Pasar aset digital kembali menjadi perhatian investor seiring pergerakan sejumlah altcoin yang terus dipantau menjelang pertengahan Oktober. Lima aset kripto, yakni Stacks (STX), Amp (AMP), Avalanche (AVAX), Aave (AAVE) dan DeXe (DEXE), menjadi sorotan dalam pembahasan pasar kali ini.
Kelima aset tersebut berasal dari proyek dengan fokus berbeda dalam ekosistem blockchain, mulai dari pengembangan jaringan hingga layanan keuangan terdesentralisasi (DeFi). Pergerakan harganya menjadi bagian dari dinamika perdagangan altcoin di pasar kripto global.
STX Mulai Bangkit, Tren Besar Kembali Menggoda
Stacks (STX) memperlihatkan pemulihan dari batas bawah ascending channel makro pada time frame mingguan. Berdasarkan pengamatan analis kripto Vuori, struktur tersebut telah terbentuk sejak 2020 dan masih menjadi acuan untuk melihat arah pergerakan harga jangka panjang.

Dalam analisis kripto hari ini, STX diketahui sempat menguji kembali area US$0,11–US$0,15 yang menjadi area backtest penting sebelum mengalami pantulan cukup kuat. Momentum mingguan juga menunjukkan perbaikan tajam dari wilayah rendah.
Kondisi tersebut menempatkan batas bawah channel sebagai fondasi utama yang perlu dipertahankan agar struktur kenaikan jangka panjang tetap terjaga.
Sementara itu, tantangan berikutnya berada pada resistance makro US$0,80–US$1,05, termasuk level Fibonacci 0,236 di sekitar US$1,045.
Apabila STX mampu menembus kawasan tersebut dan membentuk higher high, peluang melanjutkan kenaikan menuju sisi atas channel akan semakin terbuka. Meski demikian, perjalanan harga masih berpotensi diselingi fase koreksi dan konsolidasi.
Vuori memandang kondisi tersebut sebagai bagian dari kelanjutan tren jangka panjang, bukan sekadar pemulihan sesaat.
“Tren adalah temanmu! US$6–US$9 dalam beberapa tahun mendatang,” ujar Vuori.
Pada grafiknya, ekstensi Fibonacci 1,618 berada di sekitar US$6,47, yang menjadi salah satu acuan proyeksi makro tersebut.
AMP Panaskan Mesin, Sinyal Bullish Mulai Bermunculan
Amp (AMP) menunjukkan tanda-tanda pemulihan pada time frame harian setelah meninggalkan fase pembentukan dasar panjang di sekitar US$0,00038–US$0,00045.
Berdasarkan grafik analis Alice, harga AMP berada di kisaran US$0,000713 setelah berhasil merebut kembali zona horizontal US$0,00052–US$0,00061.

Area tersebut sebelumnya berfungsi sebagai resistance, tetapi kini berpotensi menjadi support baru yang menopang kelanjutan pemulihan harga.
Dalam analisis kripto hari ini, resistance terdekat AMP berada pada kisaran US$0,00080–US$0,00085. Area tersebut beberapa kali memicu rejection harga setelah penguatan sebelumnya.
Keberhasilan menembus resistance tersebut berpotensi memperkuat struktur bullish jangka pendek. Sebaliknya, apabila AMP kembali kehilangan zona US$0,00052–US$0,00061, peluang koreksi menuju area konsolidasi sebelumnya akan meningkat.
Alice memperkirakan potensi kenaikan sekitar 71,56 persen atau setara US$0,000508 dari area harga yang ditampilkan pada grafik.
Proyeksi tersebut menempatkan sasaran kenaikan di kisaran US$0,00120–US$0,00122. Namun, pencapaiannya masih memerlukan konfirmasi melalui penembusan resistance terdekat serta kemampuan harga mempertahankan support yang telah direbut.
AVAX Siapkan Pembalikan, Buyer Mulai Unjuk Gigi
Avalanche (AVAX) tengah memperlihatkan potensi pembentukan pola double bottom pada time frame 4 jam setelah harga dua kali memantul dari area support yang relatif sama.
Menurut analis kripto Gopal, kedua titik dasar tersebut berada di sekitar US$9,70–US$9,90, sementara harga AVAX pada grafik tercatat sekitar US$10,31.

