Setelah lebih dari dua tahun penuh ketidakpastian, korban kebangkrutan FTX akhirnya mulai menerima pembayaran kompensasi yang telah lama dinantikan.
Proses distribusi dana bagi para kreditur bursa kripto milik SBF tersebut telah resmi diumumkan dan dimulai pada 18 Februari 2025, dengan estimasi selesai dalam 1–3 hari kerja, tergantung pada platform yang digunakan.
Proses pembayaran ini merupakan bagian dari rencana reorganisasi besar-besaran FTX senilai US$17 miliar atau sekitar Rp278 triliun, yang mulai efektif secara resmi pada 3 Januari 2025 setelah mendapat persetujuan hukum.
Tahap Pertama Pembayaran Kebangkrutan FTX
Menurut pernyataan resmi pada 7 Mei 2024, para kreditur yang terdampak dalam insiden FTX dan termasuk dalam kategori “Convenience Class“, yaitu mereka yang memiliki klaim hingga $50.000, akan menerima pembayaran penuh beserta bunga tahunan yang terakumulasi sejak November 2022.
“Rencana ini mempertimbangkan pengaturan subordinasi dengan kreditur pemerintah yang memungkinkan pembayaran bunga kepada kelas utama pelanggan dan kreditur dengan tingkat hingga 9 persen (”Consensus Rate”) sejak dimulainya kasus FTX Bab 11 hingga tanggal distribusi,” sebagaimana tercantum pada pengumuman resminya.
Pembayaran ini diproses melalui beberapa platform bursa kripto terkemuka seperti BitGo, Kraken, dan beberapa layanan lain, memungkinkan kreditur menerima dana dalam waktu 1–3 hari kerja setelah diverifikasi.
Untuk memastikan kelancaran proses dan menghindari keterlambatan, penerima pembayaran diwajibkan menyelesaikan verifikasi Know Your Customer (KYC) yang ketat serta mengisi formulir pajak resmi yang diperlukan.
Dalam pengumuman resminya, para korban kebangkrutan FTX yang saat ini belum memenuhi persyaratan administrasi masih memiliki kesempatan untuk dapat menerima pembayaran pada tahap distribusi berikutnya.
Kapan Jadwal Pembayaran Selanjutnya?
Pihak mereka telah mengumumkan jadwal pembayaran lebih lanjut pada 18 Februari 2025, dengan distribusi berikutnya dijadwalkan pada Q2 2025. Kreditur yang terdampak karena insiden FTX dengan klaim lebih dari US$50.000 juga dijadwalkan untuk mulai menerima pembayaran pada periode tersebut.
“Tanggal pencatatan yang diantisipasi untuk distribusi berikutnya (Next Distribution) akan jatuh pada 11 April 2025 bagi pemegang klaim yang disetujui dari Klaim Hak Pelanggan Kelas 5 dan Klaim Utang Tidak Terjamin Kelas 6, sebagaimana didefinisikan dalam Rencana. Selain itu, distribusi juga mencakup Klaim Kenyamanan yang telah disetujui sejak tanggal pencatatan awal namun belum menerima pembayaran. Distribusi Berikutnya diperkirakan akan dimulai pada 30 Mei 2025,” sebagaimana tercantum dalam pernyataan resminya.
Langkah ini menjadi tonggak penting dalam upaya pemulihan aset para kreditur yang hilang dan penyelesaian kasus kebangkrutan FTX, yang telah berlangsung sangat lama, penuh ketidakpastian, dan merusak reputasi pasar kripto secara global.
Dengan pembayaran ini, banyak kreditur dari insiden FTX yang akhirnya bisa bernapas lega setelah ketidakpastian panjang yang melanda sejak runtuhnya platform perdagangan kripto milik Sam Bankman-Fried tersebut.
Kasus FTX telah menjadi salah satu kegagalan terbesar dalam sejarah industri kripto, mengguncang kepercayaan investor dan regulator terhadap ekosistem digital ini. Namun, dengan dimulainya proses pembayaran kreditur, ada harapan bahwa industri kripto dapat kembali bangkit dan memperbaiki kepercayaannya di mata publik. [dp]