Kripto HYPE kembali mencuri perhatian. Setelah mencetak ATH baru, aset ini kini berada di fase krusial: melanjutkan reli atau justru kehilangan tenaga. Di balik lonjakan tersebut, terdapat kombinasi fundamental dan spekulatif yang membuat pergerakannya terasa “panas”.
Buyback Jadi Mesin Utama Reli Kripto HYPE
Lonjakan Hyperliquid (HYPE) bukan sekadar euforia sesaat. Di balik layar, ada mekanisme buyback agresif dari ekosistem Hyperliquid yang menjadi tulang punggung kenaikan harganya.
Sejak awal peluncuran, platform ini mengalirkan hampir seluruh pendapatan biaya trading, lebih dari US$1,17 miliar, untuk membeli kembali kripto HYPE. Skema ini berjalan melalui “Assistance Fund” yang secara konsisten menyerap suplai dari pasar.

Efeknya sederhana tapi kuat: tekanan jual berkurang, sementara permintaan tetap terjaga. Dalam banyak kasus, mekanisme seperti ini bisa menjadi “penyangga harga” yang bahkan lebih solid dibandingkan narasi ETF di fase awal.
Namun, ada catatan penting. Skema ini bergantung pada volume trading. Ketika aktivitas pasar menurun, pendapatan fee ikut menyusut, dan kekuatan buyback otomatis melemah. Artinya, fondasi reli ini tetap punya titik rapuh.
Aktivitas Whale Perkuat Narasi Bullish HYPE
Selain faktor fundamental, kenaikan kripto HYPE juga didorong oleh aksi pemain besar. Data yang dibagikan oleh Lookonchain pada Minggu (24/05/2026) menunjukkan bahwa sebuah wallet baru menarik 63.780 HYPE senilai US$4,06 juta dari Bybit.
Tak berhenti di situ, satu whale dengan alamat 0x9137 menggelontorkan US$15,1 juta untuk membeli 238.000 HYPE di harga US$63,25. Ini bukan sekadar transaksi biasa, melainkan sinyal kepercayaan besar terhadap tren yang sedang berlangsung.

Sentimen bullish juga diperkuat oleh komentar dari Arthur Hayes di X pada Jumat (22/05/2026) yang menyebut kripto HYPE sebagai salah satu aset potensial bersama dua altcoin lainnya.
“Ketika sudah berada dalam posisi, trading menjadi mudah, cukup duduk santai dan melihat angka terus naik. HYPE, ZEC, dan NEAR adalah Holy Trinity!’” tegasnya.
Saat ini, HYPE diperdagangkan di US$62 hingga US$63 setelah sempat menyentuh ATH di US$64,28. Volume hariannya juga melonjak ke sekitar US$1,1 miliar, mengangkat posisinya ke peringkat 10 kripto terbesar.
Kombinasi antara akumulasi crypto whale dan lonjakan volume biasanya menjadi bahan bakar bagi tren naik. Namun di saat yang sama, kondisi ini juga membuka ruang bagi volatilitas tajam jika sentimen pasar berubah secara tiba-tiba.
Transformasi Hyperliquid dan Peluang ke US$70
Di tengah dorongan harga yang semakin agresif, perhatian pasar mulai bergeser ke fondasi di balik reli HYPE. Yang membuat kripto ini berbeda dari sekadar token hype adalah evolusinya. Hyperliquid tidak lagi hanya dikenal sebagai perpetual DEX.
Seiring waktu, platform tersebut berkembang menjadi ekosistem trading lintas aset, mulai dari kripto, komoditas, hingga indeks seperti S&P 500 dan saham pre-IPO. Perubahan ini bukan sekadar ekspansi fitur, melainkan langkah besar menuju konsep “financial super-app”.
Pandangan ini diperkuat oleh CIO Bitwise, Matt Hougan, yang menyebut Hyperliquid sebagai representasi masa depan pasar finansial yang sepenuhnya on-chain. Ia menilai platform ini membuka akses trading multi-aset dalam satu ekosistem.
Dari sisi performa, dominasinya pun kian sulit diabaikan. Hyperliquid kini memimpin pasar perpetual DEX dengan volume bulanan mencapai US$177 miliar, unggul dari berbagai kompetitor seperti Aster dan Lighter.
Dengan fondasi tersebut, muncul pertanyaan besar: apakah kripto HYPE mampu menyentuh US$70? Peluang itu tetap terbuka, selama volume bertahan tinggi, buyback terus berjalan, dan narasi “super-app” semakin menguat.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [dp]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.


