Kripto HYPE kembali mencuri perhatian setelah mencetak ATH baru di US$68 pada Minggu (31/05/2026). Dalam sebulan terakhir, token Hyperliquid itu telah melonjak sekitar 71 persen, mengungguli sebagian besar aset kripto lainnya.
Kenaikan ini didorong akumulasi whale dan kuatnya keyakinan terhadap prospek Hyperliquid. Platform tersebut tidak dipandang sebagai sekadar perpetual DEX, melainkan infrastruktur keuangan digital yang memiliki ambisi jauh lebih besar.
Whale Terus Borong, Reli HYPE Kian Menggila
Lonjakan harga HYPE kali ini tidak terjadi tanpa alasan. Di balik reli yang membawa token tersebut mencetak ATH baru di US$68, terdapat aksi akumulasi besar-besaran dari para investor bermodal jumbo.
Data Lookonchain pada Sabtu (30/05/2026) menunjukkan bahwa whale yang dikaitkan dengan a16z kembali membeli 226.121 HYPE senilai US$14,5 juta. Transaksi ini menjadi salah satu pembelian terbesar dalam beberapa hari terakhir.
Menariknya, aksi akumulasi tersebut bukan terjadi sekali saja. Sejak April lalu, whale tersebut telah mengumpulkan sekitar 3,9 juta HYPE dengan total nilai mencapai US$192,6 juta dan harga rata-rata pembelian di kisaran US$49,4.

Langkah agresif ini memperkuat sentimen bullish yang berkembang. Sebelumnya, sejumlah whale lain juga tercatat menarik HYPE dari bursa dan terus menambah kepemilikan mereka saat harga masih berada di area US$60-an.
Namun, akumulasi crypto whale bukan satu-satunya faktor yang mendorong kenaikan HYPE. Di balik layar, Hyperliquid memiliki mekanisme buyback yang menjadi fondasi utama penguatan harga token tersebut.
Sejak diluncurkan, Hyperliquid telah menggelontorkan US$1,18 miliar untuk buyback. Skema ini membantu mengurangi suplai yang beredar dan menciptakan tekanan beli. Selama volume perdagangan tinggi, mekanisme tersebut menjadi penopang utama reli HYPE.
Hyperliquid Tak Lagi Sekadar Perpetual DEX Kripto
Di tengah reli yang memanas, perhatian kini bergeser ke hal yang lebih besar: transformasi Hyperliquid itu sendiri. Jika sebelumnya dikenal sebagai DEX untuk perpetual kripto, kini ambisinya jauh melampaui sektor aset digital.
Dalam laporan yang dirilis pada Rabu (27/05/2026), Grayscale menyebut Hyperliquid sebagai salah satu proyek paling menjanjikan saat ini. Perusahaan tersebut menilai Hyperliquid telah berkembang melampaui fungsi awalnya sebagai platform trading kripto.
“Hyperliquid tidak dapat dibandingkan dengan proyek lain, baik di industri kripto atau TradFi. Jika mampu terus mengeksekusi strateginya dengan baik, kami percaya Hyperliquid berpotensi menjadi raksasa layanan keuangan,” tulis Grayscale dalam laporannya.
Penilaian Grayscale tersebut bukan tanpa alasan. Sepanjang 2025, Hyperliquid membukukan pendapatan sekitar US$800 juta dan memproses volume perdagangan perpetual futures hingga US$2,9 triliun.
Selain itu, platform ini juga memiliki open interest sekitar US$7 miliar, menjadikannya salah satu pemain terbesar di sektor perps DEX. Dominasi tersebut menunjukkan bahwa Hyperliquid mulai mampu bersaing dengan sejumlah bursa kripto besar.
Menariknya, Hyperliquid kini tidak hanya fokus pada perdagangan kripto. Melalui sistem HIP-3 dan HIP-4, platform ini mulai merambah tokenisasi saham, komoditas, hingga pasar prediksi, memperkuat posisinya sebagai platform trading yang lebih luas.
Narasi Super-App Menguat, Reli HYPE Belum Usai?
Pandangan Grayscale sejalan dengan analisa yang sebelumnya disampaikan CIO Bitwise, Matt Hougan. Ia menilai Hyperliquid tidak lagi layak dipandang sebagai sekadar crypto exchange, melainkan sebagai “super-app“.
Menurut Hougan, pasar saat ini masih cenderung menilai kripto HYPE seperti token generasi lama. Padahal, model ekonomi HYPE berbeda karena dirancang untuk menciptakan nilai yang berkelanjutan melalui mekanisme buyback yang menyerap token dari pasar.
“Sebuah token “Gen 2” yang sejak awal dirancang untuk benar-benar menyerap nilai token. Menariknya, sekitar 99 persen biaya trading crypto di platform Hyperliquid langsung digunakan untuk membeli kembali HYPE,” pungkasnya kala itu.
Narasi tersebut tampaknya mulai diterima oleh pasar. Dalam waktu kurang dari dua pekan, HYPE berhasil melesat dari area US$62 ke rekor baru di US$68. Kenaikan tersebut juga mengangkat market cap ke jajaran aset kripto terbesar.
Kenaikan HYPE ke US$68 menunjukkan bahwa pasar mulai melihat Hyperliquid sebagai lebih dari sekadar DEX. Dengan dukungan buyback dan pertumbuhan bisnis yang kuat, prospeknya masih menarik untuk dicermati.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [dp]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.


