Komputer Quantum Diprediksi Siap dalam 4 Tahun, Kripto Terancam?

Perkembangan teknologi komputasi kuantum kembali mencuri perhatian publik. Riset terbaru menunjukkan bahwa komputer kuantum yang selama ini dianggap masih jauh dari realisasi kini justru berpotensi hadir lebih cepat, bahkan sebelum 2030.

Temuan ini tidak hanya menjadi kabar baik bagi dunia teknologi, tetapi juga memunculkan kekhawatiran baru, terutama bagi industri kripto yang bergantung pada sistem kriptografi untuk menjaga keamanan aset digital.

Quantum Semakin Dekat, Kebutuhan Qubit Jauh Lebih Rendah

Penelitian yang dirilis pada Selasa (31/03/2026) oleh California Institute of Technology bersama Oratomic mengungkap bahwa komputer quantum fungsional mungkin tidak lagi membutuhkan jutaan qubit seperti yang selama ini diperkirakan.

Sebaliknya, sistem tersebut disebut dapat berjalan dengan sekitar 10.000 hingga 20.000 qubit. Angka ini menjadi penurunan signifikan dibandingkan dengan estimasi yang mencapai jutaan qubit untuk mencapai stabilitas dan performa optimal.

IKLAN
Chat via WhatsApp

Qubit sendiri merupakan unit dasar dalam quantum computing, setara dengan bit pada komputer klasik. Selama ini, tantangan terbesar dalam pengembangan teknologi ini adalah tingkat error yang tinggi, sehingga sistem sulit diandalkan dalam skala besar.

BACA JUGA:  Bank AS Mulai Akui Aset Digital Sebagai Jaminan Modal Bank

Namun, pendekatan baru dalam arsitektur error correction menjadi titik balik penting. Dengan memanfaatkan sistem berbasis neutral-atom serta teknologi laser yang dikenal sebagai optical tweezers, atom dapat dipindahkan dan dihubungkan secara langsung dalam jarak jauh.

“Kami mengembangkan arsitektur baru untuk prosesor quantum berbasis atom netral yang secara drastis mengurangi kebutuhan sumber daya untuk komputasi quantum yang tahan kesalahan,” ujar fisikawan teoretis Caltech, John Preskill di X, Selasa (31/03/2026).

Asitektur Komputasi Kuantum - Caltech
Asitektur Komputasi Kuantum – Caltech

Perkembangan ini memperkuat pandangan bahwa kemajuan komputasi quantum tidak lagi sekadar teori, melainkan semakin mendekati realisasi dalam waktu yang lebih cepat dari perkiraan sebelumnya.

Ancaman yang Semakin Nyata untuk Kripto

Di tengah kemajuan ini, kekhawatiran terhadap keamanan kripto semakin meningkat. Google melalui divisi Quantum AI sebelumnya merilis whitepaper yang mengungkap kerentanan sistem kriptografi pada dompet kripto.

Algoritma elliptic curve cryptography (ECC) 256-bit yang menjadi fondasi keamanan banyak blockchain disebut dapat dipecahkan dengan sumber daya kuantum yang lebih kecil dari perkiraan sebelumnya.

BACA JUGA:  Konflik Iran Memanas, Apa AS Bisa Menyita BTC Negara Ini?

Dalam skenario tertentu, proses tersebut diperkirakan hanya membutuhkan 1.450 logical qubits dan kurang dari 500.000 physical qubits. Jika teknologi sudah matang, pembobolan bahkan bisa terjadi dalam hitungan menit.

Dompet Crypto dalam Bahaya Gegara Komputasi Kuantum

Hal ini dimungkinkan melalui penggunaan Shor’s Algorithm, yang bekerja secara berbeda dari komputasi klasik. Alih-alih mencoba berbagai kombinasi, komputer kuantum dapat menghitung kunci dari struktur matematis yang tersedia secara publik.

Risiko terbesar muncul saat public key terekspos, misalnya ketika transaksi dilakukan. Dalam kondisi ini, penyerang berpotensi menyalin private key dan mengalihkan dana sebelum transaksi asli dikonfirmasi.

Meski begitu, ancaman ini belum bersifat langsung. Saat ini, quantum computing masih terbatas dari sisi kapasitas dan stabilitas, sehingga belum mampu melakukan serangan skala besar terhadap jaringan seperti Bitcoin.

Industri Kripto Harus Mulai Bersiap

Sejumlah analis menilai perkembangan komputasi kuantum akan terjadi secara bertahap. Hingga sekitar 2030, risiko terhadap kripto masih relatif rendah karena keterbatasan teknologi yang ada saat ini.

BACA JUGA:  Bitcoin Dapat Sinyal Bullish Baru, Data Arus Bursa Mulai Berubah

Namun, periode 2030 hingga 2035 diperkirakan menjadi fase krusial atau zona abu-abu. Pada fase ini, berbagai eksperimen mulai menunjukkan potensi nyata dalam memecahkan sistem kriptografi yang saat ini digunakan.

Selain itu, muncul kekhawatiran terhadap skenario “harvest now, decrypt later,” yaitu ketika data yang dikumpulkan hari ini disimpan dan baru dibobol di masa depan saat teknologi quantum sudah cukup matang.

Menakar Ancaman Quantum Computing bagi Keamanan Bitcoin

Dengan arah perkembangan yang semakin jelas, isu keamanan kripto diperkirakan akan menjadi fokus utama dalam beberapa tahun ke depan, seiring perlombaan global menuju era komputasi kuantum.

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [dp]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait