Peretasan kripto kembali terjadi. Kali ini, insiden melibatkan proyek stablecoin StablR yang mengalami eksploitasi hingga jutaan dolar AS. Di tengah meningkatnya kepercayaan terhadap blockchain, kasus ini menjadi pengingat bahwa celah keamanan masih menjadi ancaman.
Stablecoin StablR Jadi Target Eksploitasi Hacker
Laporan awal datang dari platform keamanan blockchain Blockaid melalui unggahan di X pada Minggu (24/05/2026). Dalam peringatannya, mereka mengungkap adanya eksploitasi yang sedang berlangsung pada proyek StablR Euro.
“Sistem deteksi eksploitasi Blockaid telah mengidentifikasi adanya serangan yang berlangsung pada StablREuro. Sekitar US$2,8 juta telah berhasil diekstraksi sejauh ini,” tulis Blockaid.
Akibat insiden ini, nilai kedua token terkait dilaporkan anjlok hingga sekitar 20 persen. Penurunan ini memperparah dampak kerugian sekaligus memicu kepanikan di kalangan pengguna.

Secara total, dana yang berhasil diekstraksi hacker mencapai sekitar US$2,8 juta atau setara Rp49 miliar. Angka ini mencerminkan skala serangan yang signifikan meski terjadi dalam waktu singkat.
Bukan Bug, Ini Kegagalan Fatal di Level Akses
Investigasi awal mengungkap bahwa akar masalah bukan berasal dari bug pada smart-contract stablecoin tersebut. Justru, celah muncul dari pengelolaan kunci akses yang lemah.
“Ini bukan bug atau celah pada smart-contract, melainkan kegagalan dalam manajemen kunci dan juga tata kelola akses,” tegas mereka.
Serangan diduga bermula dari kompromi private key dari salah satu pemilik multisig minting. Sistem yang digunakan memiliki threshold 1-of-3, yang berarti satu kunci saja sudah cukup untuk mengambil alih kontrol penuh.
Dengan akses tersebut, pelaku bisa mengubah struktur kepemilikan. Mereka menambahkan diri sebagai owner, mengganti pemilik lain, lalu mencetak token dalam jumlah besar, yakni 8,35 juta USDR dan 4,5 juta EURR.
Token tersebut kemudian ditukar di platform DEX dengan nilai sekitar US$10,4 juta. Namun karena likuiditas yang tipis, nilai realisasi hanya sekitar 1.115 ETH atau setara US$2,8 juta.
Serangan Beruntun, Industri Kripto Kian Tertekan
Insiden peretasan bukan kasus tunggal. Dalam beberapa waktu terakhir, industri kripto memang tengah menghadapi gelombang serangan yang kian intens dan berulang.
Sejumlah proyek besar seperti THORChain, Verus Protocol, hingga Transit Finance dilaporkan mengalami eksploitasi. Bahkan sebelumnya, Drift Protocol disebut kehilangan US$285 juta, sementara KelpDAO diretas dengan kerugian mencapai US$292 juta.
Rangkaian ini menunjukkan pola yang mengkhawatirkan. Kerugian terus membengkak, sementara celah keamanan muncul dari berbagai sisi, mulai dari smart-contract hingga tata kelola internal.
Di tengah pertumbuhan industri kripto yang pesat, kasus seperti ini menjadi alarm keras. Bukan hanya bagi pengembang, tetapi juga bagi investor yang semakin dituntut untuk lebih waspada.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [dp]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.


