Kripto GEOD Berpotensi Jadi Hidden Gem? Pendapatan GEODNET Melonjak 128 Persen

Di tengah banyaknya proyek kripto yang mengandalkan tren pasar, GEODNET (GEOD) muncul sebagai salah satu kandidat hidden gem crypto yang menarik untuk dicermati. Proyek infrastruktur terdesentralisasi ini mencatat pertumbuhan pendapatan yang cukup tinggi, didukung penggunaan layanan di sektor teknologi dunia nyata.

Pendapatan GEODNET pada kuartal ketiga tahun ini mencapai sekitar US$2,78 juta, meningkat hampir 128 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Namun, meskipun aktivitas bisnisnya berkembang, kapitalisasi pasar token GEOD masih berada di kisaran US$137 juta. Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan mengenai apakah valuasi pasar telah sepenuhnya mencerminkan perkembangan fundamental proyek tersebut.

GEODNET sendiri bergerak di sektor Decentralized Physical Infrastructure Network (DePIN), dengan menyediakan jaringan data lokasi berpresisi tinggi untuk kebutuhan drone, robotika, pertanian dan sistem navigasi otonom.

Pendapatan GEODNET Menguat, Bisnis Nyata Jadi Penopang

Salah satu faktor utama yang mendukung potensi GEOD adalah pertumbuhan pendapatan protokol yang dapat ditelusuri melalui data ekonomi jaringannya.

Berdasarkan catatan pendapatan GEODNET di DefiLlama, protokol tersebut menghasilkan sekitar US$2,14 juta pada kuartal pertama 2026 dan US$2,59 juta pada kuartal kedua, sebelum meningkat menjadi US$2,78 juta pada kuartal ketiga.

Sebagai pembanding, pendapatan pada kuartal ketiga 2025 hanya sekitar US$1,22 juta. Dengan demikian, peningkatan tahunan mencapai sekitar 128 persen, sedangkan pertumbuhan dari kuartal kedua ke kuartal ketiga 2026 berada di kisaran 7,3 persen.

BACA JUGA:  Avalanche ETF Grayscale Perluas Kustodian, Anchorage Digital Masuk untuk AVAX

Pertumbuhan tersebut menjadi relevan karena pendapatan GEODNET berasal dari layanan infrastruktur yang dipasarkan untuk kebutuhan operasional, bukan hanya aktivitas perdagangan token di pasar kripto.

IKLAN
Urban Stretch Centre Medan

Menurut penjelasan resmi GEODNET mengenai ekosistem GEOD, jaringan ini menggunakan stasiun referensi satelit untuk mengumpulkan data koreksi posisi melalui teknologi Real-Time Kinematic (RTK).

Teknologi tersebut memungkinkan perangkat yang kompatibel menentukan posisi dengan akurasi hingga tingkat sentimeter, jauh lebih presisi dibandingkan layanan GPS standar.

Kebutuhan tersebut semakin penting bagi drone industri, mesin pertanian otomatis, kendaraan otonom dan berbagai sistem robotika yang memerlukan informasi lokasi secara akurat.

Potensi penggunaan komersialnya juga terlihat dari kerja sama dengan perusahaan teknologi. Pada April 2025, GEODNET dan DroneDeploy mengumumkan kemitraan untuk menghadirkan layanan RTK kepada pengguna drone dalam kegiatan survei, konstruksi, pertambangan dan sektor utilitas.

Selain itu, GEODNET dan DroneDash mengumumkan pembentukan GEODASH Aerosystems pada Oktober 2025 guna mengembangkan teknologi drone pertanian yang memadukan navigasi presisi dengan kecerdasan buatan (AI).

Kedua pengembangan tersebut memperlihatkan bahwa jaringan GEODNET memiliki peluang penggunaan di luar ekosistem blockchain, meskipun keberhasilan komersial masing-masing produk tetap perlu dievaluasi secara terpisah.

Mengapa GEOD Berpeluang Menjadi Kripto Underrated?

Faktor berikutnya yang menarik perhatian adalah hubungan antara pendapatan layanan GEODNET dengan mekanisme ekonomi token GEOD.

Melalui penjelasan resmi mengenai model pendapatannya, GEODNET menyatakan bahwa 80 persen pendapatan dari penjualan data digunakan untuk membeli kembali dan membakar token GEOD.

BACA JUGA:  Token NIGHT Melejit 22 Persen, Midnight Rilis Pembaruan Penting Jaringan

Artinya, pertumbuhan penggunaan layanan berpotensi meningkatkan pembelian token di pasar apabila pendapatan komersial terus bertambah dan mekanisme tersebut dijalankan secara konsisten.

Pada kuartal ketiga 2026, DefiLlama mencatat pembelian kembali token sekitar US$2,22 juta, sejalan dengan porsi 80 persen dari pendapatan protokol sebesar US$2,78 juta.

Mekanisme tersebut menjadi salah satu pembeda GEOD dari sejumlah aset kripto yang belum memiliki hubungan ekonomi langsung antara penggunaan produknya dan permintaan terhadap token.

Faktor lain yang dapat dipertimbangkan adalah valuasinya.

Dengan kapitalisasi pasar sekitar US$137 juta dan pendapatan 30 hari sekitar US$957 ribu, kapitalisasi pasar GEOD setara dengan hampir 12 kali pendapatan tahunan apabila pendapatan bulanan terakhir dipertahankan selama 12 bulan.

Perhitungan sederhana tersebut bukan bukti bahwa GEOD sudah murah, tetapi menyediakan ukuran awal untuk menilai seberapa besar valuasi pasar dibandingkan kemampuan jaringan menghasilkan pendapatan.

Apabila GEODNET mampu mempertahankan pertumbuhan bisnis, meningkatkan jumlah pelanggan berbayar dan memperluas penggunaan data RTK, fundamentalnya berpeluang terus berkembang.

Meski demikian, status underrated tidak dapat ditentukan hanya melalui pertumbuhan pendapatan atau kapitalisasi pasar yang relatif kecil.

Risiko suplai menjadi faktor penting. Berdasarkan data distribusi token GEOD, jumlah token beredar berada di kisaran 462 juta GEOD dari suplai maksimum satu miliar token.

BACA JUGA:  Token ZETA Terbang 46 Persen, ZetaChain Tinggalkan L1 demi Solana

Valuasi terdilusi penuh atau fully diluted valuation (FDV) juga mencapai sekitar US$285 juta, lebih dari dua kali kapitalisasi pasar beredarnya.

Perbedaan tersebut menunjukkan bahwa potensi bertambahnya suplai harus diperhitungkan, termasuk emisi token sebagai insentif bagi operator stasiun jaringan. Pembelian kembali dan burn token belum tentu sepenuhnya mengimbangi tekanan jual dari penerbitan maupun pelepasan token lainnya.

Di sisi bisnis, pertumbuhan pendapatan historis juga tidak menjamin peningkatan berkelanjutan. Persaingan layanan positioning, biaya operasional jaringan dan kemampuan mengubah jangkauan infrastruktur menjadi pelanggan berbayar tetap menjadi tantangan.

Karena itu, GEOD lebih tepat dipandang sebagai kandidat kripto underrated yang memiliki fundamental terukur, bukan sebagai aset yang sudah pasti mengalami kenaikan harga.

Ke depan, indikator penting yang perlu diperhatikan meliputi pertumbuhan pendapatan layanan, nilai pembelian kembali token, emisi GEOD serta perluasan penggunaan teknologi RTK oleh pelanggan industri.

Jika perkembangan tersebut terus menunjukkan hasil positif, GEODNET berpeluang memperkuat posisinya sebagai proyek DePIN dengan aktivitas ekonomi nyata yang layak mendapat perhatian lebih besar dari pasar kripto.

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait