Konflik Israel–Iran Memanas, Kripto Masuk Fase Ini

Ketegangan antara Israel dan Iran kembali meningkat dalam beberapa hari terakhir, ditandai dengan meningkatnya kesiapsiagaan militer, gangguan penerbangan, serta langkah-langkah pengamanan sipil di sejumlah wilayah.

Meski belum ada konfirmasi resmi mengenai pecahnya konflik terbuka skala penuh, situasi ini telah memicu kekhawatiran global dan berdampak pada pergerakan pasar keuangan, termasuk aset kripto. Investor mulai mengadopsi sikap lebih berhati-hati seiring meningkatnya risiko geopolitik di Timur Tengah.

Berdasarkan laporan Times of Israel pada Rabu (14/1/2026), Israel telah meningkatkan status kewaspadaan nasional, sementara aktivitas pesawat militer terdengar di beberapa wilayah udara. Di saat yang sama, beberapa maskapai dilaporkan menunda atau membatalkan penerbangan ke kawasan tertentu karena faktor keamanan.

Di sisi lain, Iran juga mengambil langkah antisipatif dengan menyesuaikan pengaturan lalu lintas udara di wilayahnya, mencerminkan situasi yang masih belum stabil.

IKLAN
Chat via WhatsApp

Ketegangan ini dipicu oleh dinamika politik regional yang terus berkembang, termasuk konflik kepentingan strategis antara Israel dan Iran di Timur Tengah.

Meskipun belum ada pernyataan resmi yang mengonfirmasi serangan langsung terbaru, kondisi keamanan yang memburuk telah mendorong berbagai negara dan pelaku pasar untuk mengantisipasi kemungkinan eskalasi lebih lanjut dari konflik Israel–Iran.

BACA JUGA:  OJK Lewat Satgas PASTI Ungkap Skema Investasi Kripto Bodong

Dampak dari situasi ini langsung terasa di pasar keuangan global. Investor cenderung mengurangi eksposur terhadap aset berisiko dan memindahkan dana ke instrumen yang dianggap lebih aman.

Pasar kripto, yang selama ini masih dikategorikan sebagai aset berisiko tinggi, mengalami peningkatan volatilitas seiring meningkatnya ketidakpastian geopolitik.

Harga sejumlah aset digital utama menunjukkan pergerakan yang fluktuatif, sementara volume perdagangan cenderung melemah di beberapa bursa. Tekanan jual muncul seiring meningkatnya kekhawatiran investor terhadap stabilitas ekonomi global apabila konflik Israel–Iran berkembang menjadi konfrontasi militer terbuka.

Menurut analis pasar keuangan, pola seperti ini bukan hal baru dalam situasi geopolitik yang memanas.

Dampak Langsung Konflik terhadap Pasar Kripto

Dalam jangka pendek, konflik Israel–Iran memicu peningkatan volatilitas di pasar kripto, membawanya ke fase risk-off. Investor cenderung mencari likuiditas cepat untuk mengamankan posisi mereka, sehingga tekanan jual pada Bitcoin dan aset digital lainnya meningkat.

Terbukti, harga BTC dan beberapa altcoin utama, seperti Ethereum (ETH), Solana (SOL), Cardano (ADA), mengalami koreksi dalam beberapa jam terakhir, tanda ada perubahan pada selera risiko investor pasca kabar konflik ini menyebar.

BACA JUGA:  Ahli Sebut Kripto Mungkin Tidak Dirancang untuk Manusia

Meskipun Bitcoin kerap disebut sebagai alternatif lindung nilai, kenyataannya aset ini masih sering bergerak sejalan dengan sentimen risiko global, terutama pada fase awal krisis geopolitik.

Altcoin, yang umumnya memiliki tingkat spekulasi lebih tinggi, menjadi kelompok aset yang paling rentan terhadap gejolak pasar. Penurunan likuiditas dan minat risiko membuat harga sejumlah altcoin terkoreksi lebih dalam dibandingkan aset kripto utama.

Selain itu, meningkatnya ketegangan di Timur Tengah juga berdampak pada sektor energi global. Ketidakstabilan kawasan tersebut berpotensi mendorong kenaikan harga minyak dan gas. Kondisi ini dapat berimbas pada industri penambangan kripto, yang sangat bergantung pada biaya listrik.

Jika harga energi meningkat, margin keuntungan penambang dapat tertekan, sehingga berpotensi memengaruhi aktivitas jaringan dalam jangka menengah.

Namun, dampak tersebut tidak terjadi begitu saja dan masih bergantung pada seberapa jauh konflik Israel–Iran berkembang. Selama eskalasi belum memasuki tahap konfrontasi terbuka berskala besar, pasar kripto cenderung bergerak dalam fase konsolidasi dengan volatilitas tinggi.

BACA JUGA:  4 Proyek Kripto RI yang Sempat Booming, Kini Tinggal Kenangan?

Risiko Geopolitik Tekan Selera Risiko Investor

Di tengah ketidakpastian geopolitik, narasi mengenai kripto sebagai alternatif sistem keuangan kembali menguat. Dalam situasi tertentu, meningkatnya pembatasan keuangan, gangguan sistem perbankan, atau risiko geopolitik dapat mendorong minat terhadap aset digital, terutama stablecoin dan penyimpanan mandiri.

Namun, dalam konteks konflik Israel–Iran saat ini, sentimen dominan di pasar masih didorong oleh kehati-hatian. Investor global menunggu kejelasan arah konflik sebelum kembali meningkatkan eksposur terhadap aset berisiko.

Lembaga keuangan internasional dan pelaku pasar besar juga terus memantau perkembangan di Timur Tengah. Jika eskalasi konflik berlanjut, potensi tekanan terhadap pasar kripto dapat semakin besar, terutama bagi aset dengan likuiditas rendah.

Sebaliknya, jika ketegangan mereda tanpa konfrontasi terbuka, pasar kripto berpeluang mengalami pemulihan bertahap seiring kembalinya selera risiko investor.

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait

Iklan Bitget Blockchain Media Indonesia