Kemampuan pembeli mempertahankan kawasan support tersebut menjadi dasar munculnya skenario pembalikan arah. Namun, konfirmasi bullish belum terbentuk sepenuhnya karena AVAX masih berada di bawah resistance utama.
Dalam analisis kripto hari ini, perhatian tertuju pada level US$11 yang berfungsi sebagai neckline sekaligus resistance kunci dari pola tersebut.
Gopal menyampaikan bahwa penembusan area tersebut dapat menjadi pemicu penguatan lanjutan.
“Breakout di atas US$11 dapat membuka jalan menuju US$12,50,” ujarnya.
Konfirmasi pembalikan arah akan semakin kuat apabila AVAX berhasil merebut resistance tersebut dan kemudian mempertahankannya sebagai support baru.
Sebaliknya, selama penembusan belum terjadi, harga masih berisiko kembali menguji area US$9,70–US$9,90.
Penurunan tegas di bawah area support tersebut berpotensi melemahkan struktur double bottom dan menggagalkan skenario pemulihan yang sedang terbentuk.
AAVE di Persimpangan, Reli Besar Mulai Terbayang
Aave (AAVE) berada pada area teknikal penting setelah pulih dari dasar sekitar US$70–US$80 dan kembali mendekati resistance horizontal pada timeframe mingguan.
Berdasarkan pengamatan analis Nehal, area US$150–US$165 telah beberapa kali menjadi area support dan resistance yang memicu perubahan arah harga sejak 2024.

Harga AAVE pada grafik tercatat sekitar US$159,42, tepat di dekat pertemuan zona horizontal tersebut dengan descending trendline jangka panjang.
Dalam analisis kripto hari ini, kondisi tersebut menempatkan area US$170–US$180 sebagai resistance penting yang perlu ditembus untuk mengonfirmasi perubahan struktur tren.
Jika harga berhasil melewati area tersebut, tantangan selanjutnya berada pada resistance US$200–US$220.
Proyeksi Nehal juga memperlihatkan kemungkinan AAVE mengalami breakout awal sebelum kembali menguji area US$150–US$165 sebagai support melalui fase retest.
Kemampuan mempertahankan support tersebut akan menjadi faktor penting bagi kelanjutan struktur bullish.
Sementara itu, target makro pada grafik berada di sekitar US$503,35. Namun, pencapaian level tersebut masih bergantung pada sejumlah konfirmasi bertahap, terutama penembusan garis tren menurun dan keberhasilan melewati resistance yang lebih tinggi.
DEXE Makin Terjepit, Ledakan Harga di Depan Mata?
DeXe (DEXE) menunjukkan pergerakan yang semakin menyempit pada time frame harian setelah berbulan-bulan berada di bawah tekanan descending trendline.
Berdasarkan grafik analis Nehal, harga DEXE berada di sekitar US$1,88, sementara support horizontal US$1,65–US$1,75 masih mampu dipertahankan.

Pergerakan tersebut membentuk struktur kompresi antara support datar dan resistance diagonal, sehingga area US$1,90–US$2,00 menjadi titik penentu berikutnya.
Dalam analisis kripto hari ini, penembusan garis tren menurun serta kemampuan harga bertahan di atas US$2,00 menjadi syarat penting untuk memperkuat skenario bullish.
Apabila kondisi tersebut terpenuhi, DEXE masih berpotensi menghadapi resistance antara di kisaran US$2,30–US$2,50 sebelum mencapai kawasan psikologis US$3.
Nehal melihat peluang penguatan yang cukup besar jika harga berhasil keluar dari struktur konsolidasi tersebut.
“Breakout dapat membuka jalan menuju US$3,54, yang merepresentasikan potensi kenaikan hampir 86 persen,” ungkap Nehal.
Meski demikian, selama harga belum berhasil menembus resistance diagonal, struktur DEXE masih berada dalam fase konsolidasi dan belum sepenuhnya mengonfirmasi perubahan tren.
Risiko penurunan juga tetap terbuka apabila harga kehilangan area support US$1,65–US$1,75. Karena itu, kemampuan mempertahankan zona tersebut dan menembus resistance terdekat akan menjadi faktor penentu bagi arah pergerakan DEXE berikutnya.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.


