Konflik Justin Sun vs WLFI Memanas, Sengketa US$45 Juta Belum Berakhir

Perseteruan antara pendiri Tron, Justin Sun, dan World Liberty Financial (WLFI), proyek kripto yang terkait keluarga Donald Trump, kembali memanas. Sengketa investasi senilai US$45 juta kini memasuki babak baru.

Kali ini, Sun tidak hanya mempermasalahkan token miliknya yang dibekukan. Ia juga meminta pengadilan menjatuhkan sanksi sekitar US$264 ribu kepada WLFI dan tim hukumnya atas dugaan pengungkapan informasi yang menyesatkan.

Justin Sun Tuntut Sanksi US$264 Ribu kepada WLFI

Berdasarkan dokumen pengadilan yang diajukan pada Senin (02/11/2026), Justin Sun bersama dua penggugat lainnya meminta sanksi US$263.821,20 terhadap WLFI dan pengacaranya terkait sengketa yang masih berlangsung.

Permintaan tersebut muncul setelah Sun menuding WLFI memberikan informasi tidak lengkap mengenai struktur kepemilikan perusahaan. Menurutnya, persoalan ini memengaruhi proses hukum yang berjalan selama beberapa bulan terakhir.

Dokumen Pengadilan yang Diajukan Justin Sun Terkait WLFI
Dokumen Pengadilan yang Diajukan Justin Sun Terkait WLFI

Awalnya, WLFI hanya mencantumkan Florida sebagai yurisdiksi kewarganegaraan hukumnya. Namun, hampir tiga bulan, perusahaan memperbarui laporan tersebut dengan mengungkap 22 individu dan entitas dalam struktur kepemilikannya.

BACA JUGA:  Bitcoin Core 32.0 Bawa Pembaruan Besar, Apa yang Berubah pada Jaringan BTC?

Perubahan itu menjadi persoalan karena sejumlah entitas ternyata memiliki keterkaitan dengan Uni Emirat Arab (UEA). Sun mempertanyakan mengapa informasi tersebut baru disampaikan setelah proses persidangan berjalan cukup jauh.

“World Liberty seharusnya sudah mengetahui siapa saja pemiliknya sejak awal. Ketika kami mempertanyakan bagaimana hal ini bisa terjadi, World Liberty menolak memberikan penjelasan,” ujar Sun melalui unggahan di X, Selasa (03/11/2026).

Sengketa US$45 Juta Berawal dari Pembekuan Token

Perseteruan ini sudah berlangsung cukup lama. Dikutip dari laporan sebelumnya pada April lalu, Sun menggugat WLFI setelah menuding proyek tersebut membekukan token miliknya secara sepihak.

IKLAN
Urban Stretch Centre Medan

Masalah bermula pada September 2025, ketika WLFI memblokir wallet yang dikaitkan dengan Sun. Pihak proyek mencurigai aktivitas transfer token, sementara Sun membantah telah melakukan tindakan yang merugikan.

Ketegangan kemudian meningkat pada April 2026. Sun mengkritik mekanisme governance dan kebijakan penguncian WLFI yang dianggap tidak transparan, sebelum akhirnya membawa persoalan tersebut ke pengadilan federal California.

BACA JUGA:  XRP, SOL, DOGE dan HYPE Bersiap Rebound? Ini Level Kuncinya

Namun, WLFI tidak tinggal diam. Pada Mei 2026, perusahaan menggugat balik Justin Sun atas dugaan pencemaran nama baik, dengan tuduhan bahwa Sun menyebarkan pernyataan yang merusak reputasi proyek kripto tersebut.

Situasi ini cukup menarik mengingat Sun sebelumnya merupakan salah satu pendukung awal WLFI. Ia menginvestasikan US$45 juta dalam token proyek, sebelum hubungan keduanya berubah menjadi perseteruan hukum.

Dokumen Kepemilikan Jadi Persoalan Baru, Bagaimana Kelanjutannya?

Memasuki tahap ini, persoalan tidak lagi terbatas pada pembekuan token. Pengungkapan struktur kepemilikan WLFI kini turut mempengaruhi penetapan pengadilan mana yang berwenang menangani sengketa tersebut.

Perubahan dokumen itu disampaikan enam hari setelah hakim mempertanyakan upaya WLFI membawa sebagian klaim Sun ke arbitrase. Setelahnya, pengacara WLFI berargumen bahwa pengadilan federal tidak memiliki yurisdiksi karena keterlibatan pihak asing.

Konflik Memanas! Justin Sun Digugat Balik Proyek WLFI Trump

Bagi Sun, perubahan tersebut menimbulkan persoalan baru. Tim hukumnya mengaku telah menghabiskan biaya untuk menghadapi permohonan arbitrase, sebelum WLFI mengajukan argumen baru mengenai kewenangan pengadilan federal.

BACA JUGA:  Mahasiswa UGM Kembangkan Game Blockchain, Hadirkan Hadiah Token Monad

Karena itulah, Sun meminta penggantian biaya hukum sebesar US$263.821,20. Berdasarkan dokumen yang diajukan, angka tersebut mencakup pekerjaan pengacara dalam menghadapi permohonan arbitrase, bukan keseluruhan biaya sengketa.

Meski demikian, permohonan sanksi belum dikabulkan. Sun akan mengajukan gugatannya melalui pengadilan negara bagian California setelah persoalan sanksi selesai, sementara sidang berikutnya dijadwalkan pada 10 Desember 2026.

Dengan sidang berikutnya yang semakin dekat, perseteruan Sun dan proyek yang didukung oleh Trump tampaknya masih jauh dari selesai. Keputusan pengadilan atas sanksi ini akan menjadi babak penting dalam menentukan arah sengketa keduanya.

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita Bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [dp]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait