Pasar aset digital pada awal perdagangan bulan Juli menunjukkan peningkatan volatilitas seiring sejumlah aset kripto utama memperlihatkan struktur teknikal yang mengarah pada potensi pergerakan lanjutan.
Berdasarkan rangkuman berbagai analisis kripto hari ini, lima aset yang menjadi perhatian pelaku pasar adalah Shiba Inu (SHIB), Kaspa (KAS), Sky (SKY), Hyperliquid (HYPE) dan Tellor (TRB), yang masing-masing berada pada fase teknikal berbeda namun sama-sama mengindikasikan peluang pergerakan kuat.
SHIB Tembus dari Tren Turun, Sinyal Short Squeeze Mulai Terbentuk
Dalam perkembangan analisis kripto hari ini, analis GainMuse mencatat bahwa token meme Shiba Inu (SHIB) mulai menunjukkan tekanan beli setelah beberapa pekan berada di bawah kendali penjual.

Ia menyoroti bahwa harga SHIB berhasil menembus garis tren menurun yang sebelumnya menjadi resistance utama, dengan area US$0,00000405 menjadi titik penting yang kini berubah fungsi sebagai support teknikal.
Menurut GainMuse, pergerakan ini mengindikasikan adanya potensi “short squeeze” apabila harga mampu bertahan di atas area breakout tersebut. Target kenaikan terdekat berada di sekitar US$0,00000560, selama tidak terjadi penutupan harian kembali di bawah level US$0,00000405 yang akan membatalkan skenario bullish.
KAS Mengencang di Zona Kompresi, Sinyal Lonjakan Mulai Terbentuk
Masih dalam analisis kripto hari ini, Crypto Hunter Arab melaporkan bahwa Kaspa (KAS) tengah berada dalam fase kompresi setelah bergerak lama di bawah garis tren menurun. Saat ini harga disebut sedang menguji resistance utama, sementara support di area US$0,026–US$0,030 tetap menjaga struktur tetap stabil.

Ia menjelaskan bahwa pasar KAS berada dalam fase penentuan arah besar. Jika breakout terkonfirmasi, pergerakan lanjutan berpotensi menuju US$0,037–US$0,042 sebagai target awal, kemudian US$0,045–US$0,054, hingga US$0,062–US$0,072 apabila momentum beli menguat.
Kondisi tersebut menempatkan KAS sebagai salah satu aset dengan struktur teknikal paling diperhatikan pelaku pasar.
SKY di Zona Reversal Intraday, Breakout Lanjutan Mulai Terbentuk
Berdasarkan analisis kripto hari ini, FinoraAI mencatat bahwa Sky (SKY) masih berada dalam bias bullish pada time frame 1 jam. Ia memperkirakan harga berpotensi melanjutkan kenaikan menuju resistance US$0,05487, dengan ekstensi target di US$0,05536 apabila momentum tetap terjaga.

Dari sisi strategi, area US$0,05359 dan US$0,05226 disebut sebagai zona entry potensial SKY apabila terjadi retracement dan liquidity sweep.
Konfirmasi bullish akan terlihat dari pola rejection wick atau bullish engulfing sebelum harga kembali menguat. Namun, struktur berubah menjadi bearish apabila terjadi penutupan di bawah US$0,05226.
HYPE Bertahan di US$65, Struktur Bullish Masih Terjaga
Dalam analisis kripto hari ini, Crypto Tony menyoroti Hyperliquid (HYPE) yang saat ini berada pada fase krusial setelah berhasil merebut kembali dan mempertahankan area US$65 sebagai support utama.
Level tersebut dinilai penting karena sebelumnya berfungsi sebagai resistance yang beberapa kali menahan kenaikan harga, sebelum akhirnya berhasil ditembus dan kini berubah menjadi struktur penopang baru dalam jangka pendek.

Perubahan peran level tersebut memperkuat sinyal bahwa pasar sedang berada dalam fase retest untuk menentukan apakah struktur bullish dapat dipertahankan atau justru melemah.
Selama harga HYPE tetap bertahan di atas US$65, Crypto Tony menilai struktur pasar masih mendukung peluang lanjutan kenaikan menuju area resistance berikutnya di kisaran US$68–US$70, dengan potensi pengujian ulang (retest) terhadap high sebelumnya apabila momentum beli terus berlanjut.
Namun, ia menegaskan bahwa skenario bullish tersebut sangat bergantung pada kemampuan HYPE mempertahankan level support kunci tersebut.
Apabila terjadi breakdown dan harga kembali melemah di bawah US$65, maka struktur bullish dinilai mulai kehilangan kekuatan, dengan potensi koreksi menuju area US$60–US$62, bahkan membuka kemungkinan pergeseran sentimen ke bearish apabila tekanan jual semakin dominan.
TRB Siap Ledakan Reversal atau Lanjut Terkoreksi Dalam
Sementara itu, dalam analisis kripto hari ini, analis BehDark menyoroti Tellor (TRB) yang masih berada dalam fase koreksi jangka panjang dengan struktur pola diametric pada time frame mingguan.

Berdasarkan grafik, pergerakan harga tampak membentuk descending channel yang berisi rangkaian Wave A hingga E, dengan posisi saat ini berada di fase Wave E yang secara historis kerap menjadi area akhir dari tekanan jual sebelum potensi pembalikan arah.
Ia menjelaskan bahwa zona hijau di area sekitar US$7,0–US$9,2 menjadi area demand utama yang berpotensi menjadi titik akumulasi jika terjadi konfirmasi pola pembalikan.
Dari zona tersebut, skenario pemulihan diproyeksikan bertahap menuju target awal di sekitar US$12,8, kemudian berlanjut ke area supply pertama di kisaran US$18,2–US$20, sebelum menghadapi resistance kuat utama di zona US$25,2.
Namun demikian, struktur bullish tersebut tetap memerlukan validasi teknikal yang ketat. Skenario ini dinyatakan tidak berlaku apabila harga menutup candle mingguan di bawah level invalidasi di sekitar US$5,6, yang pada grafik menjadi batas bawah struktur utama pola.
Dengan kondisi tersebut, TRB saat ini masih berada dalam fase penentuan arah besar, di mana reaksi harga pada zona demand akan menjadi kunci arah pergerakan selanjutnya.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.


