Kost Mewah di Medan Ternyata Pabrik Vape Narkoba, Bitcoin Jadi Alat Transaksi

Polisi membongkar pabrik vape mengandung narkotika yang beroperasi di sebuah rumah kos mewah di Kota Medan. Tempat yang seharusnya menjadi hunian eksklusif itu justru dijadikan lokasi produksi vape narkoba dengan sistem keamanan berlapis.

Tak hanya itu, para pelaku juga diduga menggunakan aset kripto, termasuk Bitcoin, untuk bertransaksi dan menyamarkan aliran dana. Modus tersebut diduga dipakai untuk menghindari pelacakan aparat selama menjalankan bisnis ilegalnya.

Kos Elite Berubah Jadi Pabrik Vape Narkoba

Dikutip dari CNN Indonesia pada Kamis (11/06/2026), Polrestabes Medan membongkar sebuah pabrik rumahan vape liquid mengandung narkotika yang beroperasi di rumah kos mewah di Jalan Flores, Kecamatan Medan Perjuangan. 

Dalam pengungkapan itu, polisi menangkap dua pelaku, yakni WNA asal Singapura berinisial TM dan kekasihnya, warga Indonesia berinisial MWQ. Keduanya diamankan pada 17 Mei 2026, sementara seorang pelaku lain berinisial R masih buron.

Kasat Resnarkoba Polrestabes Medan Kompol Rafli Yusuf Nugraha mengungkapkan bahwa MWQ bertugas mengolah bahan baku dan meracik vape narkoba di lokasi. Setelah selesai diproduksi, barang kemudian disiapkan untuk diedarkan.

BACA JUGA:  CoinShares: Wall Street Jual Bitcoin, Bank Besar Justru Tambah Posisi

Sementara itu, proses pemasaran dan distribusi tetap dikendalikan oleh TM bersama R yang kini masih dalam pengejaran. Polisi pun terus mendalami jaringan di balik produksi vape narkoba tersebut.

“Jadi si MWQ ini tugasnya memasak, mengolah bahan. Dia menaruh vape tadi di resepsionis di kosan. Dan untuk pemasaran tetap dikendalikan tadi oleh TM dan R yang sedang kita kejar,” ujar Rafli saat konferensi pers di Polrestabes Medan, Kamis (11/06/2026). 

Menariknya, hubungan keduanya bermula dari aplikasi kencan pada 2025. Awalnya TM hanya memberikan vape narkoba kepada MWQ untuk dicoba, namun ketergantungan yang muncul kemudian berkembang menjadi bisnis ilegal dengan skala yang lebih besar.

IKLAN
Urban Stretch Centre Medan

Bahan Baku dari Luar Negeri dan Kos Berlapis Keamanan

Setelah menjalankan bisnis tersebut, pasangan ini mendirikan tempat produksi di dalam kos mewah yang mereka tinggali. Bahan baku didatangkan dari luar negeri melalui jasa ekspedisi internasional sebelum diolah menjadi vape narkoba siap edar.

Adik Prabowo: Industri Kripto Harus Waspadai Money Laundering dan Judol

Produk yang telah selesai diproduksi kemudian dipasarkan ke wilayah Medan dan sekitarnya. Polisi juga menemukan berbagai alat produksi, bahan baku, hingga kemasan bergambar boneka Labubu yang diduga sengaja dibuat sebagai strategi pemasaran.

BACA JUGA:  Bitcoin Belum Mati, 3 Indikator Ini Justru Isyaratkan Fase Bottom Besar

Lokasi produksi sendiri memiliki sistem keamanan yang tidak biasa. Untuk memasuki area kos, seseorang harus melewati akses pengenalan wajah, sidik jari, hingga kata sandi. Bahkan sinyal komunikasi di dalam area tersebut disebut sangat minim.

“Untuk menembus kos tersebut ada tiga akses mulai face recognition dan saat masuk di kos itu, semua jaringan down. Saat menuju kamar menggunakan fingerprint, minimal banget password,” kata Rafli.

Polisi juga menemukan bahan baku vape narkoba yang disimpan di dalam koper dan brankas, sementara TM ditangkap di sebuah hotel di Medan ketika diduga hendak mengambil pasokan bahan baku baru untuk melanjutkan produksi.

Bitcoin Dipakai untuk Menyamarkan Transaksi Narkoba

Selain cara produksi yang rapi, polisi juga menemukan metode pembayaran yang digunakan pengedar vape narkoba untuk menghindari pelacakan. Transaksi juga menggunakan kripto, termasuk Bitcoin, sehingga aliran dana tidak melewati sistem perbankan konvensional.

BACA JUGA:  Kripto Jadi Kedok, Satgas PASTI Bongkar Penipuan Copy Trading

Menurut Rafli, penggunaan aset kripto dipilih sebagai upaya mengelabui petugas agar transaksi tidak mudah ditelusuri. Meski demikian, penyidik tetap berhasil mengungkap jaringan tersebut beserta pola transaksi yang digunakan.

“Mereka tidak menggunakan transfer dan segala macam, mereka sudah bertransaksi menggunakan kripto ataupun Bitcoin untuk mengelabui petugas. Mereka boleh mencari celah tapi kami pastikan kami akan tutup ruang mereka,” tegas Rafli.

Dari penyelidikan, polisi memperkirakan bisnis ilegal tersebut telah berjalan sejak 2025 dengan total keuntungan yang ditaksir mencapai sekitar Rp10 miliar. Saat ini penyidik masih memburu tersangka R sekaligus mendalami kemungkinan adanya jaringan lain.

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [dp]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait