Proyek kripto I-COIN (ICN) yang sempat ramai dan penuh sorotan kini kembali dibahas publik. Dari panggung promosi yang optimistis hingga kritik tajam warganet, perjalanan token ini menjadi potret jelas bagaimana euforia bisa berubah menjadi evaluasi panjang.
Presale I-COIN Wirda Mansur Raih 1.500 BNB
I-COIN diluncurkan pada Februari 2022 oleh Wirda Mansur dengan visi membangun ekosistem blockchain karya anak bangsa. Token ini diposisikan sebagai bagian dari rencana besar yang mencakup metaverse “ILAND”, game play-to-earn “IBW”, dan marketplace NFT “I-MARKET”.
Pada fase presale melalui platform PinkSale, I-COIN dikabarkan mencapai hard cap 1.500 BNB. Capaian ini sempat menjadi sorotan karena menunjukkan antusiasme awal yang cukup kuat.

Struktur pembagiannya disebut 70 persen untuk likuiditas atau setara 1.050 BNB, sementara 30 persen atau 450 BNB dialokasikan untuk tim. Saat itu, harga BNB berada di kisaran US$380 hingga US$390 per koin.
Pada 16 Februari 2022, sebanyak 450 BNB tersebut ditarik. Jika dikonversikan dengan harga saat itu, nilainya sekitar US$170.000 atau kurang lebih Rp2,45 miliar. Transaksi ini tercatat di blockchain dan kemudian menjadi bahan diskusi di komunitas.
Sehari setelah penarikan, dana mulai didistribusikan. Sebanyak total 120 BNB telah mengalir ke wallet yang dikaitkan dengan Indodax, sementara 170 BNB dikirim ke wallet yang terhubung dengan Binance.

Selain itu, 80 BNB dikirim ke alamat crypto wallet lain dan sisanya tersebar ke beberapa alamat berbeda. Dalam waktu kurang dari 24 jam, seluruh 450 BNB tersebut disebut telah berpindah dan tidak lagi berada di kontrak awal presale.
Vesting Dibuka, Tekanan Jual Mengalir
Sekitar satu bulan setelah presale I-COIN, periode vesting pertama mulai dibuka. Di fase inilah mulai terjadi serangkaian penjualan token ICN secara bertahap.
Transaksi yang tercatat bervariasi, mulai dari 80 BNB, 68 BNB, 43 BNB, 37 BNB, 7 BNB, 5 BNB hingga satu transaksi besar 178 BNB. Pola ini kemudian memicu sorotan karena terjadi dalam rentang waktu yang berdekatan.
Secara total, aksi dumping pada koin besutan Wirda Mansur tersebut diperkirakan mencapai sekitar 418 BNB. Dengan asumsi harga BNB berada di kisaran US$385–US$390 saat itu, nilainya setara kurang lebih US$160.000 atau sekitar Rp2,3 miliar.

Jika digabung dengan 450 BNB yang sebelumnya telah ditarik, total yang diamankan oleh tim pengembang I-COIN mencapai sekitar 868 BNB atau setara kurang lebih Rp4,75 miliar pada valuasi saat itu.
Di sisi lain, tim disebut memegang lebih dari 50 persen dari total suplai. Tak lama setelah fase ini, harga I-COIN tertekan. Ustaz Yusuf Mansur pun sempat menyatakan bahwa penurunan tersebut merupakan bagian dari dinamika pasar dan meminta investor untuk bersabar.
“Teman-teman yang punya I-COIN kan udah di dalem itu, udah ‘beng’ tinggal naik, insyaallah. Berlaku kok hukum pasar, kalau lagi jatuh ya beli saja, kalau di atas ya lepas tapi jangan semua, lepas dikit aja,” ujar Yusuf Mansur, dikutip dari laporan Detik.
Hype I-COIN Berlalu, Komunitas Bertanya
Namun, pasar kripto tidak hanya digerakkan oleh optimisme. Seiring harga ICN yang terus “turun”, muncul pertanyaan soal transparansi dan tata kelola proyek. Token ini juga diketahui belum memiliki izin resmi dari regulator saat pertama kali diluncurkan.
Di media sosial, diskusi pun memanas. Ada yang mempertanyakan nasib investor awal, ada pula yang menyebutnya sebagai risiko klasik high-risk asset. Komunikasi tim dan realisasi roadmap ikut menjadi sorotan.
Kini, lebih dari empat tahun sejak pertama kali diluncurkan oleh Wirda Mansur, I-COIN tak lagi seramai dulu. Saat ditelusuri, token tersebut bahkan sudah tidak terdaftar di sejumlah crypto exchange.

Kisah ini menjadi pengingat bahwa di dunia kripto, hype bisa datang cepat dan pergi lebih cepat. Dari presale bernilai miliaran rupiah hingga gelombang dumping, seluruh jejaknya tercatat di blockchain.
Yang tersisa kini adalah refleksi. Bagi sebagian orang, ini pelajaran mahal tentang risiko dan transparansi. Bagi yang lain, ini dinamika pasar. Namun, satu hal yang jelas. Perjalanan I-COIN telah menjadi salah satu bab yang tak terpisahkan dari perkembangan kripto Indonesia.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [dp]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.



