Pasar kripto pada Sabtu lalu dilanda likuidasi besar-besaran dengan total mencapai US$2,4 miliar. Tekanan ini menyeret sejumlah aset utama, termasuk Bitcoin yang sempat turun ke US$77.000 serta Ethereum yang melemah ke US$2.400.
Kondisi tersebut berdampak pada altcoin kecil, salah satunya Pi Network yang tertekan dan anjlok hingga menyentuh rekor terendah di US$0,151, seiring meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap tekanan token unlock yang kian membayangi.
Likuidasi dan Sentimen Pasar Memburuk, Pi Ikut Anjlok
Koreksi pasar kripto kali ini dipicu oleh memburuknya sentimen global. Dalam 24 jam terakhir, kapitalisasi pasar kripto tercatat turun lebih dari 6 persen, mencerminkan tekanan jual yang meluas, termasuk pada Pi Network.
Bitcoin dan mayoritas altcoin berada di zona merah. Kondisi ini menunjukkan investor cenderung memilih sikap defensif, menahan modal, atau mengalihkan dana ke aset yang dianggap lebih aman.

Di sisi lain, ketegangan geopolitik turut memperkeruh suasana. Peringatan Donald Trump kepada Iran untuk segera membuka pembicaraan atau menghadapi risiko serangan memicu kekhawatiran eskalasi konflik.
Probabilitas terjadinya serangan bahkan dilaporkan meningkat di pasar prediksi seperti Polymarket. Situasi ini menambah ketidakpastian dan mendorong volatilitas di berbagai kelas aset.
Tekanan Token Unlock Membayangi Pi Network
Di tengah kondisi tersebut, Pi Network mengalami tekanan yang lebih dalam. Harga koin Pi Network telah turun lebih dari 93 persen dari rekor tertingginya di US$2,98 yang dicapai pada Februari tahun lalu, tak lama setelah peluncuran mainnet.
Data perdagangan pada platform CoinMarketCap menunjukkan tanda-tanda kapitulasi. Volume transaksi Pi Network melonjak hingga sekitar US$28 juta, naik tajam dari sekitar US$7 juta sehari sebelumnya.
Lonjakan volume di tengah tren penurunan harga yang tajam sering diartikan sebagai sinyal bahwa banyak holder yang mulai memilih melepas asetnya untuk membatasi potensi kerugian.
Tekanan jual juga bertepatan langsung dengan proses token unlock yang masih berlangsung. Menurut data PiScan, pada Februari saja, lebih dari 189 juta token Pi dijadwalkan secara bertahap masuk ke pasar.
Dalam 12 bulan ke depan, total token yang akan di-unlock bahkan diperkirakan mencapai sekitar 1,3 miliar PI, sehingga semakin meningkatkan kekhawatiran terhadap potensi kelebihan suplai.

Minimnya Likuiditas dan Sentimen yang Belum Pulih
Di tengah tekanan tersebut, kabar positif belum mampu mengubah arah pasar. Salah satunya adalah pendekatan baru dalam proses verifikasi KYC yang diklaim akan mempermudah migrasi pioneer ke mainnet.
Meski langkah ini berpotensi memperluas partisipasi jaringan, respons investor dan trader terbilang datar. Pasar menilai dampaknya masih bersifat jangka panjang.
Sentimen negatif juga diperkuat oleh belum adanya listing Pi Network di bursa besar seperti Binance ataupun Bybit. Ketiadaan listing ini membatasi likuiditas dan juga likuiditas yang membuat pergerakan harga Pi Network rentan terhadap tekanan jual dalam jumlah besar.
Dengan kombinasi sentimen global yang rapuh, gelombang token unlock, dan keterbatasan likuiditas, Pi Network kini berada pada fase krusial yang akan menentukan arah pergerakan selanjutnya.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [dp]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.



