Kisah Penyelidikan Reuters Mencari Kripto Petro di Venezuela

73

Di tengah krisis ekonomi yang semakin parah, mata uang kripto nasional Venezuela, Petro, yang didukung cadangan minyak, tidak menunjukkan tanda-tanda kehidupan. Nyaris tidak ada penggunaan Petro di dalam negeri, seperti dilansir Bitcoinist.com.

IKLAN

Menurut laporan yang dipublikasikan Reuters pada Kamis, 30 Agustus 2018, kota Atapirire di Venezuela belum meraup manfaat dari usaha kripto Venezuela tersebut. Atapirire adalah satu-satunya kota kecil di tengah area yang diklaim pemerintah sebagai situs cadangan minyak sebanyak 5 miliar barel yang dijanjikan sebagai jaminan Petro.

Berbagai kota di seantero Venezuela juga belum merasakan manfaat mata uang kripto nasional yang diluncurkan Februari silam, di tengah maraknya permasalahan keuangan.

Brian Ellsworth dari Reuters melaporkan bahwa Petro sulit ditemukan di mana-mana. Selama empat bulan, Reuters bertemu banyak pakar kripto dan pakar valuasi ladang minyak, mengunjungi lokasi penjaminan cadangan minyak, dan memeriksa catatan transaksi digital kripto tersebut untuk mendapat informasi lebih lanjut.

Pada Juli 2018, Bitcoinist melaporkan bahwa Petro merupakan harapan besar bagi Presiden Venezuela Nihcolas Maduro. Maduro menjanjikan mata uang kripto, yang memungkinkan transaksi keuangan secara anomim, mampu mengakali sanksi ekonomi dari Amerika Serikat (AS).

Saat itu, emas virtual dalam game daring World of Warcraft punya nilai lebih tinggi dibandingkan mata uang nasional venezuela bolivar (VB). Maduro menyatakan rencana pemulihan ekonomi Venezuela dimulai pada 20 Agustus bersama dengan penerbitan dan sirkulasi mata uang baru, sovereign bolivar (SB).

Setelah penelitian selama berbulan-bulan yang melibatkan berbagai wawancara dan penyelidikan, Reuters menyimpulkan jelas bahwa Petro tidak diperdagangkan di bursa kripto besar mana pun.

“Tidak ada tanda-tanda kehidupan Petro di sini,” ucap Igdalia Diaz, seorang ibu rumah tangga di Venezuela. Ia kemudian berkeluh kesah tentang keadaan sekolah di kotanya yang ambruk, jalan berlubang, dan warga yang terus-menerus kelaparan.

Warga Atapirire belum melihat adanya usaha pemerintah untuk mulai menggali cadangan minyak di Atapirire, selain beberapa alat penambangan yang sudah usang dan tua.

Meski Maduro mengklaim proyeknya sukses dan telah mengumpulkan sebanyak US$3,3 miliar, Petro tidak menciptakan perubahan yang signifikan. Pemerintah bahkan mengeluarkan pernyataan yang kontradiktif.

Hugbel Roa, seorang menteri kabinet yang terlibat dalam pengerjaan Petro, mengatakan kepada Reuters bahwa teknologi di belakang kripto tersebut masih dikembangkan dan belum ada yang bisa menggunakannya.

Maduro menambah kebingungan warga negara Venezuela ketika ia mengumumkan bahwa nilai upah, uang pensiun, dan kurs Bolivar dipatok terhadap Petro.

“Tidak ada cara mematok harga barang atau kurs mata uang ke token yang belum diperdagangkan, karena tidak ada cara untuk mengetahui nilai token tersebut,” ujar Alejandro Machado, seorang ilmuwan komputer di Venezuela.

Ellsworth lebih lanjut menjelaskan pemerintah Venezuela mematok nilai Petro dengan harga satu barel minyak Venezuela (sekitar US$66) dan berjanji mendukungnya dengan cadangan minyak mentah di area seluas 380 km persegi di sekeliling Atapirire.

Tetap saja, Petro tidak ditemukan di bursa mana pun. Kripto ini tidak muncul di komunitas daring, dan bukan alat pembayaran yang diterima di toko-toko dan pasar kota kecil di Venezuela.

Hal ini bertentangan dengan klaim Presiden Maduro bahwa 16 bursa telah mendapat sertifikasi untuk memperdagangkan Petro. Satu-satunya bursa kripto yang mengumumkan akan me-listing Petro adalah Coinsecure, yang berbasis di India.

Sementara itu, bursa-bursa kripto yang berbasis di AS, seperti Coinbase, Bittrex, dan Kraken masih skeptis tentang Petro, dan menolak memberikan komentar kepada Reuters soal mengapa belum ada di antara mereka yang me-listing Petro. Bitfinex yang berbasis di Hong Kong bahkan melarang Petro beredar di platform-nya dikarenakan aturan sanksi dari AS.

Awal pekan ini, Bitcoinist melaporkan bahwa volume perdagangan di LocalBitcoins, sebuah layanan perdagangan over-the-counter untuk Bitcoin menggunakan mata uang lokal, memecahkan rekor di Venezuela, mencapai angka 500 juta Bolivar dalam sepekan atau setara dengan Rp29 juta. [ed]

Ikuti media sosial kami

Ingin Beriklan? Klik di Sini