.

Timothy Ronald Pernah Bertemu Tim Manta di Coinfest, di Bali

Sementara itu, Tim Manta Network, sebagaimana yang diwawancarai oleh InvestorTrust.id, mengungkapkan bahwa pertemuan pertama antara founder Manta dan Timothy baru terjadi sekitar tujuh bulan setelah Manta diluncurkan, yakni dalam sebuah acara Coinfest di Bali pada 2024. Pertemuan tersebut disebut bersifat terbatas dan tidak berkaitan dengan kerja sama promosi atau endorsement.

Manajemen juga membantah adanya unsur endorsement dalam popularitas Manta di Indonesia. Menurut mereka, nama Timothy baru dikenal oleh tim Manta setelah proyek tersebut mengalami lonjakan popularitas secara signifikan di pasar Indonesia, tanpa adanya keterlibatan resmi dari pihak Timothy sejak awal peluncuran.

BACA JUGA:  Adam Deni Bongkar Identitas Skyholic, Usianya Baru 19 Tahun!

“Bukan (endorse), karena kita juga tahunya Timothy itu pas Manta launch tiba-tiba boom di Indonesia,” pungkas Community Manager/Lead untuk Manta Indonesia, Rizky.

Penyelidikan Berjalan, Timothy Ronald Dikabarkan Ada di Luar Negeri

Seiring mencuatnya kasus ini, redaksi sebelumnya mengulas bahwa laporan dugaan penipuan investasi kripto yang melibatkan Timothy Ronald telah resmi diterima oleh Polda Metro Jaya. Aparat kepolisian menegaskan bahwa proses penyelidikan masih berlangsung.

Di tengah proses tersebut, muncul kabar bahwa Timothy Ronald saat ini sudah tidak berada di Tanah Air. Ia dikabarkan telah melenggang ke luar negeri, meskipun belum ada keterangan resmi mengenai tujuan maupun durasi keberadaannya di luar negeri.

Hingga kini, pihak kepolisian belum mengumumkan status hukum terbaru dari pihak-pihak yang disebut dalam laporan. Sementara itu, token MANTA tetap menjadi sorotan publik, tidak hanya karena anjloknya harga, tetapi juga karena keterkaitannya dengan salah satu kasus dugaan penipuan investasi kripto yang sedang diselidiki di tahun 2026 ini.

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait